Key Discussion: Danantara targetkan alokasi satu persen dividen BUMN untuk filantropi
Danantara Targetkan Alokasi Satu Persen Dividen BUMN untuk Filantropi
Key Discussion – Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menetapkan rencana untuk mengalokasikan minimal satu persen dari total dividen yang diterima dari seluruh badan usaha milik negara (BUMN) setiap tahun. Alokasi ini akan digunakan sebagai pendanaan filantropi melalui lembaga yang didirikan, yaitu Danantara Indonesia Trust. CEO Danantara Indonesia dan Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa fokus pendanaan akan berada pada bidang kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta air, sanitasi, dan higiene (WASH) untuk memperkuat program-program sosial berkelanjutan. “Kami menargetkan memberikan setiap tahunnya paling tidak 1 persen dari total dividen yang kami terima dari semua BUMN yang ada,” ujar Rosan setelah acara Peluncuran Kemitraan Strategis Danantara Indonesia Trust di Jakarta, Senin.
Peluncuran Lembaga Filantropi dengan Peran Strategis
Danantara Indonesia Trust telah menerima dana awal sebesar 100 juta dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp1,77 triliun. Menurut Rosan, lembaga ini dirancang untuk menjadi institusi filantropi yang kredibel, profesional, transparan, dan memiliki sistem tata kelola yang solid. “Bagaimana kita membuat Danantara Trust ini menjadi satu filantropi yang kredibel, relevan, transparan dengan governance yang tinggi,” tambahnya. Dalam rangka mengembangkan ekosistem pendanaan sosial, Danantara juga bekerja sama dengan Gates Foundation untuk meningkatkan kapasitas organisasi dan kelembagaan filantropi.
Menurut Rosan, lembaga filantropi ini resmi berdiri pada Oktober 2025 sebagai unit operasional dalam Danantara Indonesia. Mandat utamanya adalah mendorong dampak sosial yang berkelanjutan, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan. “Program-program yang dijalankan diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang positif, berkelanjutan, dan berkesinambungan bagi masyarakat,” katanya. Rosan menekankan bahwa Danantara Indonesia Trust tidak hanya menjadi pemberi dana, tetapi juga berperan sebagai katalis dan pendorong ekosistem kerja sama lintas sektor.
Penyusunan Sistem Pengelolaan yang Matang
Ketua Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang membangun sistem tata kelola, struktur organisasi, mekanisme pengawasan, serta kerangka monitoring, evaluation, and learning (MEL) untuk memastikan efektivitas program filantropi. “Kami percaya bahwa mandat jangka panjang ini dapat dijalankan secara kredibel apabila dibangun dengan tata kelola yang baik sejak awal,” ucap Nuraini. Ia menjelaskan bahwa pengembangan lembaga ini melibatkan pembelajaran dan diskusi dengan berbagai sovereign wealth fund, institusi filantropi, serta mitra pembangunan di tingkat nasional maupun global.
Nuraini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan. “Kami ingin menjadikan Danantara Indonesia Trust sebagai penghubung yang mampu memperkuat sinergi antar institusi,” jelasnya. Selain itu, lembaga ini juga membangun kemitraan dengan pihak-pihak yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan proyek sosial. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pendanaan filantropi diterapkan secara optimal dan akuntabel.
Kemitraan Awal dengan Institusi Strategis
Dalam acara peluncuran tersebut, Danantara Indonesia Trust menandatangani nota kesepahaman dengan tiga institusi utama, yaitu Kementerian Kesehatan, Yayasan Karya Salemba Empat, dan Museum dan Cagar Budaya atau Indonesia Heritage Agency. Kemitraan ini menjadi langkah awal dalam implementasi program filantropi yang dirancang. Dalam kerja sama pertamanya, Danantara Indonesia Trust menyalurkan dukungan sekitar Rp250 miliar untuk program kesehatan ibu dan anak. Dana tersebut digunakan dalam berbagai kegiatan, termasuk pengadaan vaksin heksavalen, penguatan rantai dingin vaksin, serta pemberian bantuan suplemen gizi mikro kepada ibu hamil dan ibu nifas.
Kemitraan dengan Yayasan Karya Salemba Empat mencakup program beasiswa tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa yang kurang mampu. Sementara itu, kerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya bertujuan untuk pengembangan perpustakaan serta ruang belajar publik di Museum Nasional. Nuraini menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya membangun kelembagaan yang kuat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Dengan sistem yang terstruktur, kami yakin program ini bisa memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Tujuan Jangka Panjang untuk Dampak Berkelanjutan
Rosan mengatakan bahwa alokasi satu persen dividen BUMN dari Danantara adalah bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendorong keadilan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Kami harapkan ini adalah awal, dan insya Allah kita akan lebih banyak menggandeng mitra-mitra partner lain lagi ke depannya,” imbuhnya. Selain fokus pada kesehatan dan pendidikan, pihaknya juga menyoroti pentingnya kebudayaan sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia.
Kemitraan strategis ini diperkirakan akan menciptakan ruang dialog yang luas antara sektor publik, swasta, dan masyarakat. Dengan dukungan dari BUMN, Danantara Indonesia Trust diharapkan mampu mengelola dana filantropi secara profesional dan berorientasi pada hasil. Rosan menjelaskan bahwa keberhasilan program bergantung pada kejelasan tujuan, transparansi proses, serta keterlibatan aktif berbagai pihak. “Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki dampak yang terukur dan berkelanjutan,” katanya.
Nuraini menambahkan bahwa sistem MEL yang sedang dikembangkan akan menjadi acuan utama dalam mengevaluasi kinerja lembaga. “Dengan adanya kerangka ini, kita bisa menilai apakah program yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Ia juga menggarisbawahi bahwa pengalaman dan keahlian dari mitra-mitra internasional akan menjadi aset penting dalam peningkatan kualitas kelembagaan Danantara Indonesia Trust. “Kolaborasi global membantu kita memperkaya strategi dan praktik lokal,” katanya.
Danantara Indonesia Trust bertujuan menjadi wadah yang mampu menggabungkan kekuatan finansial dengan kepedulian sosial. Dengan pendekatan holistik, lembaga ini diharapkan mampu menciptakan solusi berbasis bukti dan berorientasi pada keberlanjutan. Rosan menegaskan bahwa keberhasilan program akan diukur dari dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat. “Kami tidak hanya ingin memberikan dana, tetapi juga membangun kepercayaan bersama melalui transparansi dan akuntabilitas,” tutupnya.
Komitmen Terhadap Transparansi dan Kepedulian Sosial
Kemitraan strategis dengan Kementerian Kesehatan, Yayasan Karya Salemba Empat, serta Museum dan Cagar Budaya menjadi bukti bahwa Danantara Indonesia Trust siap memulai proyek dalam skala besar. Program yang dijalankan tidak hanya fokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia. “Kami percaya bahwa kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik,” ujar Nuraini.
Rosan menambahkan bahwa alokasi dana filantropi ini merupakan kebijakan yang diharapkan dapat diadopsi oleh lembaga-lembaga lain. “Dengan mendistribusikan 1 persen dari dividen BUMN, kita bisa menciptakan perubahan yang lebih luas,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa keberhasilan program akan diukur dari kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. “Kami tidak hanya ingin memberikan bantuan, tetapi juga menciptakan sistem yang bisa bertahan dalam jangka waktu yang panjang,” jelasnya.
Danantara Indonesia Trust berharap dapat menjadi