New Policy: Desa Setanggor Lombok makin terkoneksi berkat Kampung Internet

Desa Setanggor Lombok makin terkoneksi berkat Kampung Internet

New Policy – Di tengah perkembangan pariwisata di Pulau Lombok, Desa Setanggor, yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, telah mencuri perhatian sebagai salah satu destinasi wisata yang menawarkan pengalaman unik. Wilayah ini tidak hanya dikenal karena kekayaan budaya dan kuliner khas, tetapi juga karena suasana alam yang masih terjaga. Kekhasan tersebut membuat desa ini menjadi favorit bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi kehidupan pedesaan yang autentik. Meski memiliki potensi yang menjanjikan, Desa Setanggor sebelumnya mengalami hambatan dalam memperluas jangkauan promosinya.

Kendala utama yang dihadapi desa ini adalah akses internet yang belum merata dan tidak stabil. Kondisi ini membatasi kemampuan desa dalam mempromosikan wisata ke berbagai penjuru. Selain itu, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) kesulitan mengembangkan bisnis mereka melalui media digital, sementara sekolah di wilayah tersebut masih terbatas dalam penggunaan teknologi sebagai alat pembelajaran. “Kita memang sudah dikenal sebagai desa wisata, tetapi waktu itu agak susah dalam hal promosi,” kata Kamarudin, Kepala Desa Setanggor. Ia menambahkan, promosi wisata sebelumnya bergantung pada cara manual, seperti brosur dan iklan di media cetak, yang tidak efektif dalam menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kita memang sudah dikenal sebagai desa wisata, tetapi waktu itu agak susah dalam hal promosi. Kegiatan wisata lebih banyak dipasarkan secara manual,” katanya.

Perubahan yang signifikan terjadi sekitar delapan bulan lalu, ketika Desa Setanggor mendapat dukungan dari Program Kampung Internet yang dicanangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Program ini bertujuan untuk memperluas ketersediaan jaringan internet ke daerah terpencil, termasuk desa-desa yang belum memiliki infrastruktur digital memadai. Sejak penerapan program tersebut, akses internet di Desa Setanggor semakin membaik. Sinyal yang sebelumnya lemah kini bisa diakses dengan lebih stabil di berbagai titik, termasuk di area wisata dan pusat pendidikan.

Kehadiran internet membawa dampak positif yang signifikan. Warga desa kini dapat memanfaatkan teknologi untuk berbagai keperluan, mulai dari berkomunikasi dengan pengunjung, memasarkan produk lokal, hingga meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengklaim bahwa program ini tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga mendorong transformasi digital di pedesaan. “Program ini membuka peluang baru bagi warga Desa Setanggor,” ujar salah satu perwakilan Kemkomdigi. “Selain mengakses informasi dengan lebih mudah, masyarakat juga bisa berinovasi dalam membangun ekonomi lokal.”

Dengan akses internet yang lebih baik, Desa Setanggor mampu memperluas jaringan promosi wisatanya. Berbagai kegiatan seperti bazar kuliner dan festival budaya kini tidak hanya diminati oleh wisatawan lokal, tetapi juga menarik pengunjung dari luar daerah. Keberhasilan ini menjadi contoh bagaimana teknologi digital bisa menjadi pendorong utama dalam pengembangan pariwisata. Selain itu, UMKM yang sebelumnya kesulitan mengakses pasar juga bisa memanfaatkan platform online untuk memperkenalkan produk mereka. Misalnya, pengrajin kerajinan tradisional sekarang bisa menjual barang dagangan melalui e-commerce, mempercepat proses transaksi, dan mengurangi ketergantungan pada jaringan fisik.

Perubahan ini juga memengaruhi cara hidup masyarakat desa. Anak-anak sekarang lebih mudah mengakses sumber belajar, seperti video tutorial atau materi pembelajaran online, sehingga meningkatkan kesempatan mereka untuk berprestasi di tingkat nasional. Sementara itu, para petani dan perajin mulai mengadopsi teknologi untuk mengoptimalkan produksi dan distribusi. “Sebelumnya, kita hanya bisa memperlihatkan hasil kerajinan secara langsung, tetapi sekarang bisa mempromosikannya ke seluruh Indonesia,” jelas seorang perajin lokal. Ia menuturkan, adanya internet membuat konsumen lebih memahami nilai ekonomi dari produk tradisional.

Kemajuan tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah desa dan masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Para petugas desa juga mulai mengadakan pelatihan digital untuk warga, sehingga mereka mampu menggunakan internet secara efektif. Kegiatan seperti pengelolaan media sosial dan desain website menjadi bagian dari upaya membangun daya saing desa. “Kami melibatkan masyarakat dalam proses pemanfaatan teknologi,” tutur Kamarudin. “Ini bukan hanya tentang kecepatan internet, tetapi bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan itu untuk kemajuan bersama.”

Kehadiran Kampung Internet juga membantu meningkatkan kualitas layanan di Desa Setanggor. Para pengunjung kini bisa mendapatkan informasi tentang wisata secara real-time, seperti jadwal kegiatan atau alamat penginapan yang tersedia. Sebuah aplikasi peta digital yang dibuat oleh pihak desa dan bermitra dengan Kemkomdigi menjadi alat penting dalam memandu wisatawan. “Dengan aplikasi ini, pengunjung bisa mengetahui tempat-tempat yang bisa dikunjungi dengan mudah,” kata salah satu pengelola wisata. Ia menambahkan, program ini juga memudahkan pengelolaan data desa, seperti statistik pengunjung atau pengeluaran anggaran.

Kelompok wisatawan yang mengunjungi Desa Setanggor semakin beragam. Tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga turis dari luar pulau dan bahkan negara. Kekhasan desa, seperti pemandangan alam yang eksotis dan kehidupan budaya yang masih terjaga, semakin dikenal melalui media sosial. “Kami mengunggah video kegiatan wisata dan kuliner khas Desa Setanggor ke berbagai platform,” jelas Kamarudin. “Hasilnya, kunjungan wisatawan meningkat drastis, dan mereka lebih memahami nilai unik dari desa ini.”

Dari semua perubahan yang terjadi, Desa Setanggor menjadi contoh bagaimana infrastruktur digital bisa memberikan dampak luas di bidang ekonomi, pendidikan, dan pariwisata. Program Kampung Internet tidak hanya memperbaiki kualitas jaringan, tetapi juga menciptakan ekosistem baru di desa, yang memungkinkan warga mengeksplorasi peluang di luar sektor pertanian tradisional. “Kami harap program ini bisa berlanjut, sehingga Desa Setanggor bisa menjadi lebih maju,” ujar Kamarudin. Ia berharap, akses internet yang stabil akan menjadi fondasi bagi inovasi-inovasi di masa depan, seperti pengembangan teknologi pertanian atau penggunaan digital dalam pelayanan publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *