Latest Program: Wagub Sulteng tekankan “deep learning” tingkatkan kualitas pendidikan

Wagub Sulteng Tekankan Penerapan Deep Learning untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Latest Program – Palu – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A Lamadjido, mengungkapkan pentingnya menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam sebagai strategi utama untuk mengoptimalkan mutu pendidikan di Indonesia. Ia menekankan bahwa metode ini bukan sekadar mengalirkan informasi, melainkan menciptakan proses belajar yang bermakna dan membangun pemahaman bawah sadar serta karakter siswa secara komprehensif.

“Deep learning menjadi prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam upaya memperkuat pendidikan yang lebih bermakna,” kata Reny A Lamadjido di Palu, Sabtu. Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini mendorong pengembangan potensi siswa secara utuh, sekaligus mewujudkan lingkungan belajar yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada pemahaman mendalam.”

Transformasi Pendidikan melalui Kebijakan Strategis

Menurut Wagub Sulteng, perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dari ruang kelas, dengan memastikan metode pengajaran yang menyesuaikan kebutuhan setiap peserta didik. Ia menambahkan bahwa upaya ini melibatkan beberapa langkah strategis, seperti revitalisasi sarana pendidikan, percepatan penggunaan teknologi digital, dan peningkatan kompetensi guru. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sebagai tempat belajar yang ideal.

Dalam rangka mendukung implementasi deep learning, pemerintah provinsi telah merancang sejumlah kebijakan kunci. Kebijakan ini mencakup penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi utama dalam pemahaman akademik, serta pengembangan bidang STEM dan TKA untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten di masa depan. Reny A Lamadjido menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga melibatkan perubahan nilai dan budaya belajar di seluruh sistem.

Program Berani Cerdas: Penguatan Akses dan Kualitas Pendidikan

Menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional, Pemerintah Provinsi Sulteng menghadirkan inisiatif khusus bernama Berani Cerdas untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM. Program ini tidak hanya memberikan beasiswa kepada mahasiswa, tetapi juga mencakup berbagai upaya strategis untuk memperkuat sistem pendidikan secara menyeluruh. Dalam beberapa tahun terakhir, pihak provinsi telah menyalurkan bantuan operasional sekolah sekitar Rp40 miliar kepada 463 institusi pendidikan, baik negeri maupun swasta.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, bantuan seragam bagi siswa dari keluarga kurang mampu juga terus diberikan dengan anggaran sebesar Rp6 miliar. Di sektor pendidikan vokasi, pemerintah provinsi memberikan dukungan lebih besar kepada SMK melalui praktik kerja industri (prakerin) yang dianggap sebagai langkah penting untuk menghubungkan teori dengan pengalaman langsung. Anggaran untuk program ini mencapai Rp27 miliar, dengan 23.568 mahasiswa telah menjadi penerima beasiswa Berani Cerdas.

Wagub Sulteng menyatakan bahwa rangkaian kebijakan ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, sekaligus memberikan fondasi kuat bagi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. “Dengan memperkuat penerapan deep learning, kita tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga memastikan pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Peran Kolaborasi dalam Membangun Pendidikan Bermutu

Menyampaikan pesan semangat kepada seluruh pemangku kepentingan, Reny A Lamadjido mengajak kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkelanjutan. “Pendidikan bermutu tidak bisa tercapai hanya melalui satu pihak. Kita perlu menggandeng seluruh elemen untuk memastikan setiap anak mendapatkan peluang belajar yang merata dan berkualitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam mengembangkan masyarakat yang cerdas, maju, dan bermartabat. “Melalui upaya bersama, kita bisa mewujudkan Indonesia yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga dalam aspek budaya dan kehidupan sosial,” tegasnya. Wagub Sulteng berharap program-program yang dijalankan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Perspektif Nasional: Deep Learning sebagai Katalis Perubahan

Pendekatan deep learning, kata Reny A Lamadjido, sejalan dengan visi nasional dalam memperbaiki sistem pendidikan Indonesia. Ia menilai bahwa metode ini berpotensi mengubah cara belajar dan mengajar, sehingga peserta didik tidak hanya menghafal materi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan berinovasi. “Kebijakan seperti digitalisasi pembelajaran, revitalisasi sekolah, dan pengembangan karakter siswa perlu diintegrasikan secara harmonis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang dinamis,” ujarnya.

Sebagai penutup, Wagub Sulteng menyampaikan selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Ia mengharapkan momentum ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan. “Mari kita bersama-sama membangun pendidikan yang mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berwawasan luas dan tangguh menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

Kebijakan yang diterapkan Pemerintah Provinsi Sulteng mencerminkan komitmen kuat untuk menjadi contoh dalam transformasi pendidikan nasional. Dengan menggabungkan inovasi teknologi, peningkatan kapasitas guru, dan perluasan akses pendidikan, program-program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam mengubah pola belajar di daerah tersebut. Reny A Lamadjido menegaskan bahwa kualitas pendidikan adalah investasi penting untuk memastikan keberlanjutan pembangunan di Sulawesi Tengah.

Perayaan Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi ajang untuk merefleksikan keberhasilan dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanan pendidikan. Pemprov Sulteng melalui berbagai inisiatif yang dijalankan berusaha menjadi bagian dari solusi besar yang dibutuhkan untuk memperkuat sistem pendidikan Indonesia. Dengan pendekatan holistik, kualitas SDM di daerah tersebut diharapkan dapat berkembang secara signifikan, sejalan dengan target nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *