Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat SDM Penerbangan Asia-Pasifik
Pemandanganindah.com – Jakarta telah menjadi tuan rumah penutupan pelatihan internasional berskala besar yang melibatkan para inspektur keselamatan penerbangan dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan dengan dukungan penuh dari organisasi penerbangan sipil internasional serta mitra strategis dari Amerika Serikat. Pelatihan selama dua minggu lebih ini berhasil mengumpulkan enam belas peserta yang mewakili sepuluh negara berbeda di wilayah Asia-Pasifik.
Dari jumlah tersebut, Indonesia mengirimkan tiga orang inspektur, Sri Lanka juga mengirim tiga peserta, dan Papua Nugini turut serta dengan tiga wakilnya. Sementara itu, masing-masing satu peserta hadir dari Thailand, Vietnam, Timor-Leste, Fiji, Laos, India, dan Hong Kong. Penutupan resmi acara berlangsung pada hari Jumat tanggal tiga puluh satu Juli di Jakarta.
Kolaborasi Strategis untuk Standar Internasional
Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug, Sukahir, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama strategis antara tiga pihak utama. Ketiga lembaga tersebut adalah Kementerian Perhubungan Indonesia, International Civil Aviation Organization, serta Federal Aviation Administration dari Amerika Serikat yang berkolaborasi dengan Boeing. Program pelatihan ini dikenal dengan nama ICAO GSI-AIR Course yang merupakan singkatan dari Government Safety Inspector Airworthiness Air Operator and Approved Maintenance Organization Certification.
“Pelatihan yang diselenggarakan selama 15 hari ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Perhubungan, ICAO, serta US FAA-Boeing,” kata Sukahir dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi, kualifikasi, dan standardisasi para inspektur kelaikudaraan di kawasan Asia-Pasifik. Dengan demikian, para inspektur tersebut mampu melaksanakan proses sertifikasi dan pengawasan keselamatan penerbangan sipil sesuai dengan standar internasional yang berlaku. Penyelenggaraan pelatihan ini juga merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan serta Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2012 tentang Sumber Daya Manusia di Bidang Transportasi.
Materi Pelatihan Komprehensif
Selama berlangsungnya pelatihan, para peserta mendapatkan pembelajaran yang sangat komprehensif mengenai berbagai aspek penting. Materi yang dipelajari mencakup proses sertifikasi operator penerbangan dan organisasi perawatan pesawat sesuai standar ICAO. Peserta juga mempelajari evaluasi dokumen sertifikasi serta penerapan lima tahapan sertifikasi atau yang dikenal dengan Five-Phase Certification Process.
Di samping itu, teknik inspeksi dan pengawasan lapangan juga menjadi bagian penting dari kurikulum pelatihan. Penguatan kapasitas para peserta sebagai calon instruktur dilakukan melalui program Train the Trainer Program atau TTP. Sukahir menambahkan bahwa komitmen dan partisipasi aktif seluruh peserta mencerminkan dedikasi tinggi dalam memperkuat budaya keselamatan penerbangan di negara masing-masing.
“Pelatihan berskala internasional ini resmi ditutup di Jakarta, pada Jumat (31/7),” ucapnya.
Dia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan secara optimal dalam pelaksanaan tugas sehingga mampu meningkatkan efektivitas pengawasan keselamatan penerbangan. Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pelatihan PPSDMPU Kemenhub, Ratri, menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis peserta, tetapi juga memperkuat jejaring profesional antarinspektur keselamatan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik.
“Selama pelatihan, para peserta telah menunjukkan peningkatan kompetensi dalam proses sertifikasi dan pengawasan sesuai standar ICAO,” katanya.
Masa Depan dan Ambisi Indonesia
Menurut Ratri, penyelenggaraan ICAO GSI-AIR Course semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia penerbangan di kawasan Asia-Pasifik. Komitmen tersebut akan berlanjut melalui penyelenggaraan dua pelatihan internasional lainnya pada Agustus dan September 2026. Kedua pelatihan tersebut adalah Government Safety Inspector Operations – Air Operator Certification serta Government Safety Inspector – Personnel Licensing.
Rangkaian pelatihan internasional tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam memperkuat kapasitas SDM penerbangan yang memenuhi standar global. Hal ini sekaligus mendukung peran aktif Indonesia dalam tata kelola penerbangan sipil internasional, termasuk pencalonan sebagai anggota Dewan ICAO. Regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan kegiatan ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia transportasi untuk mendukung keselamatan penerbangan secara menyeluruh.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemenhub perkuat kompetensi inspektur penerbangan Asia?
Kemenhub perkuat kompetensi inspektur penerbangan Asia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemenhub perkuat kompetensi inspektur penerbangan Asia matter?
Kemenhub perkuat kompetensi inspektur penerbangan Asia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

