Important Visit: ITDC: Ajang motorsport di sirkuit perkuat okupansi hotel di Mandalika
ITDC: Ajang Motorsport di Sirkuit Perkuat Okupansi Hotel di Mandalika
Important Visit – Lombok Tengah, Jumat – Sejumlah kegiatan balap mobil yang diadakan di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), dinilai berkontribusi signifikan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Warokka mengungkapkan bahwa ajang motorsport ini tidak hanya menarik perhatian wisatawan, tetapi juga meningkatkan tingkat penggunaan kamar hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Event motorsport yang diadakan di Sirkuit Mandalika memberikan dampak positif pada industri pariwisata dan ekonomi setempat,” jelas Troy saat memberikan wawancara di Lombok Tengah, Sabtu.
Naiknya Jumlah Pengunjung dan Okupansi Hotel
Menurut Troy, acara GT World Challenge Asia 2026 menjadi salah satu penyumbang utama peningkatan okupansi kamar di kawasan The Mandalika. Dalam periode 1–3 Mei 2026, tingkat penggunaan kamar mencapai rata-rata 86,6 persen, yang jauh lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. “Peningkatan ini menggambarkan bagaimana ajang internasional seperti GT World Challenge Asia mampu menjadi penggerak utama bagi ekonomi masyarakat,” katanya. Angka tersebut menunjukkan bahwa event motorsport tidak hanya meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga menghasilkan keuntungan langsung bagi penginapan dan layanan jasa di sekitar sirkuit.
Pengaruh Pada Kehidupan Masyarakat
Okupansi hotel yang meningkat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kuliner hingga transportasi. Troy menekankan bahwa event ini menjadi momentum untuk menunjukkan keberhasilan KEK Mandalika dalam menjadi destinasi sport tourism kelas dunia. “Kehadiran pengunjung dari berbagai belahan dunia membuktikan bahwa Mandalika mampu memenuhi standar internasional dalam penyelenggaraan acara motorsport,” katanya. Selain itu, keberhasilan ajang ini juga mencerminkan peningkatan daya tarik destinasi tersebut bagi wisatawan yang mencari pengalaman seru dengan elemen olahraga dan hiburan.
Kinerja Maksimal di Tahun 2026
Sebagai bukti peningkatan, acara GT World Challenge Asia 2026 mencatatkan 12.522 orang hadir untuk menyaksikan pertunjukan mobil grand tourer yang berlomba di lintasan sirkuit. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2025, ketika jumlah pengunjung berkisar sekitar 9.000 orang. “Perbedaan jumlah peserta menunjukkan respons yang lebih besar terhadap event ini, baik dari segi partisipasi maupun dampak ekonomi,” tambah Troy. Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi wisata yang bisa menarik investasi dan pengunjung dari luar negeri.
Kontribusi Pada Kepedulian Lokal
Event GT World Challenge Asia 2026 juga menggairahkan masyarakat sekitar dengan menampilkan kombinasi budaya dan semangat sportainment khas Mandalika. Priandi Satria, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), mengungkapkan bahwa sebanyak 250 warga lokal turut berpartisipasi dalam acara pembukaan. “Partisipasi ini menunjukkan minat masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam pengembangan destinasi wisata internasional,” kata Priandi. Selain itu, 17 pelaku UMKM di sekitar sirkuit juga aktif memberikan layanan kuliner dan produk unggulan selama acara berlangsung.
Penggunaan Tenaga Kerja Lokal
Keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 tidak hanya ditunjukkan melalui jumlah pengunjung, tetapi juga melalui partisipasi tenaga kerja lokal. Priandi Satria menjelaskan bahwa acara tersebut melibatkan 402 orang pekerja dari NTB dalam berbagai fungsi operasional, termasuk sebagai marshal, pengawas lomba, tim medis, serta tenaga pendukung lainnya. “Keterlibatan tenaga kerja lokal ini menjadi bukti bahwa ajang internasional bisa memberikan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas layanan kepada warga sekitar,” tambahnya.
Keberlanjutan dan Daya Saing Indonesia
Troy Warokka menegaskan bahwa GT World Challenge Asia 2026 bukan hanya ajang balap mobil yang menarik, tetapi juga memiliki dampak luas dalam membangun destinasi sportainment di Indonesia. “Event ini menciptakan efek domino yang berdampak pada berbagai sektor, mulai dari hotel, transportasi, hingga pengembangan UMKM,” katanya. Ia menambahkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat selama acara menunjukkan kepercayaan mereka terhadap kemampuan Mandalika dalam menyajikan pengalaman motor sport berkualitas. “Kehadiran pengunjung dari luar negeri juga membantu meningkatkan pengetahuan dan pengalaman tentang sport tourism bagi warga setempat,” ujarnya.
Kontribusi pada Perekonomian Regional
Dengan peningkatan okupansi hotel sebesar 86,6 persen, event ini dianggap sebagai angin segar bagi kawasan KEK Mandalika. Troy menjelaskan bahwa tingkat penggunaan kamar yang tinggi menjadi indikator bahwa destinasi ini mampu memenuhi permintaan wisatawan, termasuk yang berasal dari negara-negara tetangga. “Ini menunjukkan bahwa Mandalika tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata alam, tetapi juga sebagai lokasi utama untuk penyelenggaraan event motorsport internasional,” katanya. Ia berharap keberhasilan GT World Challenge Asia 2026 menjadi momentum untuk menarik lebih banyak investasi dan pengunjung ke kawasan tersebut.
Peran UMKM dalam Menghadirkan Nilai Tambah
Keberhasilan event juga dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beroperasi di sekitar sirkuit. Priandi Satria menyatakan bahwa 17 UMKM berpartisipasi dalam menyajikan makanan khas dan produk lokal kepada pengunjung. “Kehadiran UMKM ini memberikan ruang bagi mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi wisatawan,” kata Priandi. Menurutnya, kehadiran UMKM selama event juga menjadi ajang promosi bagi produk lokal yang sebelumnya tidak terlalu dikenal di tingkat internasional.
Visi untuk Mandalika sebagai Destinasi Unggulan
Keberhasilan ajang GT World Challenge Asia 2026 dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat visi KEK Mandalika sebagai destinasi sportainment kelas dunia. “Acara ini menunjukkan bahwa Mandalika mampu menjadi salah satu pusat olahraga dan hiburan internasional di Asia Tenggara,” kata Troy. Ia menambahkan bahwa faktor utama keberhasilan ini adalah keseriusan pihak pengelola dalam mempersiapkan infrastruktur dan layanan yang memadai. “Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat lokal menjadi kunci utama dalam menghadirkan pengalaman memuaskan bagi pengunjung,” katanya.
Acara GT World Challenge Asia 2026 tidak hanya menarik per