Key Discussion: Program makan bergizi di Jambi sentuh 446.087 penerima manfaat
Program Makan Bergizi di Jambi Capai 446.087 Penerima Manfaat
Key Discussion – Kota Jambi – Inisiatif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di wilayah Kota Jambi telah mencapai target penerima manfaat hingga 446.087 orang. Peserta program ini meliputi anak usia di bawah lima tahun, ibu hamil, ibu menyusui, serta siswa dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Mereka tersebar di 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi, menunjukkan keberhasilan MBG dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kerja Sama dan Kontribusi Ekonomi Lokal
Wakil Kepala MBG, Sony Sanjaya, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya memberikan dampak pada kesehatan, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru. “MBG menjadi penggerak ekonomi lokal karena berhasil menyerap tenaga kerja secara signifikan,” jelasnya saat menghadiri rapat koordinasi dengan para mitra, yayasan, tim pengawasan gizi, dan pihak yang terlibat dalam penyajian makanan. Selain itu, Sony menegaskan bahwa MBG telah mampu menekan angka pengangguran di daerah tersebut.
“Program makan bergizi ini telah mengubah kualitas hidup masyarakat, bukan hanya meningkatkan gizi tetapi juga menciptakan pendapatan melalui pekerjaan,” kata Sony Sanjaya di Kota Jambi, Sabtu.
Dalam rapat yang dihadiri oleh berbagai pihak, Sony menyebutkan bahwa dari 205 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, total pekerja yang diberi kesempatan kerja mencapai 9.635 orang. Setiap hari, rata-rata upah yang diterima tenaga kerja sekitar Rp100 ribu per orang. Angka ini membawa dampak besar terhadap anggaran, karena pengeluaran untuk honor pekerja dalam satu hari mencapai hampir Rp963,5 juta. “Ini adalah bukti nyata bahwa MBG tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga ekonomi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Sony Sanjaya menyoroti pentingnya program ini dalam memperkuat sistem pangan di Jambi. “MBG memberikan akses makanan bergizi secara terstruktur, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan wanita hamil,” tuturnya. Selain itu, program ini membantu memperbaiki pola makan masyarakat, yang sebelumnya sering kali tidak seimbang akibat keterbatasan penghasilan.
Peluang Kerja dan Pengelolaan Anggaran
Menurut data yang diungkapkan, setiap SPPG mampu menyerap tenaga kerja dari berbagai latar belakang. Dengan keberadaan 205 unit tersebut, jumlah total pekerja yang dihasilkan mencapai angka yang cukup signifikan. Dalam konteks ekonomi, pengeluaran untuk honor pekerja ini sebanding dengan dampak yang dihasilkan, karena keberadaan mereka membantu mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial.
“Total alokasi dana untuk honor pekerja dari program MBG di Jambi mencapai hampir satu miliar rupiah per hari,” tambah Sony Sanjaya.
Sony Sanjaya juga menekankan bahwa MBG bukan hanya mengurangi pengangguran, tetapi juga memperkuat rantai pasokan di daerah. “Tenaga kerja yang terlibat dalam program ini memastikan kelancaran operasional, termasuk distribusi makanan dan pengawasan kualitas gizi,” jelasnya. Dengan demikian, MBG berperan aktif dalam mendorong ekonomi lokal melalui kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat setempat.
Program MBG menunjukkan dampak yang luas, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain memberikan makanan bergizi, program ini menjadi penggerak dalam pemberdayaan masyarakat. Sony Sanjaya mencontohkan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya terlihat dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari perbaikan kondisi ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja. “Ini adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kelompok Rentan dan Keterlibatan Masyarakat
Masih dalam rapat koordinasi tersebut, Sony Sanjaya memaparkan bahwa program MBG telah menjangkau kelompok rentan yang selama ini kurang mendapat perhatian. Anak-anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui menjadi prioritas utama dalam pemberian bantuan makanan. “Pola pangan yang sehat menjadi fondasi penting untuk pertumbuhan anak dan kesehatan ibu hamil,” jelasnya. Pada sisi lain, program ini juga membantu pelajar dengan menyediakan makanan yang memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
“Hingga saat ini, sebanyak 446.087 masyarakat Jambi sudah merasakan manfaat program ini, termasuk peserta didik,” kata Sony Sanjaya.
Sony menambahkan bahwa keberhasilan MBG memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam membangun ekonomi lokal. “Masyarakat turut andil dalam kegiatan ini, baik sebagai peserta maupun tenaga kerja,” ujarnya. Keterlibatan aktif warga Jambi dalam program ini memperkuat keberlanjutan kebijakan yang dijalankan. Selain itu, Sony berharap program ini dapat terus ditingkatkan untuk menjangkau lebih banyak kelompok yang membutuhkan.
Program MBG juga menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap inisiatif pemerintah dalam peningkatan kesejaht