Solving Problems: Pertamina optimalkan produksi migas Rokan lewat penguatan kelistrikan

Solving Problems: PHR Perkuat Kelistrikan untuk Optimalkan Produksi Migas Rokan

Solving Problems – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah menyelesaikan upaya penguatan infrastruktur kelistrikan di Lapangan Libo yang berlokasi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Langkah strategis ini diambil guna mendukung pengoperasian berbagai sumur baru serta mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi (migas) secara keseluruhan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan keberlanjutan operasional di Wilayah Kerja Rokan yang telah menjadi tulang punggung energi nasional selama puluhan tahun.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Sebastian Julius, menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan yang telah dicapai. Dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta pada hari Selasa, ia menekankan pentingnya infrastruktur ini bagi Zona Rokan. “Infrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat, dan efisien untuk keandalan produksi,” ujarnya dengan penuh optimisme. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Solving Problems dalam sektor energi memerlukan pendekatan holistik terhadap infrastruktur pendukung.

Produksi Migas Tidak Hanya Bergantung pada Cadangan

Andre Wijanarko, sebagai General Manager Zona Rokan, menjelaskan bahwa dalam industri migas, tingkat produksi tidak semata-mata ditentukan oleh cadangan yang tertimbun di bawah permukaan bumi. Di balik setiap sumur yang sedang beroperasi, terdapat sistem penunjang yang bekerja tanpa henti. Salah satu komponen krusial dari sistem tersebut adalah pasokan listrik yang andal dan konsisten. Solving Problems dalam konteks ini berarti memastikan bahwa setiap aspek operasional berjalan sinergis untuk memaksimalkan output.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas pemboran dan pengoperasian fasilitas produksi, kebutuhan daya listrik mengalami peningkatan yang signifikan. Berbagai peralatan produksi, mulai dari Electrical Submersible Pump (ESP) hingga Water Injection Pump (WIP), memerlukan pasokan energi yang stabil agar minyak dapat diproduksikan secara optimal. Tanpa dukungan kelistrikan yang memadai, upaya peningkatan produksi akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Hal ini menjadi fokus utama dalam strategi Solving Problems yang diterapkan PHR untuk menjaga konsistensi produksi.

Proyek Libo Substation Upgrade

Melalui proyek Libo Substation Upgrade, PHR berhasil meningkatkan kapasitas gardu induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA. Penambahan sebesar 14 MVA ini dirancang khusus untuk mendukung pengembangan sumur-sumur baru dan menjaga keberlanjutan produksi migas di Wilayah Kerja Rokan. Bagi area Libo Southeast, peningkatan kapasitas listrik menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Proyek ini merupakan wujud nyata dari pendekatan Solving Problems yang mengutamakan infrastruktur sebagai fondasi keberhasilan operasional.

Kawasan ini saat ini menjadi salah satu fokus utama pengembangan sumur produksi dan sumur injeksi. Seiring dengan bertambahnya aktivitas di lapangan, kebutuhan daya listrik pun terus meningkat. Penguatan infrastruktur ini memastikan bahwa setiap sumur baru yang dioperasikan memiliki dukungan energi yang memadai. Dengan kapasitas yang telah ditingkatkan, PHR dapat menampung lebih banyak sumur tanpa mengorbankan stabilitas pasokan listrik yang menjadi kunci Solving Problems di lapangan.

Dari sisi teknis, proyek ini mencakup berbagai komponen penting. Pemasangan power transformer berkapasitas 14 MVA menjadi salah satu elemen utama. Selain itu, terdapat pula voltage regulator 1,4 MVA, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, serta penarikan jaringan kabel distribusi sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Semua komponen ini bekerja terintegrasi untuk memastikan stabilitas pasokan energi yang menjadi fondasi Solving Problems dalam operasional migas.

“Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional,” ujarnya.

Bagi PHR, gardu induk yang kini memiliki kapasitas lebih besar itu bukan sekadar fasilitas kelistrikan biasa. Ia menjadi penggerak di balik operasi lapangan, memastikan energi terus mengalir sehingga produksi migas dari Lapangan Libo dapat terus memberi kontribusi bagi kebutuhan energi Indonesia. Dengan infrastruktur yang telah ditingkatkan, perusahaan siap menghadapi tantangan produksi di masa depan dan memastikan setiap sumur beroperasi dengan efisiensi maksimal. Pendekatan Solving Problems ini akan terus dikembangkan untuk memastikan Rokan tetap menjadi kontributor utama energi nasional di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *