Gubernur Maluku lepas keberangkatan 393 calon haji Kloter 24
Gubernur Maluku Lepas Jamaah Calon Haji Kloter 24 ke Makassar
Gubernur Maluku lepas keberangkatan 393 calon – Ambon, Kamis – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa secara resmi melepas 393 jamaah calon haji dari Kota Ambon yang akan berangkat dalam Kloter 24 di Embarkasi Makassar. Acara pelepasan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan pemenuhan ibadah haji tahun 2026, yang diharapkan memberikan pengalaman yang nyaman bagi seluruh peserta. Hadir dalam acara tersebut juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku, Djumadi Wali, yang memberikan penjelasan terkait persiapan dan harapan terhadap para jamaah.
Persiapan dan Evaluasi untuk Kualitas Layanan
Menurut Gubernur, setiap tahun pelaksanaan ibadah haji melalui proses evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan. “Pemerintah daerah terus memperbaiki sistem agar jamaah dapat melakukan ibadah haji dengan aman dan lancar,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya persiapan yang matang, termasuk koordinasi antarinstansi, serta pengawasan terhadap kesehatan dan kebutuhan seluruh jamaah sebelum keberangkatan. Dengan demikian, para calon haji tidak hanya fokus pada ibadah, tetapi juga bisa menjalani perjalanan dengan optimis.
“Saya melepas jamaah calon haji Maluku untuk berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Saya yakin persiapan tahun ini semakin baik. Setiap pelaksanaan haji selalu dilakukan evaluasi agar pelayanan kepada jamaah terus meningkat,” kata Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Kamis.
Prosesi pelepasan dimulai dengan penyerahan bendera kloter oleh Gubernur kepada ketua rombongan, sebagai tanda dimulainya perjalanan menuju Arab Saudi. Tindakan ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam memastikan kelancaran ibadah haji, serta menegaskan bahwa jamaah merupakan bagian penting dari upaya menjaga hubungan baik dengan bangsa dan agama.
Kerja Sama dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji
Dalam sambutannya, Gubernur juga menyampaikan doa agar para jamaah selalu sehat dan bisa menjalani rangkaian ibadah haji secara sempurna. “Kita berdoa semoga jamaah calon haji Maluku diberikan kesehatan yang prima, dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik, dan kembali ke Maluku sebagai haji yang mabrur dan mabruroh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa seluruh jamaah diharapkan menjaga sikap danan profesionalisme, serta menjalankan aturan yang berlaku di tanah suci.
Sebanyak 393 calon haji tersebut dijadwalkan bertolak ke Embarkasi Makassar pada Jumat (8/5) dini hari. Setelah itu, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Mekah dan Madinah sebagai bagian dari ritual ibadah haji. Pemilihan Makassar sebagai embarkasi dipertimbangkan karena kota ini menjadi pusat pembinaan dan penyelenggaraan haji yang lebih terpadu di wilayah Sulawesi Selatan.
“Kami berharap seluruh jamaah senantiasa menjaga kesehatan, menjaga waktu istirahat, mengatur pola makan, serta memperkuat silaturahmi antar sesama jamaah,” kata Djumadi Wali, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku.
Djumadi Wali menjelaskan bahwa selain persiapan logistik, pihaknya juga mengingatkan para jamaah untuk mematuhi aturan yang berlaku di Arab Saudi, terutama dalam penyelenggaraan ibadah haji. “Jamaah juga diharapkan tidak melakukan pelanggaran hukum, terutama yang berkaitan dengan ketentuan dan peraturan pemerintah Arab Saudi,” ujarnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga citra bangsa Indonesia di mata dunia dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar internasional.
Penggantian Calon Haji yang Batal
Dalam proses pendaftaran, terdapat dua calon haji yang batal berangkat karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Namun, kedua nama tersebut telah diganti oleh calon haji lainnya yang terdaftar dalam antrean haji. Djumadi menyampaikan bahwa penggantian ini dilakukan sesuai prosedur, sehingga tidak mengganggu kelancaran kloter yang telah direncanakan. “Ketentuan ini memastikan bahwa semua jamaah yang berangkat memiliki kemampuan fisik dan mental untuk menjalani ibadah haji secara maksimal,” jelasnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku menambahkan bahwa selama perjalanan ke tanah suci, para jamaah juga diwajibkan menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan antar sesama. “Jamaah merupakan tamu Allah SWT, sehingga diharapkan menjaga sikap hormat, saling bantu, dan selalu berada dalam kondisi terbaik,” katanya. Selain itu, ia meminta jamaah untuk berperan aktif dalam menjaga nama baik Indonesia, baik melalui perilaku maupun kepatuhan terhadap protokol yang berlaku.
Persiapan keberangkatan calon haji Kloter 24 ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan, Pemuda, dan Olahraga, serta dinas transportasi. Koordinasi antarlembaga ini bertujuan menghindari hambatan selama perjalanan, baik di tingkat lokal maupun internasional. Selain itu, pihak penyelenggara juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk memastikan semua jamaah dalam kondisi siap.
Gubernur Maluku menegaskan bahwa pembinaan jamaah haji tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada aspek spiritual dan sosial. “Para jamaah seharusnya menjadi contoh dalam menjalani kehidupan dengan tawadhu dan berdisiplin,” imbuhnya. Ia berharap keberangkatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat Mal