Key Strategy: Qodari: Presiden siap resmikan 21 RSUD tipe C pada Mei 2026

Qodari Beri Update tentang 21 RSUD Tipe C yang Akan Diresmikan Presiden pada Mei 2026

Key Strategy – Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan rencana resmikan 21 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C pada bulan Mei 2026. Rencana ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang bertujuan memperbaiki kualitas rumah sakit daerah di seluruh Indonesia. Dalam jumpa pers yang diadakan di Jakarta, Rabu, Qodari menjelaskan bahwa 21 RSUD tersebut merupakan salah satu dari total 32 fasilitas kesehatan yang sedang dalam proses pengembangan dalam tiga tahap pelaksanaan.

Program PHTC Fokus pada Pengembangan Fasilitas Kesehatan

Menurut Qodari, 21 RSUD yang akan diresmikan oleh Presiden Prabowo telah memenuhi standar layanan spesialis yang diperlukan. “Dari 32 RSUD yang sedang dibangun, 21 fasilitas telah siap diberi pengarahan resmi oleh Bapak Presiden, yang direncanakan pada Mei 2026,” terangnya. Ia menambahkan bahwa RSUD-rumah sakit tersebut telah dilengkapi tujuh spesialis dasar, termasuk dokter anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, radiologi, serta patologi klinik. Dengan adanya spesialis ini, warga daerah tidak perlu lagi berjalan jauh ke kota besar untuk menerima perawatan medis yang lebih spesialis.

“Ini menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo bahwa setiap warga negara Indonesia, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan layanan kesehatan yang setara dan berkualitas,” ujar Qodari.

Program PHTC, lanjut Qodari, bertujuan menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas di daerah-daerah yang sulit dijangkau, seperti wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Program ini fokus pada peningkatan kelas rumah sakit dari tipe D dan D Pratama menjadi tipe C yang lebih modern. Dalam prosesnya, RSUD tipe C akan dilengkapi berbagai fasilitas kritis seperti ruang operasi, rawat jalan, rawat inap, cathlab, hemodialisa, radiologi, farmasi, serta Central Sterile Supply Department (CSSD).

Progres Pemenuhan Target Tahunan

Dalam penjelasannya, Qodari menyebutkan bahwa hingga 2027, pemerintah menargetkan peningkatan kelas 66 RSUD dari tipe D dan D Pratama menjadi tipe C. Untuk tahun 2025, 22 RSUD dijadwalkan selesai, dengan 17 dari jumlah tersebut telah mencapai progres 100 persen. Sementara lima RSUD lainnya masih dalam tahap pengerjaan, namun capaian kerja sudah melebihi 90 persen. Pada 2026, 20 RSUD akan selesai, sedangkan 24 RSUD pada 2027 masih dalam persiapan awal.

Dalam perbandingan progres hingga 20 April 2026, Qodari mengatakan bahwa seluruh 10 RSUD yang termasuk dalam batch pertama (target 2025) telah rampung. Sementara, di batch kedua, enam RSUD telah selesai, dan lima fasilitas lainnya dalam proses penyelesaian akhir. Batch ketiga, yang mencakup 10 RSUD, masih berjalan dalam tahap konstruksi aktif.

Meski demikian, Qodari menyoroti adanya kendala dalam pembangunan satu RSUD di Kabupaten Kolaka Timur. “Kendala tersebut menyebabkan RSUD tersebut belum bisa diberi pengarahan resmi, tetapi proses pembangunannya tetap berjalan lancar dan sudah memasuki kontrak tahap ketiga,” jelasnya. Ia memastikan bahwa pemerintah terus memantau progres dengan ketat guna memastikan target pencapaian tetap tercapai.

Dampak Sosial-Ekonomi dari PHTC

Qodari menuturkan bahwa program PHTC bukan hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Terutama, adanya RSUD tipe C memperkecil risiko kematian akibat keterlambatan penanganan medis di daerah-daerah terpencil. Selain itu, pembangunan RSUD juga membuka peluang lapangan kerja baru. Setiap RSUD tipe C yang beroperasi, menurutnya, membutuhkan sekitar 300 hingga 500 tenaga kesehatan dan non-kesehatan secara permanen.

“Artinya, ketika 66 RSUD tipe C selesai pada 2027, program ini berpotensi menyerap hampir 20.000 hingga 33.000 pekerja langsung di seluruh Indonesia,” kata Qodari.

Dalam hal biaya transportasi, Qodari menyebutkan bahwa pasien dari wilayah DTPK kini bisa mengakses layanan medis lebih mudah karena RSUD berkualitas sudah tersedia di dekat tempat tinggal mereka. “Biaya perjalanan ke rumah sakit besar dapat berkurang signifikan, yang berdampak pada pengurangan beban ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Program PHTC, menurut Qodari, menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya berjanji, tetapi juga bergerak nyata untuk meningkatkan kualitas hidup warga Indonesia. “Di balik setiap rumah sakit yang selesai, ada masyarakat yang akhirnya mendapatkan hak dasar mereka atas layanan kesehatan yang layak dan bermartabat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa program ini berdampak luas, baik dalam meningkatkan kesehatan masyarakat maupun dalam menciptakan ekonomi lokal.

Langkah Strategis untuk Membangun Infrastruktur Kesehatan Nasional

Kebijakan ini, menurut Qodari, merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem kesehatan nasional. Dengan mengubah kelas RSUD, pemerintah berupaya mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan di berbagai wilayah. “Program ini memastikan layanan medis tersedia secara merata, bahkan di daerah-daerah yang sebelumnya kurang mendapat perhatian,” tambahnya.

Qodari juga menyebutkan bahwa pembangunan RSUD tipe C menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan infrastruktur kesehatan yang tangguh. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, RSUD tidak hanya melayani pasien lokal, tetapi juga menjadi pusat rujukan untuk daerah sekitar. “Kehadiran RSUD tipe C mengurangi ketergantungan pada rumah sakit besar, sehingga masyarakat bisa memperoleh perawatan secara lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Program PHTC, kata Qodari, telah menunjukkan hasil nyata dalam meningkatkan kesejahteraan warga Indonesia. Dengan adanya RSUD tipe C, pasien bisa mendapatkan perawatan spesialis tanpa harus menguras energi dan biaya untuk berpindah ke kota besar. “Ini bukan hanya investasi fisik, tetapi juga investasi pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.

Dalam keseluruhan program, Qodari yakin bahwa PHTC akan terus berkembang dan menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Ia berharap keberhasilan ini dapat dijadikan contoh dalam pengembangan proyek kesehatan di masa depan. “Dengan peningkatan kelas RSUD, kita menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik, sekaligus menciptakan peluang kerja yang lebih banyak,” kata dia.

Program ini, menurut Qodari, juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah. “Presiden Prabowo berkomitmen untuk memastikan setiap warga Indonesia memiliki akses yang layak, dan PHTC adalah bagian dari upaya tersebut,” tambahnya. Dengan progres yang terus mengalir, Qodari optimis bahwa target 66 RSUD tipe C pada 2027 akan tercapai, sehingga masyarakat di seluruh Indonesia dapat menikmati manfaat dari perbaikan kualitas layanan kesehatan yang telah direncanakan secara matang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *