Pertamina EP Jambi monetisasi gas Sengeti dengan cadangan 14,76 BSCF
Pertamina EP Jambi Sukses Komersialisasi Gas Sengeti dengan Cadangan 14,76 BSCF
Pertamina EP Jambi monetisasi gas Sengeti – Jambi mencatatkan pencapaian penting dalam sektor energi ketika Pertamina EP Jambi berhasil melakukan monetisasi gas bumi dari Lapangan Sengeti yang berlokasi di Kabupaten Muaro Jambi. Cadangan gas yang dimiliki lapangan ini mencapai angka 14,76 billion standard cubic feet atau disingkat BSCF. Langkah strategis ini diproyeksikan mampu mendorong ketahanan energi serta menarik investasi baru di Provinsi Jambi ke depannya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mefredi selaku General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1 dalam keterangan resminya yang dirilis di Jambi pada hari Kamis.
Penjualan Gas Pertama Setelah Satu Dekade
Proyek ini menandai momen bersejarah sebagai penjualan gas pertama dari Field Jambi setelah hampir satu dekade lamanya. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi tonggak dimulainya optimalisasi potensi stranded gas atau gas terisolasi yang selama ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Keterbatasan akses pasar dan infrastruktur menjadi hambatan utama sebelumnya. Mefredi menjelaskan bahwa keberhasilan komersialisasi Lapangan Sengeti memiliki makna strategis bagi Pertamina EP.
Proyek ini menjadi penjualan gas pertama dari Field Jambi setelah hampir satu dekade. Keberhasilan ini sekaligus menandai dimulainya optimalisasi potensi stranded gas yang selama ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan akses pasar dan infrastruktur.
Selain menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan, proyek ini berfungsi sebagai proyek percontohan atau pilot project dalam pengembangan stranded gas di Field Jambi. Pencapaian ini juga menjadi referensi penting bagi percepatan komersialisasi lapangan-lapangan gas lainnya. Beberapa nama yang disebutkan antara lain Sungai Gelam, Puspa, Puspa Asri, Simpang Tuan, hingga Meruap.
Detail Kontrak dan Pembeli Gas
Lapangan Sengeti memiliki volume kontrak penjualan sekitar 13,4 BSCF yang rencananya akan disalurkan selama periode tujuh tahun. Melalui proses seleksi yang ketat, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN ditetapkan sebagai pembeli gas setelah memenuhi seluruh kriteria evaluasi yang telah ditentukan. Mefredi mengungkapkan bahwa hasil bruto penjualan gas di Sengeti diperkirakan mencapai sekitar Rp1,6 triliun sepanjang masa kontrak berjalan.
Nilai tersebut akan memberikan kontribusi ekonomi melalui mekanisme bagi hasil migas, pajak, serta ketentuan fiskal yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa pengalaman mulai dari pematangan teknis, penyusunan skema rencana komersialisasi, market intelligence, proses pemilihan dan penetapan pembeli, hingga proses pengajuan permohonan penetapan alokasi dan harga gas kepada Menteri ESDM melalui SKK Migas menjadi pembelajaran berharga. Hal ini diharapkan menjadi pembelajaran penting dalam mempercepat pengembangan potensi gas yang selama ini belum termanfaatkan.
Dampak Ekonomi bagi Daerah Jambi
Dari sisi daerah, proyek Sengeti diharapkan mampu memberikan efek domino bagi perekonomian melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, serta tumbuhnya peluang usaha bagi pelaku UMKM di sekitar wilayah operasi. Peluang ini terutama terlihat pada tahap konstruksi maupun operasional. Pemerintah daerah juga dilibatkan dalam pengembangan proyek melalui koordinasi terkait perizinan, kesesuaian tata ruang, dan sinkronisasi dengan program pembangunan daerah.
Sementara itu, Senior Manager Commercial Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan Rahmat Keslani menambahkan bahwa keberhasilan Lapangan Sengeti membuka peluang pengembangan ekosistem gas di Provinsi Jambi.
Rahmat Keslani menambahkan bahwa keberhasilan Lapangan Sengeti membuka peluang pengembangan ekosistem gas di Provinsi Jambi. Menurut dia, semakin banyak lapangan gas yang berhasil dikomersialkan, semakin besar pula peluang hadirnya industri berbasis gas serta pembangunan infrastruktur energi yang dapat meningkatkan daya saing daerah. Dalam mendukung program swasembada energi nasional, gas dari Lapangan Sengeti dimanfaatkan oleh PGN untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pembangkit listrik, termasuk di wilayah Batam dan sektor strategis lainnya.
Prospek Pengembangan Lapangan Gas Lainnya
Saat ini, perusahaan juga tengah mempercepat proses komersialisasi beberapa lapangan lain. Di antaranya adalah Lapangan Sungai Gelam yang menunggu penetapan alokasi dan harga serta izin prinsip tie-in, serta Lapangan Puspa dan Puspa Asri yang sedang dalam proses pengajuan permohonan penetapan alokasi dan harga. Sementara itu, Lapangan Simpang Tuan masih dalam tahap pematangan aspek teknis dan keekonomian, tambahnya. Seluruh upaya ini menunjukkan komitmen kuat Pertamina dalam mengoptimalkan potensi energi nasional.