Key Strategy: RSUD Dr Soetomo pastikan pasien meninggal bukan akibat kebakaran
RSUD Dr Soetomo pastikan pasien meninggal bukan akibat kebakaran
Penjelasan dari Wakil Direktur Pelayanan Medik
Key Strategy – Di Surabaya, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr. Soetomo, Ahmad Suryawan, mengklaim bahwa pasien yang meninggal akibat insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Jumat pagi tidak terkait langsung dengan paparan asap. “Pasien sebelumnya telah dilengkapi dengan tiga alat organ vital, yaitu paru-paru, jantung, dan ginjal, serta sedang dalam proses cuci darah, sehingga kematian pasien tidak disebabkan oleh paparan asap, karena seluruh alat bantu tetap memberikan dukungan mesin selama proses evakuasi,” ujarnya saat diwawancara oleh media di Surabaya, Jumat. Ia menjelaskan bahwa seluruh pasien yang menggunakan ventilator tetap mendapatkan bantuan medis selama dipindahkan dari area yang terdampak asap, sehingga kondisi mereka terus dipantau sepanjang proses berlangsung.
“Pasien sebelumnya telah mendapat dukungan tiga alat organ vital, paru-paru, jantung dan ginjal serta dalam persiapan menjalani cuci darah, sehingga pasien meninggal bukan karena asap, karena seluruh alat bantu tetap mendukung mesin saat proses evakuasi,” kata Ahmad Suryawan saat dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Jumat.
Menurut informasi yang diberikan, satu pasien lain yang juga dievakuasi dilaporkan dalam kondisi stabil dan kini menjalani perawatan di ruang resusitasi. “Alhamdulillah, stabil di ruang resusitasi,” tambahnya. Ia juga menyatakan bahwa pihak rumah sakit masih menunggu hasil investigasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta kepolisian setempat mengenai penyebab munculnya asap di lantai lima gedung PPJT. Manajemen RSUD Dr. Soetomo mengungkapkan bahwa sumber pasti kejadian belum dapat ditentukan dan tidak ingin membuat pernyataan dini sebelum proses penyelidikan selesai dilakukan.
“Kami tidak berani berspekulasi, nanti teman-teman Damkar yang menyampaikan hasilnya,” tuturnya.
Pengelolaan Sistem Mitigasi Kebakaran
Dalam rangka meningkatkan keamanan, RSUD Dr. Soetomo terus mengevaluasi sistem mitigasi kebakaran, termasuk pengecekan tekanan hidran yang digunakan saat proses pemadaman. Ia menegaskan bahwa simulasi penanganan kebakaran atau code red telah rutin dilakukan sebagai bagian dari standar keselamatan rumah sakit melalui program Hospital Disaster Program (Hosdip). “Simulasi dan pengecekan alat keselamatan kebakaran, termasuk APAR dan hidran, dilakukan secara berkala sebagai upaya mitigasi,” katanya.
Proses Evakuasi dan Dampak pada Petugas
Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengungkapkan bahwa sekitar 27 pasien terdampak dalam proses evakuasi akibat kebakaran di PPJT. Seluruh pasien telah dipindahkan ke lokasi yang aman. Namun, empat petugas rumah sakit mengalami sesak napas akibat terpapar asap saat membantu proses penyelamatan pasien. “Mereka sudah menggunakan alat pelindung, tetapi harus menerobos area terdampak asap,” ujarnya.
“Mereka sudah menggunakan alat pelindung, tetapi harus menerobos area terdampak asap,” katanya.
Direktur Utama juga menambahkan bahwa simulasi dan pemeriksaan alat keselamatan kebakaran, seperti APAR dan hidran, adalah bagian dari upaya mitigasi yang rutin dilakukan. “Termasuk persiapan akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) yang dijadwalkan pada Agustus besok,” katanya. Insiden tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di area rumah sakit, menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi saat petugas berusaha membersihkan akses bagi mobil pemadam kebakaran.
Keterangan dari Dinas Pemadam Kebakaran
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, mengonfirmasi adanya laporan kemunculan asap dari Gedung PPJT RSUD Dr. Soetomo. Sejumlah personel dan unit pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Insiden tersebut memicu reaksi dari masyarakat sekitar, dengan arus lalu lintas di sekitar kawasan rumah sakit menjadi padat selama proses evakuasi berlangsung.
Persiapan dan Standar Keselamatan Rumah Sakit
Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa sistem mitigasi kebakaran telah diuji coba sebelumnya, termasuk alat-alat seperti ventilator dan hidran yang digunakan untuk memadamkan api. Meski begitu, mereka tetap menerapkan standar keselamatan yang telah ditetapkan, dengan memastikan pasien dan petugas terlindungi sebaik mungkin. Ahmad Suryawan mengatakan bahwa seluruh pasien yang menggunakan perangkat bantu pernapasan tetap dapat dipantau secara real-time selama evakuasi berlangsung, sehingga risiko terhadap nyawa mereka tetap diminimalkan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Jumat pagi, saat kepulan asap muncul dari PPJT. Meski tidak ada laporan awal mengenai api yang membara, situasi kritis terjadi akibat kepadatan asap yang mengganggu operasional rumah sakit. Dinas Pemadam Kebakaran dan kepolisian sedang bekerja sama untuk mengidentifikasi akar masalah kebakaran dan meninjau langkah-langkah pencegahan di masa depan.
Dampak terhadap Pelayanan Rumah Sakit
Dalam pernyataan resmi, RSUD Dr. Soetomo menyebutkan bahwa kebakaran di PPJT tidak mengganggu operasional layanan rumah sakit secara signifikan. Pasien yang terdampak telah ditempatkan di area aman, sementara perawatan di lantai lain tetap berjalan normal. “Kami telah merencanakan skenario darurat dan memastikan semua prosedur dijalankan sesuai protokol,” kata Cita Rosita Sigit Prakoeswa. Ia menambahkan bahwa pengelolaan darurat seperti ini adalah bagian dari persiapan akreditasi JCI, yang menuntut standar keamanan dan respons darurat yang tinggi.
Pihak rumah sakit juga menyatakan bahwa proses evakuasi berjalan lancar karena semua staf sudah terbiasa dengan sistem darurat. “Kami memiliki tim khusus yang siap menghadapi situasi seperti ini, termasuk persiapan material dan perangkat untuk menghadapi keadaan darurat,” ujarnya. Sebagai langkah tambahan, pihak rumah sak