What Happened During: Imigrasi operasikan 306 unit autogate di sejumlah TPI laut dan udara

Imigrasi Operasikan 306 Unit Autogate di Sejumlah TPI Laut dan Udara

What Happened During – Jakarta – Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) kini telah mengoperasikan 306 unit autogate di sejumlah tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) baik udara maupun laut. Teknologi ini, yang dikenal sebagai sistem perlintasan otomatis, dirancang untuk mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian sekaligus meningkatkan transparansi dalam layanan. Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menjelaskan bahwa autogate menjadi alat penting dalam upaya mewujudkan keimigrasian yang lebih efisien dan minim pungutan liar (pungli).

Penggunaan Autogate untuk Transparansi dan Kepuasan Pelintas

Menurut Hendarsam, sistem ini tidak hanya mencegah praktik pungli tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal kepada warga negara Indonesia serta pelintas internasional. “Dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, autogate menjadi sarana untuk menunjukkan kinerja yang transparan dan bersih dari pungli,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa autogate mempercepat pemrosesan dokumen perjalanan dengan menggantikan prosedur manual, seperti pengisian formulir fisik atau verifikasi dokumen secara langsung.

“Proses pemindaian paspor dan biometrik berjalan otomatis, sehingga pemeriksaan keimigrasian per pelintas hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 detik,” kata Hendarsam, saat diwawancara di Jakarta, Jumat.

Distribusi Autogate di Berbagai TPI

Sistem autogate ini tersebar di 11 TPI yang mencakup 288 unit di bandara (TPI udara) dan 18 unit di pelabuhan (TPI laut). Hendarsam menjelaskan bahwa penyebaran fasilitas tersebut bertujuan untuk memastikan semua pelintas, baik dari dalam maupun luar negeri, dapat menggunakan teknologi ini secara merata. “Kita fokus pada area yang memiliki lalu lintas tinggi, seperti bandara internasional dan pelabuhan utama,” ujarnya.

Dalam kunjungan Ombudsman RI ke Pelabuhan Batam Center, Kepulauan Riau (Kepri), pada Kamis (18/6), mereka menyebutkan bahwa penambahan autogate menjadi langkah strategis untuk mengurangi kepadatan penumpang dan meningkatkan kualitas layanan. “Kami melihat peningkatan kinerja yang signifikan, baik dari segi kecepatan maupun ketelitian,” ujar Ombudsman, dalam laporan yang disampaikan Hendarsam.

Keamanan dan Integrasi Teknologi

Autogate dilengkapi dengan teknologi pemindaian wajah yang dapat memvalidasi keaslian dokumen perjalanan secara instan. Teknologi ini terintegrasi langsung dengan basis data cegah dan tangkal (cekal) serta Interpol, sehingga secara otomatis akan menolak pelintas yang masuk dalam daftar sanksi atau memiliki catatan kriminal. “Ini meminimalkan risiko kesalahan pengambilan data dan memastikan setiap pelintas diperiksa secara akurat,” jelas Hendarsam.

Ditjen Imigrasi juga menekankan bahwa sistem autogate mampu memangkas birokrasi. Sebelumnya, proses pemeriksaan membutuhkan waktu yang lebih lama karena bergantung pada verifikasi manual. Dengan teknologi otomatis, penggunaan waktu dan sumber daya manusia di TPI menjadi lebih optimal. “Selain itu, autogate juga mengurangi risiko korupsi karena semua proses dapat dipantau secara digital,” tambahnya.

Pengembangan dan Proyeksi di Tahun 2026

Menyambut tren kenaikan arus penumpang internasional yang terus meningkat, Ditjen Imigrasi memproyeksikan bahwa modernisasi sistem akan memastikan stabilitas pelayanan. Hendarsam menyatakan bahwa penambahan unit autogate pada 2026 akan memperkuat kemampuan TPI dalam menangani volume pelintas yang semakin besar. “Kami juga berencana mengembangkan teknologi ini lebih lanjut, seperti menambah fasilitas di TPI kelas menengah untuk memperluas akses,” katanya.

Sejak diterapkan, penggunaan autogate telah mencapai rata-rata 63 hingga 64 persen dari total pelintas di TPI utama. Angka ini menunjukkan preferensi publik terhadap layanan digital yang lebih cepat dan nyaman. Hendarsam menilai bahwa teknologi ini bukan hanya efektif dalam meningkatkan efisiensi tetapi juga menjadi gambaran keimigrasian yang lebih profesional dan terbuka.

Manfaat untuk Pengguna dan Penyedia Layanan

Selain manfaat bagi pelintas, autogate juga memberikan dampak positif bagi petugas di TPI. Dengan otomatisasi proses, oknum petugas sulit melakukan penyalahgunaan wewenang, seperti meminta pungutan tambahan. “Sistem ini mengurangi interaksi langsung antara pelintas dan petugas, sehingga menghindari potensi korupsi,” ujarnya.

Hendarsam menyebutkan bahwa integrasi autogate dengan basis data cekal dan interpol juga memperkuat keamanan di pintu masuk. Teknologi ini mampu mengidentifikasi pelintas berisiko secara real-time, sehingga tindakan pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat. “Ini adalah langkah penting untuk menjaga kualitas pengawasan imigrasi,” tambahnya.

Langkah Masa Depan dan Harapan

Ditjen Imigrasi terus berupaya memperluas penggunaan autogate ke TPI lainnya, terutama di wilayah dengan lalu lintas penumpang yang tinggi. Rencana ini dilakukan sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas pemeriksaan dan pelayanan di tengah pertumbuhan jumlah pelintas internasional. Hendarsam berharap teknologi ini dapat menjadi standar baru dalam keimigrasian Indonesia.

Sebagai pengganti prosedur manual yang sering dikritik karena lambat dan rentan terhadap pungli, autogate dianggap sebagai solusi inovatif. Teknologi ini tidak hanya mempercepat proses tetapi juga menciptakan lingkungan pemeriksaan yang lebih adil dan akuntabel. “Kami ingin memastikan setiap pelintas, baik warga negara maupun pengunjung, merasa nyaman dan percaya dengan layanan yang kami berikan,” pungkas Hendarsam.

Manfaat Berkelanjutan dan Keterlibatan Publik

Kepuasan pelintas terhadap sistem autogate terus meningkat, yang terbukti dari angka penggunaan hingga 63-64 persen. Hendarsam mengungkapkan bahwa target ini tercapai karena efisiensi teknologi dan kejelasan proses. “Dengan sistem ini, waktu tunggu pelintas berkurang drastis, dan kejelasan prosedur membuat semua pihak lebih mudah memahami cara kerjanya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti keterlibatan masyarakat dalam penggunaan autogate. “Kami terus mengajak masyarakat memberikan masukan untuk memperbaiki sistem, karena kepuasan pelintas adalah prioritas utama,” ujarnya. Hendarsam menegaskan bahwa pengembangan autogate akan terus dilakukan, dengan penambahan fasilitas di sejumlah TPI laut dan udara guna menghadapi tantangan pelayanan keimigrasian di masa depan.

Penyebaran autogate bukan hanya merevolusi proses pemer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *