Today’s News: Tradisi Tahwee perayaan Sejit di Cibarusah

Today s News: Tradisi Tahwee dan Perayaan Sejit di Cibarusah

Today s News – Rabu, 8 Juli 2026 menjadi hari yang istimewa bagi masyarakat keturunan Tionghoa di wilayah Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada pagi hari itu, para jemaat terlihat melangkah penuh keyakinan di atas bara api yang membara. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi Tahwee yang diselenggarakan dalam rangka perayaan Shejit Dewa Bumi di Klenteng Ngo Kok Ong. Suasana khidmat menyelimuti area klenteng saat para peserta melakukan prosesi berjalan di atas bara tersebut. Sebagai berita terkini, Today s News menghadirkan dokumentasi lengkap mengenai tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad ini.

Makna Spiritual Tradisi Tahwee

Tradisi Tahwee yang dilakukan oleh warga setempat memiliki makna yang sangat dalam bagi komunitas Tionghoa lokal. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari perayaan Sejit, yaitu hari ulang tahun Dewa yang dipuja di dalam klenteng. Klenteng Ngo Kok Ong yang menjadi tempat penyelenggaraan acara ini telah berdiri sejak lama dan saat ini genap berusia 342 tahun. Usia yang sangat panjang tersebut menjadikan klenteng ini sebagai salah satu tempat ibadah Tionghoa tertua di wilayah Jawa Barat. Menurut Today s News, tradisi ini menjadi simbol kuat dari kemampuan manusia untuk menolak bala dan menghadapi segala tantangan kehidupan.

Prosesi berjalan di atas bara api bukan sekadar ritual biasa, melainkan simbol kuat dari kemampuan manusia untuk menolak bala dan menghadapi segala tantangan kehidupan. Para peserta percaya bahwa dengan melangkah di atas bara yang panas, mereka akan mendapatkan perlindungan dari berbagai musibah. Selain itu, tradisi ini juga menjadi momen untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi diri sendiri maupun keluarga. Setiap langkah di atas bara api diyakini sebagai bentuk keteguhan hati dan keimanan yang kuat.

Suasana Perayaan di Klenteng Ngo Kok Ong

Perayaan Shejit Dewa Bumi di klenteng bersejarah ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Warga keturunan Tionghoa dari berbagai kalangan hadir untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara. Mereka datang dengan pakaian rapi dan membawa serta semangat untuk mengikuti seluruh prosesi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Para peserta tampak antusias dan penuh keyakinan saat melangkah di atas bara api yang telah disiapkan. Today s News mencatat bahwa kehadiran masyarakat dari berbagai generasi menunjukkan betapa pentingnya tradisi ini bagi komunitas lokal.

Klenteng Ngo Kok Ong yang terletak di Cibarusah menjadi pusat kegiatan spiritual bagi masyarakat Tionghoa di kawasan tersebut. Bangunan klenteng yang telah berusia ratusan tahun ini menyimpan banyak cerita dan sejarah panjang. Setiap perayaan Sejit selalu menjadi momen penting untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur. Tradisi Tahwee yang dilakukan saat perayaan ini merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap Dewa Bumi yang dianggap sebagai pelindung dan pemberi keselamatan. Melalui Today s News, tradisi ini terus dikenalkan kepada masyarakat luas.

Tradisi Tahwee merupakan rangkaian Sejit atau ulang tahun Dewa di klenteng yang telah berusia ke-342 tahun, yang digelar sebagai simbol menolak bala serta doa memohon keselamatan.

Warisan Budaya yang Terus Hidup

Keberadaan tradisi Tahwee di Cibarusah menunjukkan betapa kuatnya ikatan generasi muda dengan warisan budaya leluhur mereka. Meskipun zaman terus berubah, masyarakat Tionghoa di wilayah ini tetap setia menjaga berbagai ritual tradisional yang telah ada sejak lama. Prosesi berjalan di atas bara api merupakan salah satu contoh nyata bagaimana masyarakat lokal mempertahankan identitas budaya mereka. Today s News melaporkan bahwa minat generasi muda terhadap tradisi ini semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Perayaan Shejit Dewa Bumi di Klenteng Ngo Kok Ong tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga momen untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Berbagai kegiatan pendukung juga biasanya diselenggarakan bersamaan dengan prosesi utama. Hal ini membuat perayaan menjadi lebih meriah dan bermakna bagi seluruh peserta yang hadir. Tradisi ini menjadi bukti bahwa warisan budaya Tionghoa masih hidup dan berkembang di Indonesia hingga saat ini.

Antara Foto/Darryl Ramadhan/wsj mencatat momen berharga ini melalui dokumentasi fotografinya. Momen para warga keturunan Tionghoa yang berjalan di atas bara api saat mengikuti tradisi Tahwee dalam perayaan Shejit Dewa Bumi di Klenteng Ngo Kok Ong, di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026) berhasil diabadikan dengan baik. Today s News menghadirkan berita ini sebagai bagian dari liputan mengenai kekayaan budaya Indonesia yang terus dilestarikan oleh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *