Meeting Results: ORI pastikan saran perbaikan kelola Sekolah Rakyat ditindaklanjuti
ORI Pastikan Saran Perbaikan Kelola Sekolah Rakyat Akan Dilaksanakan
Meeting Results – Jakarta – Lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) telah memastikan bahwa saran-saran terkait peningkatan pengelolaan Sekolah Rakyat akan diberikan respons yang serius. Upaya ini bertujuan memperkuat komitmen pengawasan terhadap program prioritas nasional yang bergerak di bidang sosial. Anggota ORI, Nuzran Joher, mengungkapkan bahwa lembaganya akan memberikan dukungan penuh dalam mengawasi pelaksanaan Sekolah Rakyat, guna memastikan bahwa hak pendidikan dasar bagi masyarakat miskin ekstrem dapat terpenuhi secara efektif.
Pertemuan Antara ORI dan Kementerian Sosial
Dalam rangka mewujudkan evaluasi mendalam, Nuzran Joher bersama tim Keasistenan Utama Manajemen Pencegahan Malaadministrasi melakukan pertemuan kerja dengan pihak Kementerian Sosial (Kemensos). Kegiatan ini berlangsung di Jakarta pada hari Selasa, 26 Mei, dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemensos, Afrizan Tanjung. Pertemuan tersebut bertujuan memeriksa sejauh mana Kemensos telah menindaklanjuti tujuh rekomendasi yang diberikan ORI sebelumnya, yaitu pada 5 Desember 2025.
“Kami berharap program Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai dengan ekspektasi Bapak Presiden serta amanat Undang-Undang Dasar, sehingga mampu memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat yang kurang beruntung,” ujar Nuzran dalam pernyataannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk meninjau kembali proses penerapan rekomendasi yang sudah diberikan. Nuzran Joher menyampaikan apresiasi terhadap sikap terbuka dan komitmen Kemensos dalam menerima masukan dari ORI. Ia menegaskan bahwa rekomendasi dan saran dari lembaganya diharapkan dapat meminimalkan risiko malaadministrasi dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Menurut Nuzran, hasil diskusi pertemuan menunjukkan bahwa Kemensos telah melakukan perbaikan secara substansial sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Dari tujuh saran yang diajukan, pihak Kemensos sudah bergerak untuk menerapkan perubahan. Hal ini membuat Nuzran senang, karena proses perbaikan telah dijalankan dengan baik.
Sebagai program yang baru dicanangkan kurang dari setahun lalu, Nuzran mengakui bahwa dinamika dalam penerapan regulasi dan operasional tata kelola menjadi hal yang wajar. Namun, ia menekankan bahwa upaya untuk memperbaiki sistem harus terus dilakukan agar program tersebut mampu berjalan optimal. Ombudsman RI mencatat bahwa Kemensos telah menerima delapan poin penting dari rekomendasi yang diberikan, yang akan dilaksanakan secara bertahap.
Komitmen Kemensos terhadap Transparansi dan Akuntabilitas
Robben Rico, Sekretaris Jenderal Kemensos, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat menghargai hasil kajian serta rekomendasi yang disampaikan ORI. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi fokus utama dalam upaya pemerintah untuk memberikan pendidikan dasar kepada masyarakat miskin ekstrem. ” Kami ingin memastikan bahwa program ini tepat sasaran, tanpa celah yang bisa memicu malaadministrasi,” katanya.
Robben Rico menambahkan bahwa pihak Kemensos berkomitmen untuk memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam semua aspek pelaksanaan program. Ia juga mengajak ORI untuk tidak hanya mengawasi dari sisi regulasi, tetapi juga melibatkan diri dalam memantau pelaksanaan teknis di lapangan. “Kerja sama antara ORI dan Kemensos sangat penting untuk menjamin kualitas program ini secara menyeluruh,” ujarnya.
Menyikapi permintaan Kemensos tersebut, ORI telah menyiapkan langkah strategis untuk menjalin kerja sama yang lebih erat. Salah satu tindakan yang diambil adalah menginstruksikan kepada 34 kepala perwakilan di seluruh Indonesia untuk terlibat langsung dalam pengawasan program Sekolah Rakyat. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang berkelanjutan, sehingga program tersebut mampu berjalan sempurna sesuai dengan harapan Presiden.
Pelaksanaan Teknis di Lapangan
Kemajuan dalam pengelolaan Sekolah Rakyat tidak hanya tergantung pada dokumen-dokumen formal, tetapi juga pada keberhasilan pelaksanaan teknis di lapangan. Robben Rico menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus diterapkan mulai dari perencanaan hingga evaluasi akhir. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan setiap langkah dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat memantau dan memberikan masukan.
Nuzran Joher menyetujui rencana tersebut, karena pengawasan yang lebih intensif akan meningkatkan kualitas program. Dalam sesi diskusi, ia menyoroti pentingnya partisipasi aktif dari lembaga eksternal seperti ORI untuk mengidentifikasi kelemahan dan memberikan saran yang lebih tepat. “Kerja sama ini menjadi bentuk kolaborasi yang harmonis antara lembaga pengawas dan pelaksana,” jelas Nuzran.
Sekolah Rakyat, sebagai salah satu program prioritas nasional, dirancang untuk memberikan akses pendidikan dasar kepada anak-anak dari masyarakat miskin ekstrem. Dengan adanya perbaikan di berbagai aspek tata kelola, program ini diharapkan mampu mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan memastikan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pelajaran yang layak. Nuzran menambahkan bahwa upaya pengawasan yang lebih ketat akan meminimalkan potensi kesalahan dalam pelaksanaan, sehingga manfaat program bisa dirasakan secara maksimal.
Pengembangan Kerja Sama Formal
Hasil pertemuan tersebut menjadi dasar untuk menjalin kerja sama formal yang lebih erat antara ORI dan Kemensos. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengawasan terhadap Sekolah Rakyat tidak hanya berupa evaluasi rutin, tetapi juga bisa berupa intervensi langsung di lapangan. Nuzran Joher menyampaikan bahwa pihaknya akan memastikan bahwa 34 kepala perwakilan diberikan petunjuk agar bisa bekerja sama secara sinergis.
Kerja sama ini juga menjadi penanda bahwa ORI dan Kemensos memiliki visi yang sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan partisipasi aktif dari pihak perwakilan, diharapkan bisa mencegah malaadministrasi dan meningkatkan akuntabilitas. “Sinergi antara lembaga pengawas dan pelaksana sangat krusial untuk mencapai hasil yang optimal,” ujar Nuzran.
Dalam masa depan, ORI berharap bisa terus mendukung Kemensos dalam memperbaiki sistem tata kelola Sekolah Rakyat. Nuzran Joher menegaskan bahwa rekomendasi-rekomendasi yang diberikan akan menjadi pedoman utama dalam perbaikan berkelanjutan. Ia menilai bahwa pengawasan dari luar bisa memberikan perspektif yang berbeda dan mengidentifikasi aspek-aspek yang mungkin terlewat dalam evaluasi internal.
Program Sekolah Rakyat dianggap sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang paling rentan. Dengan adanya perbaikan dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan bisa menciptakan sistem yang lebih efektif dan transparan. “Kami yakin bahwa kerja sama ini akan menjadi fondasi kuat untuk menjaga kualitas program ke depan,” tambah Nuzran dalam penutupannya.
Sebagai penutup, Nuzran Joher menegaskan bahwa upaya pengawasan terhadap Sekolah Rakyat adalah bagian dari komitmen ORI untuk menjaga kualitas pelayanan publik. Ia menilai bahwa dengan adanya respons yang cepat dan tindak lanjut yang komprehensif, program ini akan terus berkembang sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.