Topics Covered: Intervensi URSIP daerah irigasi Way Sekampung Lampung capai 36.197 ha
URSIP Intervensi di Way Sekampung Lampung Capai 36.197 Ha
Topics Covered – Topik utama yang dibahas dalam proyek intervensi URSIP (Urgent Rehabilitation of Strategic Irrigation Project) adalah perbaikan sistem irigasi daerah Way Sekampung, Lampung, yang mencakup luas lahan sekitar 36.197 hektare. Proyek ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan air pertanian, memastikan distribusi air yang lebih optimal dan efisien. Dedi Yudha Lesmana, Pelaksana Tugas Direktur Irigasi dan Rawa, mengatakan bahwa tahun ini, URSIP dijalankan di 56 wilayah di Indonesia, termasuk Lampung, dengan fokus pada rehabilitasi jaringan irigasi secara darurat.
Sumber Pendanaan dan Infrastruktur yang Diperbaiki
Topik yang juga menjadi perhatian utama adalah sumber pendanaan URSIP, yang berasal dari PLN dengan dukungan Korea Selatan melalui EDCF (Economic Development Cooperation Fund) dan skema kontrak tahun jamak (MYC). “Dana ini digunakan untuk membangun serta memperkuat infrastruktur seperti jembatan, pintu air, dan sadap,” jelas Dedi. Proyek ini mencakup perbaikan berbagai elemen seperti gorong-gorong, talang, dan pelimpah yang berperan dalam mengalirkan air ke lahan pertanian. Selain itu, pengerjaan jalan inspeksi dan sarana pendukung seperti sanggar P3A serta trashrack juga dilakukan untuk memudahkan pengawasan dan pemanfaatan.
“Topik utama yang diangkat dalam URSIP adalah peningkatan akses air bagi petani, yang menjadi kunci keberhasilan produksi pangan,” tutur Dedi.
Topik lain yang diungkapkan dalam proyek ini adalah peningkatan efisiensi penggunaan air, yang diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dari 1,80 menjadi 2,20. “Perubahan indeks ini berdampak langsung pada peningkatan hasil padi, dengan proyeksi tambahan 44 ribu ton gabah per tahun,” tambahnya. URSIP juga menjadi bagian dari kebijakan asta cita dan Inpres 2/2025, yang bertujuan mendorong swasembada pangan. Dengan perbaikan sistem irigasi, petani diharapkan bisa memperoleh pasokan air yang lebih stabil dan terukur.
Pemetaan Daerah Irigasi yang Diperbaiki
Topik utama lainnya adalah distribusi intervensi URSIP di berbagai daerah irigasi. Di DI (Daerah Irigasi) Bekri, pengerjaan fokus pada perbaikan saluran primer dan sekunder dengan panjang mencapai 6.213 meter dan 34.253 meter, serta meliputi 5.507 hektare. “Perbaikan ini mendukung pengelolaan air yang lebih merata di wilayah tersebut,” ujar Dedi. Sementara DI Punggur Utara menyelesaikan perbaikan jaringan irigasi dengan panjang saluran primer 19.150 meter dan saluran sekunder 51.570 meter, yang menjangkau 13.369 hektare lahan pertanian.
Di DI Rumbia Barat, intervensi mencakup pengembangan saluran primer sepanjang 20.780 meter dan saluran sekunder 52.038 meter, yang menutupi 5.665 hektare. “Topik yang diangkat dalam proyek ini adalah peningkatan infrastruktur yang rusak, khususnya untuk mengurangi kebocoran air,” jelasnya. DI Sekampung Batanghari juga mendapat perhatian, dengan saluran primer 25.517 meter dan saluran sekunder 29.136 meter, yang menutupi 8.595 hektare. “Saluran ini menjadi tulang punggung distribusi air selama musim tanam,” imbuh Dedi.
Topik terakhir yang diungkapkan adalah pengerjaan di DI Batanghari Utara, yang mencakup saluran primer 7.670 meter dan saluran sekunder 16.763 meter, menjangkau 2.561 hektare. “Perbaikan di sini bertujuan meningkatkan kapasitas irigasi untuk memastikan kebutuhan air petani terpenuhi,” terang Dedi. Proyek URSIP di setiap lokasi dirancang secara terpadu, mempertimbangkan kebutuhan spesifik setiap daerah irigasi.
Topik yang terus dijelaskan adalah manfaat jangka panjang dari URSIP. “Kenaikan indeks pertanaman tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan,” kata Dedi. Dengan mengoptimalkan penggunaan air, proyek ini berkontribusi pada kebijakan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. “Topik utama yang diangkat dalam evaluasi proyek ini adalah keterpaduan antara infrastruktur irigasi dan produktivitas pertanian,” tambahnya.
Topik penutup yang disampaikan adalah keberhasilan URSIP sebagai bagian dari upaya nasional. “Selain memperbaiki sistem irigasi, proyek ini juga menciptakan ruang untuk peningkatan kapasitas pertanian secara berkelanjutan,” ujar Dedi. Proyek yang mencakup luas lahan sebesar 36.197 hektare ini diharapkan menjadi contoh keberhasilan intervensi daerah irigasi, terutama dalam mengatasi tantangan pengelolaan air yang sering dihadapi petani.