Khovifah: BEC 2026 Memicu Inspirasi Pertumbuhan Budaya Nusantara
Gubernur Khofifah – Banyuwangi kembali menjadi pusat perhatian dunia ketika Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan penyelenggaraan festival parade busana etnik yang ke-14. Acara bergengsi ini, yang dikenal dengan singkatan BEC atau Banyuwangi Ethno Carnival, berlangsung di kawasan Taman Blambangan pada hari Sabtu. Dalam sambutannya, pemimpin provinsi tersebut menyampaikan bahwa momentum ini bukan sekadar perayaan lokal, melainkan sebuah katalisator bagi kemajuan peradaban yang lebih luas.
Menurut Khofifah, dampak positif dari pergelaran ini melampaui batas geografis Banyuwangi. Ia menekankan bahwa inspirasi yang lahir dari event ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Jawa Timur, Indonesia, bahkan hingga ke kancah internasional. “Bukan hanya untuk Banyuwangi, tapi juga untuk Jawa Timur, Indonesia dan dunia,” tegas Gubernur saat membuka acara tersebut. Pernyataan ini mencerminkan visi jangka panjang pemerintah daerah dalam memposisikan budaya sebagai aset strategis pembangunan.
Ekspresi Kreativitas dan Kolaborasi Masyarakat
Salah satu aspek yang paling diapresiasi oleh Khofifah adalah bagaimana BEC menjadi wadah nyata bagi kreativitas para budayawan, seniman, serta pelaku industri kreatif di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Melalui sinergi yang terorganisir bersama pemerintah daerah, para pelaku budaya berhasil menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai seni dan tradisi yang luhur.
Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi selaku orkestrator dari seluruh kegiatan yang ada di Banyuwangi, terutama BEC. Mudah-mudahan Banyuwangi terus melejit dan maju, serta masyarakat bisa terus membangun sinergi dari lokal menuju global.
Khovifah juga menyoroti semangat kolektif yang terlihat dalam setiap aspek penyelenggaraan festival. Menurutnya, hal ini menunjukkan bagaimana kekuatan budaya, inovasi, dan kreativitas masyarakat Banyuwangi bekerja sama untuk membawa nama daerah ke tingkat global. “Kita dapat melihat sebuah semangat bersama from local to global,” tambahnya, menegaskan bahwa BEC telah menjadi jembatan antara tradisi lokal dan dinamika dunia modern.
Apresiasi Bupati dan Harapan ke Depan
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan rasa syukurnya karena pergelaran BEC yang telah memasuki edisi ke-14 ini tetap menjadi agenda yang dinanti-nantikan oleh masyarakat, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya generasi muda yang aktif terlibat dalam parade busana etnik tersebut.
Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberi sumbangsih atas terselenggaranya BEC tahun ini, khususnya untuk seluruh anak-anak muda yang terlibat dalam parade ini.
Ipuk menambahkan bahwa sinergi dan kolaborasi merupakan fondasi utama yang memungkinkan Banyuwangi menyajikan berbagai perhelatan berkelas. Ia berharap BEC tahun ini dapat menjadi tonggak sejarah baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah yang mereka cintai. “Semoga BEC tahun ini juga menjadi tonggak bagi kita semuanya untuk bersama-sama tandang bareng membangun Banyuwangi yang kita cintai,” pungkasnya dengan penuh harapan.
Atmosfer Meriah dan Kehadiran Delegasi Internasional
Ribuan pengunjung tampak antusias memenuhi seluruh area penonton, mulai dari sekitar panggung utama hingga sepanjang jalan di kanan-kiri rute parade. Tema “Perang Bayu” menjadi pusat perhatian dengan lima fragmen sub tema yang ditampilkan melalui kostum-kostum megah. Para peserta menggambarkan perjuangan heroik masyarakat asli Banyuwangi saat menghadapi tentara Belanda pada abad ke-18, sebuah momen bersejarah yang dihidupkan kembali melalui seni pertunjukan.
Kehadiran para tokoh nasional dan delegasi internasional menambah prestige acara ini. Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, hadir memberikan dukungan. Selain itu, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, anggota DPR RI, petinggi BUMN, dan tokoh swasta juga terlihat menikmati pergelaran budaya ini.
Yang lebih istimewa, BEC tahun ini juga disaksikan oleh delegasi dari negara-negara anggota ASEAN, negara-negara East Asia Summit (EAS), serta anggota Pacific Islands Forum (PIF). Kehadiran mereka membuktikan bahwa BEC telah berhasil menarik perhatian dunia internasional sebagai salah satu festival budaya paling signifikan di Asia Tenggara.

