Investasi NTB pada semester I 2026 tembus Rp33,73 triliun

57 minutes ago  ·  4 min read
By Thomas Davis - pemandanganindah.com
khrisna-edit-1786016109-0e90923dc9

Investasi NTB Capai Rp33,73 Triliun di Paruh Pertama 2026

Pemandanganindah.com – Wilayah Nusa Tenggara Barat mencatatkan pencapaian investasi yang menggembirakan sepanjang enam bulan pertama tahun 2026. Realisasi penanaman modal mencapai Rp33,73 triliun, melampaui setengah dari target tahunan yang telah ditetapkan. Angka ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi daerah dan prospek pertumbuhan jangka panjang.

Pencapaian tersebut setara dengan 51,26 persen dari keseluruhan target investasi tahun ini. Dengan total target Rp64 triliun yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal, NTB menunjukkan momentum positif dalam menarik berbagai jenis investasi. Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan jumlah modal yang masuk, tetapi juga keberagaman sektor yang menjadi sasaran investasi.

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTB, Irnadi Kusuma, menyoroti perbandingan menarik antara kinerja tahun ini dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada semester I 2025, meskipun target investasi lebih rendah, realisasi yang tercapai belum mencapai seperempat dari target yang ditetapkan.

Pada semester I tahun 2025, dengan target investasi yang lebih rendah, capaian realisasi belum mencapai seperempat target. Tahun ini, meski target meningkat realisasi semester I sudah mencapai lebih dari 51 persen. Ini artinya perkembangannya sangat positif.

Kenaikan target yang disertai dengan peningkatan realisasi yang signifikan menunjukkan bahwa NTB tidak hanya berhasil menarik lebih banyak modal, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi investasi yang ada. Kondisi ini mencerminkan perbaikan dalam iklim usaha dan kemudahan berinvestasi di wilayah tersebut.

Breakdown Investasi per Triwulan

Dari total Rp33,73 triliun yang tercapai, triwulan pertama mencatatkan Rp18,07 triliun. Sementara itu, triwulan kedua menyumbang Rp15,17 triliun. Distribusi ini menunjukkan bahwa investasi masuk secara konsisten sepanjang enam bulan pertama tahun ini, tanpa adanya penurunan signifikan di periode tertentu.

Realisasi investasi ini didorong oleh pertumbuhan di kedua kategori utama, yaitu usaha mikro kecil dan menengah (UMK) maupun non-UMK. Kedua sektor ini menunjukkan tren positif yang saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Sektor UMK memberikan kontribusi melalui investasi skala kecil hingga menengah, sementara sektor non-UMK membawa modal yang lebih besar dengan dampak ekonomi yang lebih luas.

Detail Investasi Non-UMK di Triwulan II

Data triwulan kedua (April hingga Juni 2026) menunjukkan total investasi non-UMK sebesar Rp13,86 triliun. Komposisi ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN sebesar Rp12,12 triliun yang menyumbang 87,41 persen. Sisanya merupakan Penanaman Modal Asing atau PMA sebesar Rp1,74 triliun atau 12,59 persen.

Untuk kategori PMA, sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mendominasi dengan nilai Rp10,23 triliun. Sektor pertambangan menyusul dengan Rp633,63 miliar, sementara hotel serta restoran mencatatkan Rp244,16 miliar. Distribusi ini menunjukkan bahwa investor asing lebih tertarik pada sektor manufaktur dan industri pengolahan di NTB.

Sementara itu, PMDN di sektor energi, listrik, gas dan air mencatatkan realisasi Rp1,48 triliun. Sektor pertambangan PMDN mencapai Rp750,90 miliar, dan pertanian menyumbang Rp37,50 miliar. Sektor-sektor ini mencerminkan diversifikasi investasi dalam negeri yang tidak hanya terfokus pada satu bidang tertentu.

Negara Asal Investor Asing

Asal negara investor asing di NTB pada triwulan II 2026 didominasi oleh tiga entitas utama. Gabungan berbagai negara menyumbang 128,04 juta dolar AS atau setara Rp2,254 triliun. Spanyol berada di posisi kedua dengan 6,03 juta dolar AS atau Rp103,28 miliar. Australia melengkapi tiga besar dengan 4,7 juta dolar AS atau Rp77,98 miliar.

Kalau negara asal PMA terbesar investor asing di NTB pada triwulan II 2026 didominasi oleh tiga negara utama, yakni gabungan berbagai negara sebesar 128,04 juta dolar AS atau Rp2,254 triliun, selanjutnya Spanyol 6,03 juta dolar AS atau Rp103,28 miliar, dan Australia 4,7 juta dolar AS atau Rp77,98 miliar.

Pencapaian investasi ini menjadi indikator bahwa iklim investasi di NTB tetap kondusif. Selain itu, capaian ini juga mencerminkan bahwa perekonomian daerah terus tumbuh dan memiliki daya tahan kuat terhadap berbagai tantangan ekonomi. Dengan dukungan dari berbagai sektor dan sumber modal, NTB berada dalam posisi yang tepat untuk melanjutkan pertumbuhan ekonominya ke arah yang lebih baik.

Konferensi pers yang dihadiri oleh Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, dan sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya di Mataram pada Kamis menegaskan komitmen bersama dalam mendukung ekosistem investasi yang sehat. Kolaborasi antarinstansi ini diharapkan dapat memperluas peluang investasi di masa mendatang, terutama dalam sektor-sektor yang memiliki potensi pengembangan signifikan.

Frequently Asked Questions

What is Investasi NTB pada semester I 2026?

Investasi NTB pada semester I 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Investasi NTB pada semester I 2026 matter?

Investasi NTB pada semester I 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY