Latest Program: Pemkab Bogor perdana lepas jamaah calon haji di Masjid Raya Pakansari
Pemkab Bogor Perdana Lepas Jamaah Calon Haji di Masjid Raya Pakansari
Latest Program – Kabupaten Bogor menjadi sorotan pada Jumat kemarin saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan pelepasan jamaah calon haji secara resmi untuk pertama kalinya. Acara ini diadakan di Masjid Raya Nurul Wathon, yang berlokasi di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong. Bupati Bogor Rudy Susmanto secara langsung memimpin upacara tersebut, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor. Pelepasan jamaah haji Kloter 21 menjadi momen penting bagi masyarakat, mengingat kegiatan ini menggantikan lokasi sebelumnya yang sempat ditunda akibat renovasi Gedung Tegar Beriman dan Alun-alun Tegar Beriman.
“Karena Gedung Tegar Beriman dan Alun-Alun Tegar Beriman sedang dilakukan renovasi maka kita alihkan pemberangkatan haji di Masjid Raya Nurul Wathon,” kata Rudy Susmanto.
Pemindahan lokasi dilakukan untuk menghindari gangguan akibat proses renovasi yang sedang berlangsung. Rudy Susmanto menjelaskan bahwa Masjid Raya Nurul Wathon, yang diresmikan pada tahun 2025, mulai memberikan kontribusi nyata bagi kegiatan keagamaan masyarakat. “Alhamdulillah setahun Masjid Raya Nurul Wathon banyak manfaat positifnya untuk masyarakat Kabupaten Bogor, bukan hanya pelepasan haji, tapi kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Masjid Raya Nurul Wathon,” tambahnya.
Dalam pidatonya, Rudy Susmanto juga menyampaikan harapan terhadap berbagai infrastruktur yang dibangun oleh Pemkab Bogor. Menurutnya, setiap proyek pembangunan harus mampu memberikan dampak luas bagi kehidupan masyarakat. Salah satu rencana yang disebutkan adalah pembangunan asrama haji di kawasan Stadion Pakansari, yang sebelumnya tertunda karena kendala teknis. “Mudah-mudahan di 2028 jamaah haji yang diantar keluarganya tidak diberangkatkan seperti hari ini menggunakan bus, tapi diantar ke pusat layanan haji dan umrah yaitu asrama haji yang ada di samping Masjid Raya Nurul Wathon,” ujarnya.
Detil Kloter 21 dan Komposisi Jamaah
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bogor, Muslimin, memberikan penjelasan terkait Kloter 21. Ia menyebutkan bahwa kloter ini merupakan kloter kedua dari gelombang kedua serta kloter keempat dalam keberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Bogor tahun ini. Jumlah jamaah yang terlibat mencapai 271 orang, dengan rincian 119 laki-laki dan 151 perempuan.
“Kloter 21 ini merupakan kloter gabungan antara jamaah Kabupaten Bogor dan Kota Depok,” ujar Muslimin.
Jamaah dalam kloter tersebut berasal dari beberapa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), termasuk KBIH Syamsul Huda Ciawi (106 jamaah), KBIH Aisyah Gunung Putri (94 jamaah), KBIH Sirojul Falah Parung (31 jamaah), KBIHU Riyadul Muttaqien Jasinga (20 jamaah), serta 19 jamaah non-KBIH. Menurut Muslimin, jamaah akan tiba di Asrama Haji Bekasi pada siang hari Jumat setelah melaksanakan salat Jumat, lalu diberangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta pada 16 Mei 2026.
“Insyaallah jamaah kembali ke tanah air pada 25 Juni 2026 dengan penerbangan Saudi Airlines SV5376,” katanya.
Proses pelepasan ini dianggap sebagai langkah strategis oleh Pemkab Bogor untuk memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi perjalanan haji. Dengan masjid yang lebih modern dan lengkap, pemerintah mengharapkan pengalaman berhaji menjadi lebih nyaman dan efisien. Selain itu, Masjid Raya Nurul Wathon didesain untuk melayani berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pengurusan dokumen haji, penyuluhan, dan kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan komunitas lokal.
Peran Masjid Raya Nurul Wathon dalam Kehidupan Keagamaan
Muslimin menegaskan bahwa keberadaan Masjid Raya Nurul Wathon tidak hanya meningkatkan kenyamanan dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga memperkuat ikatan masyarakat dengan nilai-nilai keagamaan. “Kami berharap masjid ini menjadi pusat kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk dalam penyelenggaraan haji dan umrah,” ujarnya.
Pelepasan jamaah haji di Masjid Raya Nurul Wathon menjadi bagian dari program pemerintah yang mengutamakan kenyamanan dan aksesibilitas bagi jamaah. Masjid tersebut, yang dibangun dengan biaya besar dan desain modern, memiliki fasilitas lengkap seperti aula, ruang konsultasi, dan area parkir yang memadai. Keberadaannya diharapkan bisa menjadi contoh dalam pengembangan infrastruktur ibadah di daerah lain.
Harapan ke depan untuk Pelayanan Haji
Dalam konteks keberangkatan haji, Pemkab Bogor menyatakan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Rudy Susmanto menyoroti pentingnya asrama haji sebagai bagian dari sistem pendampingan jamaah. “Asrama haji akan terintegrasi dengan pusat pelayanan haji dan umrah di samping Masjid Raya Nurul Wathon, sehingga jamaah tidak hanya diberangkatkan melalui bus, tetapi juga memiliki fasilitas lengkap untuk bersiap sebelum perjalanan,” jelas Rudy.
Asrama haji yang direncanakan mulai dibangun pada 2027 ini diharapkan dapat mempercepat proses pengurusan haji, memberikan pendampingan yang lebih intensif, serta mengurangi beban masyarakat dalam menyiapkan perjalanan ke Tanah Suci. Selain itu, bangunan ini dirancang untuk menampung jamaah yang lebih banyak, sehingga bisa memenuhi kebutuhan tahunan haji.
Proses pelepasan jamaah haji Kloter 21 sendiri berjalan lancar, dengan partisipasi aktif dari elemen masyarakat seperti tokoh agama, organisasi keagamaan, dan masyarakat umum. Berbagai kegiatan pendukung seperti acara pengenalan haji dan penyerahan perlengkapan keberangkatan turut dilakukan guna memastikan keberangkatan berjalan aman. Musibah yang terjadi selama renovasi Gedung Tegar Beriman memberikan pelajaran penting bagi pemerintah dalam merencanakan fasilitas keagamaan yang lebih tahan terhadap gangguan.
Muslimin juga menyampa