Key Strategy: Dirut PAL: Kapal selam Scorpene Evolved masuki tahap praproduksi
Pengumuman Masuk Fase Pra-Produksi
Key Strategy – Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengungkapkan bahwa proyek pembuatan kapal selam Scorpene Evolved untuk TNI AL tengah memasuki fase pra-produksi. Proses ini dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas industri pertahanan laut nasional melalui kerja sama dengan Naval Group, perusahaan dari Prancis. “Dalam konteks meningkatnya persaingan kekuatan di kawasan ASEAN, keberadaan industri pertahanan yang tangguh menjadi faktor kunci dalam mempertahankan stabilitas wilayah sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim unggul,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Senin lalu.
Strategi Penguatan Industri Pertahanan
Kaharuddin menjelaskan bahwa fase pra-produksi mencakup beberapa aspek penting, seperti perbaikan desain, persiapan sistem manufaktur, penguatan tenaga ahli, serta pembangunan infrastruktur pendukung. “Langkah ini bertujuan agar pengembangan kapal selam berjalan sesuai target dan standar kualitas internasional,” katanya. Ia menekankan bahwa proses ini memerlukan kesiapan teknis yang matang, termasuk integrasi teknologi canggih yang diperoleh melalui kerja sama dengan Naval Group.
Koordinasi dan Transfer Teknologi
Menurut Kaharuddin, PT PAL dan Naval Group terus meningkatkan kolaborasi melalui program transfer teknologi (ToT) dan pengetahuan. “Kerja sama ini tidak hanya memastikan keberhasilan proyek, tetapi juga membantu meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional,” terangnya. Proses transfer teknologi ini memastikan bahwa tim PT PAL mampu memproduksi dan menguji kapal selam dengan standar global, sekaligus mengembangkan kapal selam berbasis teknologi Advanced and Improved Propulsion (AIP).
Progres Teknis dan Pengembangan
Dalam fase pra-produksi, PT PAL mengirimkan sejumlah insinyur ke Cherbourg, Prancis, untuk mengikuti pelatihan intensif bersama Naval Group. “Tujuan utama dari keberangkatan ini adalah memperkaya keterampilan tenaga kerja dalam menyusun komponen kapal selam modern,” tambah Kaharuddin. Ia juga mengungkapkan bahwa proses fabrikasi untuk bagian kualifikasi telah dimulai dan diresmikan pada 12 Desember 2025 di Surabaya. “Ini menandai langkah awal dalam membangun kapal selam yang siap untuk dipasang secara keseluruhan,” ujarnya.
Komentar dari Naval Group
Direktur Program SRI Naval Group, Vincent Vimont, menegaskan bahwa kerja sama dengan PT PAL menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan industri pertahanan Indonesia. “Dengan bergabung dalam program transfer keterampilan yang ambisius, Indonesia bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan membangun ekosistem industri yang kuat,” kata Vimont. Ia menambahkan bahwa perjanjian kerja sama dengan PT PAL, sebagai galangan kapal berpengalaman, akan mendukung realisasi visi tersebut.
Vimont menjelaskan bahwa proyek Scorpene Evolved menggambarkan komitmen bersama dalam mengembangkan kemampuan manufaktur kapal selam. “Kerja sama ini tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga menciptakan sinergi antara pengalaman lokal dan teknologi internasional,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa dengan teknologi AIP, Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang mampu memproduksi kapal selam secara mandiri. “Ini menegaskan kemajuan dalam penguasaan teknologi strategis serta kesiapan industri pertahanan untuk bersaing di tingkat global,” lanjutnya.
Kemajuan Teknologi Nasional
Kaharuddin menambahkan bahwa pembangunan kapal selam Scorpene Evolved merupakan tonggak penting bagi kemajuan teknologi Indonesia. “Dengan teknologi AIP, kita tidak hanya mengembangkan kapal selam, tetapi juga memperkuat kemampuan operasional TNI AL,” ujarnya. Fase pra-produksi ini menandai langkah awal dalam memastikan bahwa kapal selam yang akan dihasilkan mampu memenuhi standar internasional. Selain itu, pihaknya berharap proyek ini bisa menjadi contoh keberhasilan dalam membangun industri pertahanan yang mandiri.
Direktur Utama PT PAL juga memaparkan bahwa fase pra-produksi memberikan waktu untuk mengevaluasi segala aspek teknis, mulai dari desain hingga manajemen produksi. “Dengan persiapan yang matang, kita bisa meminimalkan risiko selama proses produksi utama,” katanya. Ia menekankan pentingnya investasi dalam sumber daya manusia, karena manusia adalah faktor utama keberhasilan dalam industri pertahanan. “Keterampilan tenaga ahli yang baik akan menjadi jaminan bahwa kapal selam yang dibuat memiliki kualitas tinggi,” ujarnya.
Persiapan untuk Pembangunan Kapal Selam
Kaharuddin menjelaskan bahwa selain pengiriman insinyur ke Prancis, PT PAL juga sedang memperkuat sistem produksi dengan membangun fasilitas pendukung. “Ini adalah langkah strategis untuk memastikan adanya kapasitas lokal dalam memproduksi kapal selam secara besar-besaran,” ucapnya. Ia menyebut bahwa fase pra-produksi akan memastikan semua komponen kapal selam diproduksi sesuai spesifikasi yang telah disepakati bersama Naval Group.
Sementara itu, Vincent Vimont menjelaskan bahwa kerja sama dengan PT PAL tidak hanya tentang transfer teknologi, tetapi juga tentang pembentukan kemitraan jangka panjang. “Dengan menggabungkan keahlian PT PAL dan pengalaman Naval Group, kita bisa menciptakan kapal selam yang adaptif terhadap kebutuhan pertahanan Indonesia,” katanya. Ia menyoroti bahwa proyek ini akan memberikan dampak signifikan pada sektor pertahanan, baik dalam hal ketersediaan peralatan maupun pembentukan industri yang lebih besar.
Kesiapan untuk Kompetisi Global
Kaharuddin menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kapal selam Scorpene Evolved menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam memproduksi perangkat pertahanan yang berkualitas. “Ini tidak hanya memperkuat posisi kita di regional, tetapi juga menegaskan kompetensi dalam industri pertahanan global,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembangunan kapal selam berbasis teknologi AIP akan memberikan nilai tambah dalam kemampuan navigasi dan operasional, yang sangat penting dalam konteks keamanan laut yang dinamis.
Vimont menambahkan bahwa kerja sama ini memberikan peluang untuk mengembangkan ekosistem industri yang lebih luas, termasuk pengembangan pelatihan, riset, dan manufaktur. “Kita berharap proyek ini menjadi wadah untuk pertumbuhan industri pertahanan yang berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa kapasitas lokal yang semakin kuat akan mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus mendorong inovasi dalam bidang pembuatan kapal selam.
Langkah Kunci untuk Indsutri Pertahanan Nasional
Direktur Utama PT PAL menegaskan bahwa proses pra-produksi adalah fondasi untuk keberhasilan program kapal selam Scorpene Evolved. “Dengan menyiapkan segala aspek teknis sejak awal, kita bisa memastikan kecepatan dan kualitas pembuatan kapal selam,” kata Kaharuddin. Ia menyoroti bahwa ini adalah kesempatan emas untuk membangun kemampuan manufaktur dan menunjukkan kompetensi Indonesia dalam bidang pertahanan laut.
Kerja sama dengan Naval Group juga diharapkan menjadi contoh kemitraan yang baik dalam industri pertahanan. “Proyek ini mencerminkan upaya kolaboratif untuk menciptakan kapal selam yang memiliki daya tawar tinggi di pasar internasional,” ujarnya. Kaharuddin memprediksi bahwa pembangunan kapal selam ini akan memberikan dampak luas, baik secara ekonomi maupun militer. “Indonesia bisa menjadi pusat produksi kapal selam di kawasan Asia Tenggara, jika semua persiapan ini dilakukan dengan baik,” katanya.