BPBD Sulbar imbau masyarakat tetap tenang pasca-gempa 6,7 M di Palu
BPBD Sulbar Mengimbau Masyarakat Tetap Tenang Pasca-Gempa 6,7 Magnitudo di Palu
BPBD Sulbar imbau masyarakat tetap tenang – Kota Mamuju menjadi titik perhatian utama setelah gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa pagi sekitar pukul 11.27 WITA. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan yang dapat terjadi setelah gempa utama. Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan himbauan tersebut di Mamuju, Selasa, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. “Kami meminta warga mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan yang bisa muncul kapan saja setelah gempa utama,” ujarnya, menambahkan bahwa gempa besar seperti ini sering diikuti oleh gempa-gempa kecil yang berpotensi memperburuk kondisi.
Langkah Preventif untuk Menjaga Keselamatan
Yasir Fattah juga menekankan pentingnya masyarakat melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan setelah gempa. “Bangunan yang mengalami keretakan, kerusakan, atau berpotensi membahayakan keselamatan harus dihindari hingga dipastikan aman,” katanya. Kebanyakan warga di Sulawesi Barat memahami risiko yang mungkin muncul setelah gempa utama, sehingga berusaha memastikan lingkungan sekitar mereka tidak terancam. Ia mengingatkan bahwa gempa 6,7 M memiliki dampak signifikan, terutama jika berada di daerah yang memiliki struktur tanah rawan longsor atau gelombang tsunami.
Dalam upaya meminimalkan risiko, BPBD Sulbar menyarankan warga untuk mengikuti arahan petugas darurat melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). “Masyarakat tidak boleh panik dan tetap memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, serta pemerintah daerah setempat,” imbuh Yasir Fattah. Ia menegaskan bahwa kebenaran informasi harus dipastikan sebelum disebarkan, agar tidak menimbulkan kekacauan di tengah keadaan darurat. “Sumber informasi yang terpercaya hanya dapat diperoleh melalui lembaga resmi seperti BMKG dan BPBD,” katanya.
Gempa Dirasakan di Mamuju, Warga Berpindah ke Tempat Aman
Getaran gempa 6,7 M tidak hanya terasa di Palu, tetapi juga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Banyak warga Mamuju merasa gemetar dan langsung berhamburan keluar rumah karena ketakutan akan kerusakan struktur bangunan. Salah satu warga, Salim, mengatakan bahwa getaran tersebut cukup kuat, sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan rumah bersama keluarga. “Getaran gempa cukup terasa, sehingga saya bersama keluarga langsung keluar rumah karena khawatir bangunan roboh,” tambah Salim.
Keadaan serupa juga terjadi di beberapa rumah sakit Mamuju. Di Rumah Sakit Mitra Manakarra, pasien dan tenaga medis sempat bergegas keluar ruangan karena waspada akan potensi kerusakan yang mungkin terjadi. “Kami khawatir bangunan yang pernah roboh pada gempa 6,2 M di Mamuju Januari lalu akan terdampak lagi,” jelas staf rumah sakit. Situasi serupa terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, di mana petugas dan pasien berlarian mencari tempat yang lebih aman. Meski demikian, hingga Selasa sore, BPBD Sulbar belum menerima laporan adanya kerusakan serius atau korban jiwa di Mamuju akibat gempa tersebut.
Kesiapsiagaan Bencana Sebagai Upaya Kolaboratif
Kepada masyarakat, Yasir Fattah mengajak untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari kebersamaan dalam menjaga kestabilan. “Masyarakat diharapkan tetap tenang, saling membantu, dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga,” ujarnya. Ia menekankan bahwa informasi dari sumber resmi adalah kunci untuk mengurangi risiko kesalahpahaman. “Jangan mudah mempercayai berita yang belum diverifikasi, karena bisa menimbulkan kepanikan,” tambah Yasir Fattah.
Pusdalops BPBD Sulbar menjadi pusat koordinasi bagi seluruh upaya penanggulangan bencana pasca-gempa. Lebih dari itu, layanan informasi kebencanaan diperkuat dengan adanya Call Center yang dapat diakses melalui WhatsApp di nomor 0822-2050-0117. Nomer tersebut menjadi jalur langsung untuk menerima laporan kejadian, serta mengetahui langkah darurat yang harus diambil. Yasir Fattah juga mengingatkan bahwa setiap warga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan bersama. “Sikap tenang dan respons cepat akan meminimalkan kerugian,” katanya.
Gempa yang terjadi di Palu menjadi pengingat bahwa bencana alam bisa terjadi kapan saja. BPBD Sulbar berharap masyarakat Sulawesi Barat tidak hanya fokus pada kejadian gempa saat ini, tetapi juga terus memperkuat sistem siaga bencana di tingkat desa, kecamatan, hingga provinsi. “Kesiapsiagaan adalah jaminan utama