Key Strategy: Kunjungan Kadispenal di LKBN ANTARA
Kunjungan Kadispenal di LKBN ANTARA
Key Strategy – Kunjungan yang dilakukan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul ke pusat kebudayaan ANTARA Heritage Center di Jakarta, Kamis (7/5/2026), menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antarlembaga. Selain itu, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk membangun kerja sama strategis dalam rangka menyebarkan informasi tentang program-program TNI Angkatan Laut kepada publik. Hadir dalam acara tersebut adalah Virgandhi Prayudantoro, Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi LKBN ANTARA, serta jurnalis senior ANTARA Marbun. Mereka secara bersamaan menjelajahi ruang museum yang menjadi pusat perkenalan sejarah dan budaya kelembagaan.
Aktivitas di ANTARA Heritage Center
Kunjungan Kadispenal berlangsung di bawah pengawasan tim dokumentasi ANTARA FOTO, dengan Asprilla Dwi Adha sebagai fotografer utama. Selama berkunjung, para tamu memperhatikan koleksi-koleksi sejarah yang disajikan di museum, termasuk peralatan militer dan dokumen penting. Virgandhi Prayudantoro, yang duduk di sebelah kanan, menyampaikan bahwa pusat ini menjadi wadah penting untuk mendokumentasikan peran media dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan.
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr Penanggung Jawab Redaksi LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro (kanan) dan Kadispenal Tunggul (kiri) meninjau ruang museum ANTARA Heritage Center di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Mereka berbagi wawasan tentang bagaimana media bisa menjadi penyebar informasi militer secara lebih efektif.
Kadispenal Tunggul, selama kegiatan, menekankan pentingnya sinergi antara lembaga penerangan militer dan media cetak. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan narasi yang lebih komprehensif dan menarik bagi masyarakat. Marbun, sebagai jurnalis senior, memberikan perspektif tentang keberlanjutan media dalam mencatat peristiwa sejarah angkatan laut.
Pemberian Cendera Mata sebagai Simbol Kolaborasi
Usai mengunjungi museum, Virgandhi Prayudantoro melakukan upacara serah terima cendera mata berupa buku Haluan Merah Putih kepada Kadispenal Tunggul. Buku tersebut merupakan hasil karya jurnalis ANTARA yang menyoroti perjalanan media dalam mendukung kegiatan pertahanan nasional. Tunggul merespons dengan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kontribusi yang diberikan.
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr Virgandhi Prayudantoro, Penanggung Jawab Redaksi LKBN ANTARA, menyerahkan cendera mata berupa buku Haluan Merah Putih kepada Kadispenal Tunggul di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan kemitraan yang dijalin.
Acara tersebut juga membuka peluang untuk menggali potensi kerja sama di masa depan. Virgandhi Prayudantoro mengatakan bahwa ANTARA Heritage Center memiliki potensi besar dalam memperkaya konten media. “Dengan menggabungkan keahlian media dan penerangan militer, kita bisa menciptakan narasi yang lebih kuat dan relevan,” ujarnya. Tunggul menambahkan bahwa lembaga penerangan angkatan laut akan lebih aktif dalam mengajak media untuk ikut serta dalam proyek-proyek sejarah.
Pertukaran Informasi dan Rencana Kolaborasi
Di ruang diskusi, para peserta bertukar pandangan tentang strategi publikasi terkini. Virgandhi Prayudantoro menjelaskan bahwa ANTARA Heritage Center sedang mengembangkan platform digital untuk menyajikan konten sejarah secara lebih interaktif. Kadispenal Tunggul menyetujui inisiatif tersebut dan menawarkan dukungan dalam menyediakan materi arsip yang lebih lengkap.
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr Virgandhi Prayudantoro (ketiga kiri) dan Kadispenal Tunggul (ketiga kanan) berbincang dalam ruang diskusi ANTARA Heritage Center di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Mereka membahas langkah-langkah untuk memperkuat kemitraan dalam membangun narasi militer yang menarik bagi publik.
Kunjungan ini juga memberikan wawasan tentang bagaimana sejarah angkatan laut dapat dipresentasikan melalui media masa kini. Marbun, yang ikut serta, menyoroti pentingnya konsistensi dalam menggambarkan peran militer dalam pembangunan nasional. “Kita perlu menampilkan informasi yang jelas dan mudah dipahami, agar masyarakat lebih menghargai usaha angkatan laut,” katanya. Tunggul menyetujui saran tersebut dan mengungkapkan rencana kerja sama lebih luas.
Potensi Pembelajaran dan Pengembangan Budaya
ANTARA Heritage Center, sebagai pusat kebudayaan media, dianggap sebagai tempat yang ideal untuk mengeksplorasi bentuk kolaborasi baru. Virgandhi Prayudantoro menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan wawasan tentang bagaimana sejarah dapat dijaga secara profesional. “Kita perlu mengintegrasikan keahlian sejarah dengan teknologi modern agar lebih menjangkau,” tegasnya.
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr Kadispenal Tunggul (kiri) dan Virgandhi Prayudantoro (kanan) melakukan kunjungan ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Mereka berharap kerja sama ini bisa memberikan nilai tambah bagi promosi program angkatan laut.
Dalam beberapa pertemuan sebelumnya, TNI Angkatan Laut dan ANTARA telah sepakat untuk menjalin kerja sama dalam bidang penerangan dan dokumentasi. Virgandhi Prayudantoro menekankan bahwa ANTARA Heritage Center bisa menjadi mitra utama dalam menyebarkan informasi sejarah kelembagaan. “Kita ingin menggali potensi ini untuk menghasilkan konten yang bermutu dan menarik,” kata dia.
Kunjungan Kadispenal Tunggul ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan sejarah angkatan laut kepada kalangan generasi muda. Dengan adanya sinergi antara media dan penerangan militer, diharapkan masyarakat lebih paham peran serta kontribusi angkatan laut dalam pembangunan bangsa. Dalam diskusi akhir, Tunggul mengajak ANTARA untuk terus berinovasi dalam memperkaya narasi sejarah.
Kerja sama yang terjalin bukan hanya sekadar pertukaran informasi, tetapi juga pengembangan konten yang lebih komprehensif. ANTARA Heritage Center akan menjadi sumber daya penting dalam menyajikan peristiwa sejarah kelembagaan melalui lensa media. Dalam waktu dekat, pihak-pihak terkait akan mengadakan pertemuan rutin untuk mengkoordinasikan proyek penerbitan dan pameran.
Kunjungan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi