New Policy: Embarkasi Banjarmasin siap berangkatkan JCH Kloter 06 dari Kalteng
Embarkasi Banjarmasin Siap Berangkatkan Jamaah Calon Haji Kloter 06 dari Kalimantan Tengah
New Policy – Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi tempat berkumpulnya jamaah calon haji (JCH) yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi sebagai bagian dari Kloter 06. Dalam musim haji tahun 1447 H/2026 M, Embarkasi Banjarmasin telah siap menerima dan mengatur jamaah dari berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah. Pihak embarkasi mengonfirmasi bahwa kloter ini segera diberangkatkan pada hari Sabtu (2/5) setelah menyelesaikan proses pendaftaran dan pengawasan oleh tim penyelenggara. Seluruh jamaah sudah terdaftar di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, menunggu waktu keberangkatan yang dijadwalkan sekitar pukul 04.20 Wita.
Persiapan dan Jumlah Jamaah
Kloter 06 terdiri dari 360 jamaah yang berasal dari lima kabupaten di Kalimantan Tengah, yaitu Kotawaringin Timur, Seruyan, Kapuas, Lamandau, dan Pulang Pisau. Mereka akan berangkat dari Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin menuju Madinah, ibukota Saudi Arabia. Dalam wawancara dengan Antaranews, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin H Eddy Khairani menjelaskan bahwa jamaah tersebut tiba di asrama haji pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 Wita. “Kita telah mengatur semua prosedur untuk memastikan perjalanan lancar,” katanya.
Berdasarkan laporan Eddy, sejumlah jamaah calon haji dari Kloter 06 serta empat kloter lain yang telah diberangkatkan sebelumnya, kini sudah berada di Madinah. Total jamaah yang telah tiba di sana mencapai 1.797 orang. “Angka ini menunjukkan koordinasi yang baik antar-embarkasi dan Kabupaten Kalteng,” ujarnya. Meski demikian, ia menekankan bahwa keberangkatan Kloter 06 menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan layanan haji yang optimal kepada seluruh jamaah.
Kerja Sama Tim Sebagai Kunci Keberhasilan
Sebelum keberangkatan Kloter 06, Eddy Khairani mengumpulkan seluruh petugas haji yang terlibat dalam pelayanan kloter tersebut. Ia menyampaikan pentingnya komunikasi dan sinergi antar anggota tim agar semua proses berjalan dengan baik. “Keberhasilan pelayanan haji bergantung pada kerja sama yang solid, kekompakan, dan dukungan satu sama lain,” jelasnya. Ia mengingatkan bahwa setiap petugas harus memiliki tanggung jawab penuh dan siap menghadapi berbagai tantangan selama perjalanan.
Dalam persiapan yang intens, Eddy juga meminta petugas untuk memperhatikan kebutuhan jamaah secara menyeluruh. Termasuk memastikan kebersihan, kenyamanan, dan keselamatan selama perjalanan. “Kita ingin jamaah merasa nyaman sejak tiba di Madinah hingga selesai melakukan ibadah,” tegasnya. Selain itu, ia menekankan bahwa keterlibatan petugas dari awal hingga akhir akan membantu menghindari kesalahan atau kebingungan selama proses pelayanan.
Strategi Pengaturan Rombongan
Eddy Khairani menjelaskan bahwa pengaturan rombongan jamaah sejak awal sangat krusial. “Kondisi di Madinah tidak selalu memungkinkan satu kloter menempati satu hotel secara utuh, jadi kita harus mengatur jamaah agar tetap terorganisir,” katanya. Ia menambahkan bahwa rombongan jamaah harus dipisahkan secara tepat sejak turun dari pesawat hingga menaiki bus. “Tujuannya agar tidak ada yang terpisah atau kehilangan arah,” ujarnya.
Dalam konteks ini, pengaturan yang rapi di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin menjadi pondasi utama. Eddy menekankan bahwa seluruh jamaah harus ditempatkan di grup yang jelas sebelum memasuki kota suci. “Dengan sistem ini, kita meminimalkan risiko kebingungan atau kesalahan identifikasi selama masa ibadah,” tutur petugas yang juga menjabat Kepala Kanwil Kemenhaj Kalsel ini. Ia menambahkan bahwa kekompakan tim petugas tidak hanya terlihat dalam pengaturan di darat, tetapi juga dalam pengawasan terhadap kegiatan jamaah di Madinah.
Persiapan Menghadapi Aturan Terbaru
Menyambut keberangkatan Kloter 06, Eddy juga memberikan peringatan khusus kepada petugas tentang perubahan aturan yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi. “Petugas harus terus memperbarui pengetahuan mengenai kebijakan terbaru, khususnya terkait masuk Raudhah dan aktivitas ziarah,” katanya. Ia menekankan bahwa pemberian informasi kepada jamaah sebelum berangkat sangat penting untuk memastikan mereka mengikuti protokol yang berlaku.
Dalam pelaksanaan ibadah di Madinah, jamaah harus memahami prosedur masuk ke Raudhah, yaitu tempat suci di sekitar Masjid Nabawi. Eddy menjelaskan bahwa pengaturan ini dilakukan agar jamaah dapat mengakses tempat tersebut secara aman dan teratur. “Kita ingin setiap jamaah bisa beribadah dengan tenang, tanpa adanya hambatan atau kebingungan,” tambahnya. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa proses ziarah harus diikuti secara ketat untuk menjaga kebersihan dan kekhusuan ibadah.
Eddy Khairani mengakui bahwa pengelolaan kloter yang terstruktur menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan ibadah haji. Ia menekankan bahwa semua petugas harus siap menghadapi situasi yang berubah-ubah, seperti perubahan jadwal atau kondisi cuaca di Madinah. “Kesiapan tim harus mencakup berbagai kemungkinan, agar tidak ada kegagalan di lapangan,” ujarnya. Dengan pengaturan yang matang, ia yakin semua jamaah akan merasa didukung selama perjalanan ke Tanah Suci.
Target Total Jamaah Calon Haji
Embarkasi Banjarmasin, Kalsel, akan memimpin 19 kloter jamaah calon haji pada tahun 2026. Dari total tersebut, 14 kloter berasal dari Kalimantan Selatan, sementara lima kloter lainnya diambil dari Kabupaten Kalimantan Tengah. Dengan jumlah jamaah total sebanyak 6.822 orang, pihak embarkasi menegaskan komitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh jamaah. “Kita selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik dalam pengelolaan keberangkatan maupun saat berada di Madinah,” katanya.
Kloter 06 menjadi salah satu bagian dari 19 kloter yang akan diberangkatkan, dan keberhasilannya diharapkan menjadi contoh bagus dalam pelayanan haji. Eddy menyatakan bahwa peran Embarkasi Banjarmasin tidak hanya terbatas pada pengelolaan keberangkatan, tetapi juga pada pendampingan dan koordinasi dengan pihak lain di Arab Saudi. “Kerja sama dengan pihak embarkasi, PPIH, dan tim suci sangat diperlukan untuk memastikan semua jamaah terlayani