PIHPS: Harga cabai rawit Rp52.750/kg, telur ayam Rp22.650/kg

1 week ago  ·  4 min read
By Linda Hernandez - pemandanganindah.com
khrisna-gen-1787195229-4e9c2acace

Pergerakan Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Tembus Rp52.750 per Kg, Telur Ayam Rp22.650 per Kg

Pemandanganindah.com – PIHPS – Setiap pagi, jutaan rumah tangga di Indonesia membuka kulkas dengan satu pertanyaan sederhana: cukupkah anggaran belanja untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga? Data yang dipublikasikan pada Kamis pukul 08.30 WIB oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional — lembaga pemantauan yang dioperasikan di bawah naungan Bank Indonesia — memberikan gambaran terkini mengenai posisi harga di tingkat pedagang eceran secara nasional. Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik; mereka menentukan apakah seorang ibu rumah tangga di Jakarta, Surabaya, atau Medan harus memangkas porsi lauk pauk untuk anak-anaknya pada minggu itu.

Vegetasi dan Bumbu Dasar: Cabai Rawit Jadi Sorotan

Di antara seluruh komoditas yang dipantau, cabai rawit merah menempati posisi paling mencolok dengan harga Rp52.750 per kilogram. Angka ini menjadikan cabai rawit merah komoditas termahal dalam daftar bumbu dapur pada periode pengamatan tersebut. Sebagai perbandingan, cabai rawit hijau tercatat di level Rp36.500 per kg, sementara cabai merah keriting berada di Rp37.500 per kg dan cabai merah besar di Rp30.000 per kg. Kesenjangan harga antara varian cabai ini kerap membingungkan konsumen yang tidak memahami bahwa perbedaan warna, ukuran, dan tingkat pedas menghasilkan rantai pasok serta biaya logistik yang berbeda.

Bawang merah dan bawang putih, dua bahan dasar hampir setiap masakan Nusantara, masing-masing diperdagangkan di harga Rp32.250 per kg dan Rp31.000 per kg. Posisi harga keduanya yang relatif berdekatan menunjukkan bahwa tekanan pasokan pada kelompok bawang masih berlangsung seragam di tingkat eceran nasional.

Protein Hewani: Telur dan Daging

Telur ayam ras, sumber protein hewani paling terjangkau bagi mayoritas keluarga Indonesia, tercatat pada Rp22.650 per kilogram. Harga ini menjadikannya alternatif paling ekonomis dibandingkan daging ayam ras segar yang berada di level Rp41.650 per kg. Bagi rumah tangga dengan anggaran terbatas, selisih hampir Rp19.000 per kg antara telur dan daging ayam menjadi pertimbangan praktis dalam menyusun menu mingguan.

Di segmen daging merah, daging sapi kualitas I diperdagangkan pada Rp138.750 per kg, sedangkan kualitas II berada di Rp130.000 per kg. Harga yang mendekati Rp140.000 per kg menempatkan daging sapi sebagai komoditas premium dalam keranjang belanja pangan nasional, jauh di atas jangkauan konsumsi rutin bagi banyak kelompok pendapatan menengah ke bawah.

Beras: Enam Tier Kualitas dengan Rentang Harga Terkendali

Beras, sebagai makanan pokok yang dikonsumsi oleh hampir seluruh populasi Indonesia, dipantau dalam enam kategori kualitas. Beras kualitas bawah II menjadi yang termurah di daftar dengan Rp13.500 per kg, diikuti bawah I di Rp14.550 per kg. Kategori medium II dan medium I masing-masing berada di Rp15.250 dan Rp15.950 per kg. Sementara itu, beras super II dan super I menempati posisi tertinggi dalam hierarki beras pada Rp16.150 dan Rp16.550 per kg.

Perlu dicatat bahwa rentang harga antar tier kualitas beras relatif sempit — hanya sekitar Rp3.000 per kg antara yang termurah dan yang termahal. Struktur harga ini mencerminkan kebijakan stabilisasi pasokan pangan pokok yang dijalankan pemerintah, di mana beras mendapat perhatian khusus melalui mekanisme cadangan beras pemerintah dan intervensi pasar saat terjadi lonjakan.

Minyak Goreng dan Gula: Bahan Pokok Dapur Sehari-hari

Minyak goreng curah, yang masih menjadi pilihan utama bagi pedagang kaki lima dan rumah tangga beranggaran ketat, tercatat pada Rp21.100 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek kategori I berada sedikit lebih tinggi di Rp22.250 per liter, sedangkan kategori II di Rp21.250 per liter. Selisih harga antara produk curah dan kemasan bermerek menunjukkan bahwa konsumen membayar premi sekitar Rp1.000–1.150 per liter untuk kemasan dan merek, sebuah keputusan yang sering kali ditentukan oleh preferensi rasa dan kepercayaan terhadap standar produksi.

Gula pasir premium diperdagangkan pada Rp18.500 per kg, sementara gula pasir lokal berada di Rp17.000 per kg. Selisih Rp1.500 per kg antara kedua varian ini relatif kecil dan umumnya tidak mengubah keputusan pembelian secara signifikan bagi konsumen rumah tangga.

Implikasi bagi Anggaran Rumah Tangga

Pergerakan harga pada komoditas-komoditas di atas memiliki dampak langsung terhadap inflasi kelompok makanan, yang secara historis menyumbang porsi terbesar dalam inflasi konsumen Indonesia. Ketika harga cabai dan bawang bergerak naik secara simultan, efeknya terasa paling tajam pada kelompok pendapatan bawah karena porsi belanja pangan mereka terhadap total pengeluaran jauh lebih besar dibandingkan kelompok menengah atas. Pemantauan rutin oleh PIHPS memberikan transparansi yang memungkinkan konsumen membuat keputusan belanja secara lebih informasional, sekaligus memberi sinyal kepada otoritas kebijakan pangan apabila diperlukan intervensi pasar.

Sebagai catatan metodologis, seluruh angka yang diuraikan di atas merepresentasikan rata-rata harga di tingkat pedagang eceran secara nasional pada satu titik waktu tertentu. Harga aktual di pasar lokal dapat berbeda akibat faktor jarak distribusi, musim panen, dan dinamika penawaran-permintaan regional. Konsumen disarankan untuk membandingkan harga antar toko sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Frequently Asked Questions

What is PIHPS?

PIHPS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does PIHPS matter?

PIHPS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category