Latest Program: Wamentan minta HKTI kawal program pertanian hingga ke petani

Peran Strategis HKTI Dalam Mengawal Kebijakan Pertanian

Latest Program – Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, sejumlah langkah konkret telah diambil oleh pemerintah untuk memastikan program-program pertanian dapat direalisasikan secara optimal. Dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa organisasi tersebut memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam mengawasi implementasi kebijakan pertanian hingga ke tingkat petani.

HKTI Sebagai Garda Terdepan

Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, mengatakan bahwa organisasi tersebut bukan hanya lembaga biasa, tetapi menjadi “garda terdepan” yang memastikan kebijakan pertanian benar-benar dirasakan oleh para petani di lapangan. “HKTI harus menjadi mata, telinga, dan corong pemerintah,” tuturnya dalam peringatan HUT HKTI di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin. Menurutnya, program pertanian tidak boleh hanya berupa dokumen atau rancangan, tetapi harus menjadi nyata bagi masyarakat tani.

“HKTI memiliki tanggung jawab untuk mengawasi kebijakan pertanian agar sampai ke petani secara efektif dan tepat sasaran,” ujar Sudaryono. Ia menekankan bahwa konsolidasi internal HKTI yang telah solid dan tidak terdualisme kepengurusan menjadi alasan kuat bagi penguatan peran organisasi ini. “Kehadiran HKTI yang bersatu memberikan kekuatan besar untuk mendorong sektor pertanian dari pusat hingga ke daerah,” tambahnya.

Upaya Pembenahan Sektoral

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan penyesuaian dan perbaikan menyeluruh di seluruh rantai produksi, mulai dari hulu hingga hilir. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan dan mencegah ketergantungan terhadap impor. Beberapa inisiatif yang diambil meliputi percepatan perbaikan sistem irigasi, penyederhanaan distribusi pupuk, serta pengawasan harga gabah dan jagung agar tetap menguntungkan petani.

“Kita memastikan pupuk tersedia, distribusi dipermudah, dan harga tetap berpihak pada petani,” jelas Sudaryono. Ia menambahkan bahwa penguatan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk HKTI sebagai pihak yang secara langsung menghubungkan kebijakan dengan kehidupan sehari-hari para petani. “Kerja sama yang kuat antara pemerintah dan HKTI menciptakan jalan untuk keberlanjutan hasil pertanian,” katanya.

Kinerja Sektoral yang Meningkat

Pemerintah juga mengungkapkan beberapa capaian signifikan dalam sektor pertanian selama beberapa tahun terakhir. Salah satu indikator penting adalah kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 125,35—angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Selain itu, produksi beras nasional pada tahun 2025 meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen. Capaian ini menunjukkan penguatan sektor pertanian yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan pasokan pangan.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan pertanian nasional tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga pada kesejahteraan petani,” katanya. Sudaryono menyebutkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah mencapai rekor baru dengan menembus angka lebih dari 5 juta ton. “Ini menjadi bukti bahwa kita sudah mampu membangun ketahanan pangan secara mandiri,” ujar dia.

Swasembada Pangan dan Produksi Lokal

Salah satu target utama pemerintah adalah mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Dalam beberapa komoditas strategis seperti telur dan daging ayam, produksi dalam negeri telah mencapai tingkat swasembada. “Kita optimistis bahwa produksi lokal terus meningkat, sehingga ketergantungan impor bisa ditekan secara signifikan,” ungkap Sudaryono. Ia juga menyebutkan bahwa pertumbuhan sektor pertanian mencapai 5,74 persen—angka tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Kemitraan yang Kuat untuk Pertanian Berdaulat

Sudaryono menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program pertanian tidak terlepas dari kerja sama yang terjalin secara harmonis antara pemerintah, petani, dan HKTI. “Kita tidak meninggalkan satu pun petani. Semua upaya dilakukan bersama,” katanya. Organisasi tani ini diperankan sebagai “penghubung utama di lapangan,” yang memastikan bahwa kebijakan dan program tidak hanya dirancang, tetapi juga dijalankan secara efektif oleh masyarakat tani.

Lebih lanjut, Sudaryono menyampaikan bahwa keterlibatan HKTI dalam proyek pembangunan pertanian menjadi penopang penting dalam mencapai ketahanan pangan. “Peran HKTI dalam mengawasi, menghubungkan, dan mengkoordinasi kebijakan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” ujarnya. Ia berharap organisasi tersebut dapat terus menjaga keberlanjutan dan transparansi dalam menyebarkan program-program pemerintah ke tingkat bawah.

Komitmen Terhadap Keterlibatan Petani

Dalam kesempatan itu, Sudaryono menekankan bahwa keberhasilan pertanian Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi atau kebijakan, tetapi juga pada partisipasi aktif petani. “Kita tidak ingin petani terabaikan dalam proses pengambilan keputusan. Mereka harus menjadi bagian dari semua upaya pembangunan,” katanya. Dengan sinergi antara pemerintah, HKTI, dan petani, pihaknya optimis bahwa sektor pertanian akan terus tumbuh dan menjadi pilar utama dalam mewujudkan pangan yang mandiri.

Selain itu, Sudaryono menyebutkan bahwa proyek penguatan pertanian juga melibatkan berbagai aspek seperti peningkatan infrastruktur, pendidikan tani, dan distribusi sumber daya. “Dengan meningkatkan kualitas SDM petani dan memperbaiki sistem distribusi, kita bisa memastikan hasil pertanian tetap stabil,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap harga pokok bahan pangan, terutama beras, yang menjadi komoditas utama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kerja Bersama untuk Kesejahteraan Petani

Keterlibatan HKTI dalam program ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan kebijakan pertanian tidak hanya bermuara pada data, tetapi juga menjadi realitas yang dirasakan oleh petani. “Ini adalah bukti bahwa kerja sama antara pemerintah dan HKTI bisa menghasilkan kemajuan yang nyata,” katanya. Sudaryono juga meminta HKTI terus memperkuat jaringan di daerah, agar setiap program pertanian dapat diimplementasikan secara merata.

Dengan adanya keberlanjutan dalam kinerja HKTI dan dukungan pemerintah, harapan untuk menjadikan pertanian Indonesia sebagai sektor yang mandiri dan berdaulat semakin mungkin terwujud. “Kita harus terus bergerak dan menjaga komitmen untuk memperkuat posisi petani sebagai aktor utama,” pungkas Sudaryono. Ia yakin bahwa dengan sinergi ini, sektor pertanian bisa menjadi motor penggerak perekonomian nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *