Latest Program: Nusron targetkan sertifikasi 14.000 tanah wakaf di Sulsel setahun

Nusron Wahid Dorong Sertifikasi Tanah Wakaf di Sulawesi Selatan Mencapai Target Ambisius

Latest Program – Jakarta — Menteri Agraria dan Tata Ruang yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, telah menetapkan sasaran strategis untuk menyelesaikan proses sertifikasi sebanyak 14.000 bidang tanah wakaf di wilayah Sulawesi Selatan. Target ambisius ini ditargetkan dapat tercapai dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Penetapan sasaran tersebut didasarkan pada data terkini yang menunjukkan bahwa baru sekitar 24 persen dari total tanah wakaf di provinsi tersebut yang telah memiliki sertifikat resmi.

Dalam pernyataannya yang disampaikan di Jakarta pada hari Jumat, Menteri Nusron mengungkapkan harapannya melalui nota kesepahaman yang telah ditandatangani. “Dengan kerja sama MoU ini, semoga kekurangan sekitar 14 ribu bidang tanah wakaf mudah-mudahan selesai dalam waktu satu tahun,” ujarnya dengan penuh optimisme. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mempercepat pemerataan sertifikasi tanah di seluruh Indonesia, khususnya untuk aset-aset keagamaan yang memiliki nilai strategis.

Penandatanganan MoU dengan 28 Rektor Perguruan Tinggi

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman secara resmi dengan 28 rektor dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Selatan. Kolaborasi ini dirancang untuk mengaktifkan peran institusi pendidikan tinggi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan yang ada di daerah. Fokus utama dari kerjasama ini adalah mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf melalui implementasi program Kuliah Kerja Nyata Tematik yang telah terbukti efektif di berbagai wilayah.

Program KKN Tematik ini memungkinkan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman lapangan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam penyelesaian masalah pertanahan yang selama ini menjadi kendala bagi banyak pemilik tanah wakaf. Kementerian ATR/BPN berharap model ini dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mempercepat sertifikasi di tingkat daerah.

Capaian Rendah dan Perbandingan dengan Rata-Rata Nasional

Menurut data yang dihimpun oleh Kementerian Agama melalui Sistem Informasi Wakaf atau yang dikenal dengan singkatan SIWAK, terdapat sekitar 18.000 bidang tanah wakaf yang tercatat di Sulawesi Selatan. Namun, dari jumlah tersebut, baru 4.516 bidang atau setara dengan 24,87 persen yang telah berhasil mendapatkan sertifikat. Angka ini menunjukkan bahwa masih terdapat celah yang cukup signifikan antara jumlah tanah wakaf yang ada dengan jumlah yang telah tersertifikasi.

Perbandingan dengan tingkat nasional menunjukkan bahwa capaian di Sulsel masih berada di bawah rata-rata. Secara nasional, persentase tanah wakaf yang telah bersertifikat telah mencapai sekitar 58 persen. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan Kementerian ATR/BPN untuk melakukan percepatan yang lebih agresif. “Saya mohon bantuan Bapak-Bapak Rektor agar KKN Tematik ini betul-betul memiliki KPI (indikator kerja utama) yang jelas dan berdampak kepada masyarakat,” tegas Menteri Nusron dalam kesempatan tersebut.

Target Nasional 2028 dan Model Sukses dari Pekalongan

Secara nasional, Kementerian ATR/BPN telah menetapkan visi yang jelas untuk memastikan seluruh tanah wakaf di Indonesia telah memiliki sertifikat pada tahun 2028. Pelibatan perguruan tinggi melalui program KKN Tematik menjadi salah satu strategi utama dalam upaya mencapai target tersebut. Model ini telah terbukti berhasil diterapkan oleh Universitas K.H. Abdurrahman Wahid yang berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah.

Dalam periode tiga bulan saja, mahasiswa yang mengikuti program KKN Tematik dari universitas tersebut berhasil membantu menyelesaikan sertifikasi untuk 2.487 bidang tanah wakaf. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan berbasis mahasiswa dapat memberikan hasil yang signifikan dalam waktu relatif singkat. “Keberhasilan itu saya ‘copy paste’ saya bawa ke sini. Harapan saya, tahun depan saat datang lagi ke Sulawesi Selatan, sertipikat tanah wakaf dan tempat ibadah semua agama di Sulawesi Selatan sudah mencapai 100 persen atau minimal mendekati 100 persen,” ungkap Menteri Nusron dengan antusias.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *