Latest Program: Kemendukbangga rumuskan Kartu Lansia, ringankan beban penduduk tua

Kartu Lansia Diperjuangkan untuk Memudahkan Penduduk Tua di Indonesia

Latest Program – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengambil langkah strategis dalam merancang program Kartu Lansia. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi beban hidup penduduk usia tua, khususnya dalam menghadapi tantangan populasi usia lanjut yang terus meningkat. Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan bahwa pengembangan Kartu Lansia masih dalam proses finalisasi, namun beberapa daerah seperti DKI Jakarta sudah menerapkan skema serupa secara lokal.

Kemendukbangga Terus Berupaya Mewujudkan Program Nasional

Kartu Lansia, menurut Wihaji, bukan hanya bentuk bantuan langsung tetapi juga alat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. “Kartu Lansia kita lagi dirumuskan, memang agak rumit,” ungkapnya dalam acara HLUN di Jakarta, Selasa. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tergantung pada koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keikutsertaan berbagai pemangku kepentingan. “Walaupun sudah ada yang jalan, seperti DKI Jakarta, kan saya kira sudah jalan. Ada kabupaten/kota yang jalan karena mereka mengintegrasikan dengan program pemerintah daerah, sehingga langsung dikasih kartu lansia, cuma modelnya macam-macam,” jelas Wihaji.

“Kartu Lansia kita lagi dirumuskan, memang agak rumit. Walaupun sudah ada yang jalan, seperti DKI Jakarta, kan saya kira sudah jalan. Ada kabupaten/kota yang jalan karena mereka mengintegrasikan dengan program pemerintah daerah, sehingga langsung dikasih kartu lansia, cuma modelnya macam-macam,”

Wihaji juga menyampaikan bahwa program ini akan mengoptimalkan berbagai manfaat, termasuk diskon transportasi umum. “Minimal dengan Menteri Perhubungan sudah jalan, karena ada diskon 20 persen dari Kementerian Perhubungan. Itu bagian dari program bersama yang saya kira untuk meringankan beban, khususnya lansia, tapi kita sementara menginisiasi, kalau memang ada kemampuan keuangan daerah, silakan. Kalau enggak, tentu kita carikan jalan,” terangnya.

Di sisi lain, Wihaji mengakui bahwa program Kartu Lansia masih dalam tahap perbaikan. “Jadi, untuk beberapa kabupaten/kota sudah ada, tetapi menggunakan pembiayaan dari pemerintah daerah masing-masing. Karena memang secara nasional masih dirumuskan dengan berbagai pemangku kepentingan, tetapi belum final,” katanya. Ia menambahkan bahwa Kemendukbangga/BKKBN terus berupaya agar program ini bisa berjalan lebih efektif, seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia.

Pelaksanaan Program Sekolah Lansia Sebagai Bagian dari Strategi Nasional

Sebagai bagian dari upaya mendorong kesejahteraan lansia, Kemendukbangga/BKKBN juga meluncurkan kegiatan wisuda 387 mahasiswa Sekolah Lansia dari berbagai wilayah di Indonesia. Acara ini dilakukan dalam rangka memperingati HLUN ke-30 serta Hari Keluarga Nasional ke-33, yang akan diperingati pada 29 Juni 2026 mendatang. “Kebetulan kita mewisuda 387 S1, S2, S3 untuk Sekolah Lansia, bagian dari program kementerian kita, ini salah satu program prioritas karena lumayan di Indonesia sudah ada 11 persen lebih, hampir 12 persen aging population kita,” tutur Wihaji.

“Kebetulan kita mewisuda 387 S1, S2, S3 untuk Sekolah Lansia, bagian dari program kementerian kita, ini salah satu program prioritas karena lumayan di Indonesia sudah ada 11 persen lebih, hampir 12 persen aging population kita. Negara butuh hadir, pemerintah butuh hadir karena beliau-beliau rata-rata kesepian. Oleh karena itu kita bikin aktivitas, salah satunya melalui Program Sekolah Lansia,”

Program Sekolah Lansia, menurut Wihaji, dirancang untuk memberikan kesempatan belajar kepada lansia, terutama dalam menghadapi perubahan sosial dan teknologi. “Program ini tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga memperkuat jaring pengamanan bagi penduduk usia tua. Mereka merasa lebih terlayani karena memiliki akses ke pengetahuan dan keterampilan yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Menyikapi tantangan populasi usia lanjut yang semakin signifikan, Wihaji menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam pengembangan Kartu Lansia. “Karena jumlah lansia di Indonesia terus meningkat, kita harus memastikan mereka memiliki dukungan penuh dari sistem pemerintahan. Program Kartu Lansia bisa menjadi solusi untuk mempermudah akses ke berbagai fasilitas, termasuk layanan kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Wihaji juga menyoroti peran penting pemerintah daerah dalam membiayai program lokal. “Tidak semua daerah memiliki sumber daya yang sama, jadi kita harus fleksibel dalam pendekatan. Selama ada kemampuan keuangan, maka program bisa diterapkan. Namun, jika tidak, kita tetap mencari solusi alternatif,” katanya. Ia menyampaikan bahwa Kemendukbangga/BKKBN akan terus mengawasi perkembangan program ini, sekaligus memberikan arahan untuk memastikan keberlanjutan.

Komitmen untuk Meningkatkan Kesejahteraan Penduduk Tua

Program Kartu Lansia, menurut Wihaji, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan lansia hidup lebih sejahtera. “Kita bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperjuangkan keberlanjutan program ini. Tujuannya adalah agar lansia tidak hanya diberi bantuan finansial, tetapi juga dukungan sosial yang memadai,” paparnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada koordinasi antarinstansi dan kesadaran masyarakat.

Dalam jangka panjang, Wihaji berharap Kartu Lansia bisa menjadi sistem yang terintegrasi dan bisa diakses oleh seluruh penduduk usia tua di Indonesia. “Program ini dirancang agar menjadi salah satu bentuk kebijakan inklusif. Jika kita bisa membuatnya berjalan baik, maka penduduk usia lanjut akan merasa lebih dihargai dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” tuturnya. Ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir untuk memenuhi kebutuhan penduduk lansia, terutama dalam menghadapi era demografi yang menua.

Sebagai bagian dari upaya ini, Kemendukbangga/BKKBN juga terus mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun program-program kesejahteraan. “Kita perlu kolaborasi dengan lembaga swadaya maupun swasta agar semua kebutuhan lansia bisa terpenuhi. Dengan program seperti Sekolah Lansia dan Kartu Lansia, kita mencoba memberikan perhatian lebih kepada kelompok usia ini,” jelas Wihaji. Ia optimis bahwa program tersebut akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup penduduk usia lanjut di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *