New Policy: Kurang fokus di akhir laga lawan Pelita Jaya jadi evaluasi Hornbills
Kurang Fokus di Akhir Laga Lawan Pelita Jaya Jadi Evaluasi Hornbills
New Policy – Bogor, Jakarta – Pelatih Bogor Hornbills, Cesar Camara, mengungkapkan bahwa kurangnya konsentrasi di masa akhir pertandingan saat menghadapi Pelita Jaya Jakarta dalam laga pembuka babak final IBL 2026, di GMSB, Jakarta, Jumat (17/6), menjadi salah satu poin evaluasi yang perlu diperbaiki oleh tim asal Kabupaten Bogor. Menurut Camara, kekurangan tersebut menyebabkan lawan memperoleh kemenangan berharga 90-87 lewat babak tambahan (overtime), sekaligus meraih keunggulan 1-0 dalam seri final yang berlangsung dalam sistem best-of-five. “Kami harus mencari strategi yang lebih efektif untuk menutup pertandingan, karena peluang menang tetap terbuka hingga menit-menit terakhir babak keempat,” ujarnya usai pertandingan.
Analisis Permainan di Momen Penting
Camara menjelaskan bahwa detail permainan di fase penentuan menjadi faktor utama yang memengaruhi hasil laga. Meski timnya mampu menjalankan sebagian besar rencana strategis dan menjaga keunggulan hingga menit ke-28 babak keempat, keputusan-keputusan di akhir pertandingan mengalami kekurangan. “Konsistensi dalam menjalankan taktik dan keputusan tepat sangat krusial di masa kritis, tapi kami gagal memanfaatkan peluang tersebut,” tambahnya.
Dalam pertandingan tersebut, Bogor Hornbills sempat menguasai laga dengan keunggulan sembilan poin di sisa waktu 2,5 menit babak keempat. Namun, kurangnya fokus di menit-menit akhir membuat Pelita Jaya Jakarta mampu menyamakan kedudukan dan memaksa laga berlanjut ke overtime. Camara menekankan bahwa keunggulan timnya selama sebagian besar pertandingan tidak cukup untuk menjamin kemenangan, karena lawan mampu memanfaatkan setiap kesalahan kecil.
“Hal-hal kecil pada menit akhir pertandingan menjadi pelajaran penting, karena lawan mampu menghukum kami dari setiap kesalahan yang dibuat,” kata Muhammad Fhirdan Guntara, small forward dari Bogor Hornbills.
Fhirdan Guntara, salah satu pemain inti tim, juga mengakui bahwa kesalahan-kesalahan kecil pada fase penentukan menjadi penentu hasil akhir. Meski para pemain sudah memahami pola permainan Pelita Jaya dan mampu mengimbangi permainan lawan sepanjang pertandingan, ketidakstabilan mental di menit akhir membuat mereka kehilangan keunggulan. “Kami terbiasa bermain baik, tapi di situasi kritis, konsentrasi turun,” ungkap Fhirdan.
Berada dalam posisi unggul, Hornbills justru mengalami tekanan berlebihan di akhir laga. Pemain lokal Pelita Jaya berhasil memperlihatkan performa maksimal di momen-momen krusial, sementara tim asal Bogor mengalami hambatan dalam eksekusi serangan dan pengambilan keputusan. Fhirdan menambahkan bahwa walaupun pertandingan pertama belum berakhir, timnya tetap optimistis karena memiliki peluang besar untuk memperbaiki kesalahan di laga kedua.
Persiapan untuk Laga Kedua Final
Camara mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap kinerja tim akan menjadi fokus utama dalam persiapan untuk laga kedua final, yang akan dihelat di tempat yang sama, GMSB, Jakarta, pada Minggu (21/6). “Kami harus memperbaiki penyelesaian serangan dan kemampuan mengambil keputusan saat tekanan meningkat,” jelasnya. Dia menekankan bahwa keberhasilan lawan dalam mengambil keuntungan dari kesalahan kecil menunjukkan betapa pentingnya pengendalian emosi dan fokus di masa akhir pertandingan.
Berhasil mencetak skor yang mengejutkan, Pelita Jaya Jakarta menunjukkan ketangguhan dalam memanfaatkan peluang. Di sisi lain, Bogor Hornbills, meski kalah, tetap menunjukkan potensi untuk bangkit. Camara berharap timnya mampu memperbaiki kelemahan tersebut dan meraih kemenangan di laga berikutnya. “Kami tidak boleh larut dalam kekecewaan, karena masih ada waktu untuk memperbaiki diri sebelum seri final berakhir,” pungkasnya.
Dalam pertandingan pembuka final, Bogor Hornbills menunjukkan performa yang cukup solid, terutama di babak pertama dan kedua. Namun, di babak ketiga, mereka mengalami sedikit penurunan performa, yang kemudian berdampak pada pertandingan di kuarter keempat. Meski sempat unggul delapan poin di menit ke-28, kekacauan di menit akhir membuat lawan menangkap kesempatan untuk membalikkan skor. Camara mengakui bahwa beberapa keputusan teknis di akhir laga memang menjadi titik lemah yang perlu diperbaiki.
Sebagai pelatih asal Spanyol, Camara juga menyoroti peran pemain lokal Pelita Jaya dalam menentukan hasil. “Ketangguhan mereka di saat-saat penting menunjukkan kualitas tim yang tak terduga,” katanya. Meski demikian, dia yakin bahwa Hornbills memiliki kemampuan untuk memperbaiki kekurangan tersebut. “Kami sudah mempelajari kekuatan lawan dan siap untuk menang di pertandingan kedua,” tegas Camara.
Dalam menilai permainan, Camara menyebutkan bahwa timnya mampu menunjukkan dominasi di babak pertama dengan skor yang menguntungkan. Namun, di babak kedua, Pelita Jaya Jakarta mampu mengejar ketertinggalan dan memperketat pertandingan. Fhirdan Guntara juga menyoroti kemampuan lawan dalam memanfaatkan situasi yang dianggap mudah diambil oleh Hornbills. “Mereka sangat cermat dalam mengambil keputusan di akhir pertandingan, sementara kami terburu-buru dan membuat kesalahan yang tidak seharusnya terjadi,” ujarnya.
Pelita Jaya Jakarta, dengan taktik yang tepat dan kepercayaan diri yang tinggi, mampu mengubah skor di menit-menit kritis. Dalam overtime, mereka menunjukkan ketahanan mental dan kecepatan eksekusi yang lebih baik dibandingkan tim Bogor. Camara mengakui bahwa faktor mental menjadi kunci dalam pertandingan tersebut, dan timnya perlu meningkatkan fokus untuk menghindari kehilangan peluang.
Secara keseluruhan, Bogor Hornbills menilai bahwa laga pertama final menjadi pengalaman berharga. Meski kalah, mereka memahami bahwa keunggulan di menit akhir bisa terlewat jika tidak mampu mempertahankan performa hingga akhir. Fhirdan Guntara berharap bahwa laga kedua akan menjadi