Latest Program: Kris Dayanti harap anak Indonesia bisa menambah literasi digital
Latest Program: Kris Dayanti Harap Anak Indonesia Mahir Digital
Latest Program – Penyanyi dan aktris ternama Kris Dayanti menyampaikan aspirasinya yang mendalam agar generasi muda Indonesia semakin mahir dalam memanfaatkan literasi digital. Melalui berbagai tontonan film yang memberikan kesan mendalam serta mampu menumbuhkan semangat positif dalam diri mereka, anak-anak dapat belajar secara tidak langsung. Di momen menjelang Hari Anak, ia berharap anak-anak Indonesia mampu menjadi lebih mandiri dalam memilih dan mengonsumsi film-film yang relevan untuk meningkatkan kemampuan digital mereka. Hal ini menjadi sangat penting di era di mana teknologi semakin mendominasi kehidupan sehari-hari.
Kris Dayanti mengungkapkan pandangan tersebut saat ditemui oleh para wartawan dalam acara peluncuran film live-action “Moana” di Jakarta, pada hari Rabu tanggal 8 Juli. Ia menekankan pentingnya kesadaran anak-anak dalam mengonsumsi konten digital yang sesuai dengan usia mereka. Sebagai seorang ibu dan figur publik, Kris Dayanti merasa memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan generasi penerus bangsa.
Kecemasan Terhadap Penggunaan Media Sosial
Menurut Kris Dayanti, penggunaan media sosial yang tidak dilakukan secara bijak dapat menyebabkan anak-anak terpapar informasi yang belum tentu sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat maraknya platform digital yang diakses oleh berbagai kalangan usia. Anak-anak kini tidak hanya menggunakan internet untuk belajar, tetapi juga untuk bersosialisasi, bermain, dan bahkan berbelanja online.
Ia juga menambahkan bahwa masa libur keluarga merupakan waktu yang tepat untuk dimanfaatkan. Orang tua dapat mengajak anak-anak menonton film yang memang sebatas dan sepantas usia untuk mereka konsumsi. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif dalam konteks literasi digital. Dengan menonton film bersama, orang tua dapat mendampingi anak-anak dalam memahami konten yang mereka tonton.
Menjelang Hari Anak tentunya, kita pengin anak-anak Indonesia lebih independen bisa memilih dan mengonsumsi film-film apa yang bisa menambah literasi digital mereka, kata Kris Dayanti.
Momentum Hari Anak Nasional
Kris Dayanti berharap peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dapat menjadi momentum bagi semakin banyak anak Indonesia untuk merasa bangga menjadi anak Indonesia. Dalam hal ini, ia turut mendukung program Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau yang dikenal sebagai PP Tunas. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memberikan perlindungan yang lebih komprehensif.
Saya juga mendukung Mbak Meutya Hafid (Menteri Komunikasi dan Digital) untuk PP Tunas itu bisa realisasi supaya anak-anak kita enggak terkontaminasi hal-hal yang enggak sesuai dengan usianya, ujar Kris Dayanti.
Regulasi Akses Digital Berdasarkan Usia
Adapun dalam PP Tunas diatur bahwa batasan usia anak dalam mengakses media sosial dan layanan digital yakni di bawah 13 tahun, yang hanya diperbolehkan memiliki akun pada produk dan layanan digital berisiko rendah dan dirancang khusus untuk anak-anak, serta harus disertai izin orang tua. Bagi anak usia 13 hingga 15 tahun, dapat mengakses layanan digital dengan risiko sedang, dengan tetap memerlukan persetujuan orang tua. Bagi anak berusia 16 hingga 17 tahun, diizinkan mengakses layanan digital dengan risiko tinggi seperti media sosial umum asalkan mendapat persetujuan orang tua.
Regulasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih komprehensif bagi anak-anak Indonesia di era digital. Dengan adanya batasan usia yang jelas, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan aman dari konten-konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Kris Dayanti berharap implementasi PP Tunas ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda Indonesia. Melalui Latest Program ini, diharapkan lebih banyak pihak yang peduli terhadap literasi digital anak-anak Indonesia.