New Policy: Sumut gandeng RS An-Nisa hadirkan layanan kesehatan internasional
Sumut Gandeng RS An-Nisa Hadirkan Layanan Kesehatan Internasional
New Policy –
Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit (RS) An-Nisa untuk memberikan layanan kesehatan yang mencapai standar internasional bagi warga Sumut. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumut dengan Direktur PT An-Nisa Utama, Muhammad Arif Nasution, dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang berkualitas. “Kesehatan menjadi prioritas utama dalam program Pemprov Sumut. Kami bertujuan agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses layanan kesehatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC),” ujar Bobby setelah menerima tim direksi PT An-Nisa Utama di Kantor Gubernur Sumut, Kamis.
Menurut Bobby, Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah telah tercapai lebih cepat dari target awal dua tahun. “Program ini sudah diterapkan di seluruh rumah sakit Sumut sebelum masa kepemimpinan dua tahun berakhir,” katanya. Ia menyoroti keluhan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit yang belum maksimal, baik dalam kepuasan maupun efisiensi. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov Sumut menargetkan transformasi rumah sakit menjadi lebih modern dan profesional, sebagai bagian dari upaya memberikan layanan kesehatan yang lebih baik.
Strategi Kolaborasi untuk Peningkatan Kualitas
Pembangunan rumah sakit internasional di Sumut melibatkan beberapa badan usaha milik daerah (BUMD) dan perusahaan lain. RS An-Nisa, RS Haji Medan, serta RS Mitra, yaitu RS An-Nisa, menjadi salah satu mitra utama dalam proyek ini. Sementara itu, PT Dirga Surya bertugas menyediakan infrastruktur, dan PT Bank Sumut serta PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara turut berperan dalam mendukung program tersebut. “Ini adalah kolaborasi internal BUMD, termasuk PT Dirga Surya, Bank Sumut, dan RS Haji Medan, untuk mencapai standar layanan kesehatan internasional,” tambah Bobby.
“RS An-Nisa juga dipercaya berbagai rumah sakit di Indonesia dalam pengembangan SDM kesehatan,” ujar Muhammad Arif Nasution, Direktur PT An-Nisa Utama.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Faisal Hasrimi, menyatakan bahwa RS An-Nisa berperan sebagai penyelesaian strategi untuk mempercepat transformasi rumah sakit modern. “Kemitraan ini tidak berarti mengambil alih rumah sakit milik pemerintah, tetapi mempercepat perbaikan layanan melalui penerapan pengalaman operasional yang lebih profesional,” jelasnya. Arif Nasution menjelaskan bahwa RS An-Nisa didirikan sejak tahun 1990, awalnya hanya fokus pada layanan persalinan dengan jumlah karyawan terbatas. Namun sejak 2016, rumah sakit ini mulai melayani peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, serta berperan dalam pelatihan SDM kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.
Rumah sakit tersebut juga dikenal sebagai pelaku pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas, dari Aceh hingga Papua. “Kami terus memberikan pelatihan dan kolaborasi bagi SDM rumah sakit di seluruh Indonesia,” kata Arif. Ia menekankan bahwa budaya kerja modern, efektif, dan efisien menjadi faktor kunci dalam memastikan pelayanan kesehatan optimal. “Dalam kompetisi rumah sakit yang ketat, SDM menjadi tulang punggung utama untuk menjaga kualitas layanan,” tambahnya.
Perkembangan dan Harapan Masa Depan
Program UHC Probis Sumut Berkah, yang merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, menurut Bobby Nasution, bertujuan untuk memastikan akses layanan kesehatan secara merata. “Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang solid, layanan kesehatan Sumut bisa mencapai tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya. Proyek ini juga diharapkan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan, terutama bagi peserta BPJS Kesehatan yang membutuhkan akses yang lebih mudah.
Dalam skema kerja sama operasi (KSO), RS An-Nisa bertugas mengelola operasional rumah sakit sesuai standar profesional. Sementara RS Haji Medan memastikan keberlanjutan, mutu, dan tata kelola layanan. PT Dirga Surya berperan sebagai penyedia aset utama, sementara PT Bank Sumut dan PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara mendukung pengembangan infrastruktur dan operasional. “KSO ini menciptakan sinergi yang mempercepat proses transformasi kesehatan di Sumut,” tambah Bobby.
“Rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional ini merupakan kolaborasi dari internal BUMD di Sumut, yakni PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara, PT Dirga Surya, Bank Sumut, dan Rumah Sakit Haji Medan,” kata Bobby.
Dengan berdirinya RS An-Nisa, warga Sumut diharapkan merasakan perbedaan dalam pelayanan kesehatan, termasuk kemudahan akses dan kepuasan pengguna. Bobby Nasution juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada peran RS An-Nisa, tetapi juga pada komitmen seluruh pihak terkait. “Kami akan terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih baik,” tuturnya.
Arif Nasution menambahkan bahwa rumah sakit ini telah mengalami pertumbuhan signifikan sejak didirikan. Dari awalnya hanya melayani 12 karyawan, kini RS An-Nisa mampu menjadi pilar dalam pengembangan SDM kesehatan. “Komitmen kami terhadap pelayanan kesehatan telah diuji dalam beberapa tahun, dan kami siap terus meningkatkan kapasitas,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi dan sistem manajemen yang modern untuk meningkatkan efisiensi layanan.
Kemitraan antara Pemprov Sumut dan RS An-Nisa dianggap sebagai langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan warga. “Ini bukan hanya proyek kesehatan, tetapi juga investasi dalam kesejahteraan masyarakat,” kata Faisal Hasrimi. Dengan layanan yang lebih optimal, keberlanjutan program UHC dapat tercapai, serta kesetaraan akses kesehatan antar daerah dapat ditingkatkan.
Perspektif Masa Depan dan Peningkatan Kualitas
Dalam jangka panjang, Bobby Nasution berharap layanan kesehatan Sumut tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain. “Kami ingin membangun ekosistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya. Faisal Hasrimi menambahkan bahwa RS An-Nisa memiliki peran penting dalam mendorong transformasi sistem pelayanan kesehatan.
Sebagai bagian dari program nasional, UHC Probis Sumut Berkah bertujuan untuk menjadikan Sumut sebagai salah satu provinsi yang mampu memberikan layanan kesehatan terbaik. Arif Nasution menegaskan bahwa kemajuan RS An-Nisa tidak hanya didukung oleh internal, tetapi juga oleh pihak eksternal yang menjaga kualitas dan inovasi. “Dengan adanya kolaborasi, kami yakin bisa memberikan layanan yang lebih baik,” katanya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal menuju peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Sumut. Dengan SDM yang terlatih dan sistem yang modern, Pemprov Sumut berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan ramah. “Kami akan terus berinovasi dan beradaptasi untuk memenuhi harapan masyarakat,” pungkas Bobby Nasution.