Special Plan: Akuatik Indonesia sebut ISCES dukung peta jalan menuju Olimpiade 2032
Akuatik Indonesia Sebut ISCES Dukung Peta Jalan Menuju Olimpiade 2032
Special Plan – Jakarta, Senin – Ketua Harian Pengurus Besar Akuatik Indonesia, Harlin Erlianto Rahardjo, mengungkapkan bahwa kejuaraan renang kolam pendek Indonesia Short Course Emerging Series (ISCES) memiliki peran penting dalam mendorong pembinaan atlet federasi menuju Olimpiade 2032. “Ajang ini menjadi bagian dari strategi kita untuk mengembangkan talenta renang di Indonesia, terutama karena PB Akuatik Indonesia telah menyusun roadmap yang ambisius menuju 2032,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta. Harlin menekankan bahwa ISCES bukan hanya kompetisi biasa, tetapi merupakan alat yang vital dalam membangun dasar keberhasilan olahraga air nasional.
ISCES: Ajang Nasional yang Bersejarah
Kegiatan ISCES akan diadakan untuk pertama kalinya sebagai kejuaraan resmi tingkat nasional pada 4–6 Juni 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Sebanyak 700 atlet dari berbagai latar belakang akan turut serta dalam 26 nomor pertandingan yang dibagi ke dalam empat kategori usia. Kategori ini meliputi U-11, U-12, U-13, U-14, U-15, serta atlet yang telah mencapai usia 16 tahun ke atas. Harlin menilai kehadiran kejuaraan ini sangat strategis, karena memungkinkan pelatihan yang lebih intensif sejak usia dini.
Kolaborasi dan Dukungan Sponsor
Kejuaraan ISCES berkat kolaborasi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, PB Akuatik Indonesia, dan tiga sponsor utama yang menyukseskan acara tersebut. Sponsor-sponsor tersebut adalah Chandra Asri, Barito Pacific, serta Barito Renewables. Harlin menjelaskan bahwa peran sponsor sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas kompetisi dan memastikan keberlanjutan program pembinaan. “Dukungan ini membantu kita menciptakan platform yang profesional untuk atlet muda,” tambahnya.
Peta Jalan Menuju Prestasi Global
Dalam wawancara yang sama, Harlin menekankan bahwa ISCES menjadi salah satu langkah kunci dalam membangun peta jalan menuju Olimpiade 2032. “Kami ingin memastikan bahwa renang Indonesia bisa tampil di babak final Olimpiade 2032,” kata Harlin. Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, termasuk mengembangkan sistem kompetisi yang rutin dan berkualitas. ISCES dirancang agar memberikan pengalaman bertanding nyata bagi atlet muda, yang pada akhirnya akan membentuk basis kuat untuk kejuaraan internasional.
Visi Indonesia Emas 2045
Harlin menjelaskan bahwa kejuaraan ISCES juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang telah disepakati dalam musyawarah nasional. “Ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas olahraga air di Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa renang adalah cabang olahraga yang sangat penting, karena memiliki peluang besar untuk menghasilkan medali di ajang multicabang seperti Olimpiade dan Asian Games. Dengan lebih dari 40 nomor pertandingan, jumlah medali emas yang bisa diperoleh semakin besar, sehingga kejuaraan ini menjadi sarana efektif untuk menyiapkan atlet yang kompetitif.
Proses Pembinaan yang Berkelanjutan
Harlin menekankan bahwa pembinaan atlet renang tidak bisa terhenti begitu saja. “Kita harus memastikan program ini berjalan terus-menerus, karena olahraga ini sangat strategis untuk meningkatkan prestasi Indonesia di tingkat internasional,” katanya. Ia menjelaskan bahwa pengembangan kejuaraan ISCES juga mencakup kelompok usia U-11, yang merupakan fase kritis untuk melatih bakat sejak tahap awal. “Dengan memperkenalkan atlet muda ke dalam sistem kompetisi, kita bisa membangun keseimbangan antara teknik dan mental,” ujar Harlin.
Kampanye “Ayo Berenang” untuk Meningkatkan Minat Masyarakat
Terlepas dari fokus pada pembinaan atlet, Harlin juga menyebutkan bahwa PB Akuatik Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan popularitas renang di masyarakat. “Kampanye ‘Ayo Berenang’ yang kita jalankan bertujuan menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam olahraga ini, bukan hanya untuk kesehatan tetapi juga untuk melahirkan bakat-bakat baru,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan olahraga air di masa depan bergantung pada partisipasi masyarakat luas dan dukungan dari berbagai kalangan.
ISCES sebagai Ajang Pemersatu dan Pelatih
Karena kompetisi ini menyediakan platform kompetitif yang profesional, Harlin menilai ISCES menjadi ajang penting untuk menguji kemampuan atlet dan mengasah keterampilan mereka. “Kami percaya bahwa kejuaraan ini akan menjadi salah satu pilar dalam mencapai visi PB Akuatik Indonesia,” kata Harlin. Dengan penyelenggaraan berkelanjutan, ISCES diharapkan mampu memperkuat kerangka kerja nasional yang berfokus pada pengembangan atlet dari berbagai usia. Harlin juga mengingatkan bahwa keberhasilan olahraga air di Olimpiade 2032 tidak terlepas dari keberlanjutan program pembinaan yang telah dijalankan selama bertahun-tahun.
Persiapan Jangka Panjang untuk Prestasi Masa Depan
Dalam rangka memastikan prestasi yang konsisten, PB Akuatik Indonesia terus memperbaiki sistem pelatihan dan pengawasan. “ISCES tidak hanya membantu dalam peningkatan kualitas atlet, tetapi juga dalam mengukur efektivitas program pembinaan yang kita jalankan,” ujar Harlin. Ia menjelaskan bahwa fase usia dini sangat kritis, karena menjadi fondasi untuk kinerja di usia remaja dan dewasa. “Kejuaraan ini akan membantu kita mengidentifikasi atlet berbakat dan memberikan mereka kesempatan untuk berkembang secara maksimal,” tambahnya.
Potensi Medali dan Cabang Akuatik Lainnya
Selain renang, Harlin juga menyoroti pentingnya cabang akuatik lain seperti loncat indah, polo air, dan renang perairan terbuka. “ISCES tidak hanya fokus pada renang, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kualitas cabang-cabang lain dalam olahraga air,” katanya. Menurut Harlin, pertumbuhan kejuaraan seperti ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang kuat dalam olahraga multicabang. “Kami ingin menciptakan ekosistem yang saling mendukung, baik dalam renang maupun cabang lainnya,” ujarnya.
Kesimpulan dan Harapan Masa Depan
Konferensi pers tersebut menutup dengan Harlin memberikan harapan bahwa ISCES akan menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih besar di Olimpiade 2032. “Ini adalah awal dari perjalanan panjang, tetapi kita yakin bahwa kompetisi ini akan menjadi pemicu bagi keberhasilan masa depan,” katanya.