Pemkab Trenggalek identifikasi temuan struktur bata kuno di Kamulan
Pemkab Trenggalek Temukan Struktur Bata Kuno di Lokasi Bersejarah Kamulan
Pemkab Trenggalek identifikasi temuan struktur bata – Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, baru-baru ini mengungkapkan temuan baru berupa struktur bata kuno yang diduga memiliki nilai sejarah penting. Temuan ini ditemukan di kawasan Sendang Kamulyan, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, yang sebelumnya terkenal karena Prasasti Kamulan. Prasasti tersebut menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek, sejarah yang kini diperkuat oleh penemuan baru ini.
Menurut informasi, struktur bata kuno tersebut terungkap setelah laporan dari warga setempat dan pemerintah desa. Pemerintah daerah kemudian mengambil langkah untuk mengecek langsung melalui inspeksi lapangan, yang dihadiri oleh pegiat sejarah. Proses ini bertujuan memastikan bahwa objek yang ditemukan layak dijaga sebagai bagian dari warisan budaya lokal.
“Kami melakukan pemeriksaan awal terhadap struktur yang ditemukan di bawah genangan air. Selanjutnya, hasil pengukuran dan pendokumentasian akan dikirimkan ke Balai Pelestarian Kebudayaan Trowulan untuk analisis lebih lanjut,” jelas Toni Widianto, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, dalam kunjungan ke lokasi.
Toni menambahkan bahwa identifikasi dilakukan secara sistematis, melibatkan pengumpulan data melalui pengukuran dimensi dan wawancara dengan warga sekitar. Langkah-langkah ini bertujuan mengisi celah informasi sejarah yang masih belum lengkap. “Dengan memperkaya data, kita dapat memahami lebih dalam tentang kehidupan masa lalu di wilayah ini,” imbuhnya.
Pegiat Sejarah Beri Penjelasan Awal tentang Temuan
Dalam peninjauan yang sama, Harmaji, anggota Pegiat Sejarah Trenggalek (Pesat), menyatakan bahwa temuan sementara menunjukkan adanya bagian-bagian bangunan yang mungkin terkait dengan sistem pengairan. “Ini bisa berupa saluran air, bak penampungan, atau struktur yang berfungsi untuk mengatur distribusi air di masa lalu,” ujarnya.
Harmaji menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan fungsi struktur tersebut serta periode sejarahnya. “Kami belum bisa menyimpulkan secara pasti, tetapi indikasi yang terlihat mengarah pada asumsi bahwa bangunan ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat kuno,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pihak berwenang dan akademisi dalam menjaga keaslian objek budaya.
Dalam waktu yang sama, tim peneliti menemukan bukti adanya saluran air buatan yang menghubungkan beberapa bagian bangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan Kamulan memiliki potensi sebagai situs sejarah yang kompleks, dengan sistem pengelolaan air yang canggih untuk masa itu.
Kawasan Kamulan: Wilayah Bersejarah yang Menjadi Fokus Perhatian
Wilayah Kamulan memang dikenal sebagai lokasi bersejarah kritis bagi Trenggalek. Prasasti Kamulan yang ditemukan sebelumnya menjadi bukti bahwa daerah ini pernah menjadi pusat kebudayaan pada abad ke-12 Masehi. Prasasti tersebut diterbitkan oleh Raja Kertajaya dari Kerajaan Kediri, yang berlangsung pada 31 Agustus 1194 Masehi atau 1116 Saka. Dokumen kuno ini berisi informasi penting tentang sejarah penetapan kabupaten dan peradaban di sana.
Temuan struktur bata kuno sekarang dianggap sebagai elemen tambahan yang mungkin melengkapi narasi sejarah. Toni Widianto menjelaskan bahwa pemerintah berharap temuan ini bisa menjadi bukti bahwa kawasan Kamulan tidak hanya memiliki prasasti, tetapi juga struktur bangunan yang bisa mengungkap bagaimana masyarakat kuno mengatur kehidupan sehari-hari. “Ini akan memberi gambaran lebih lengkap tentang kebudayaan yang berkembang di wilayah ini,” kata Toni.
Tim peneliti juga menyoroti bahwa kawasan Kamulan memiliki keragaman artefak dan struktur yang bisa menjadi pusat studi sejarah. Dengan penemuan baru, harapan muncul bahwa daerah ini akan menjadi destinasi utama bagi pengembangan wisata sejarah, sekaligus menjadi sumber data untuk pendidikan dan penelitian.
Upaya Pelestarian dan Prospek untuk Masa Depan
Pemerintah Kabupaten Trenggalek menekankan bahwa penemuan struktur bata kuno bukan hanya sekadar simbol keberadaan budaya, tetapi juga menjadi tanggung jawab kolektif untuk melindungi. “Kita harus menjaga keaslian objek ini agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” ujar Toni.
Dalam upaya tersebut, pihak setempat berharap kerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Trowulan bisa menghasilkan penelitian yang lebih mendalam. Harmaji menambahkan bahwa kemungkinan besar struktur ini terkait dengan sistem irigasi yang berkembang di masa lampau, yang bisa menjadi bahan analisis tentang sejarah pertanian dan kehidupan sosial masyarakat kuno.
Menurut rencana, hasil identifikasi dan kajian selanjutnya akan digunakan untuk memperkuat perlindungan situs budaya di Trenggalek. Pemkab berharap penemuan ini bisa menjadi dasar untuk pengembangan wisata sejarah yang lebih profesional. “Dengan memahami lebih baik, kita bisa mengajak masyarakat untuk lebih menghargai warisan leluhur mereka,” imbuh Toni.
Kawasan Kamulan menjadi pusat perhatian karena keterkaitannya dengan peradaban Jawa Timur. Dengan prasasti dan struktur baru yang ditemukan, Trenggalek semakin menunjukkan bahwa daerah ini memiliki potensi besar sebagai lokasi budaya yang penting. Selain itu, hasil penelitian ini juga bisa memberikan kontribusi signifikan bagi penelitian sejarah nasional, terutama tentang perkembangan kehidupan masyarakat di wilayah Jawa Timur selama periode kerajaan Kediri.
Upaya pelestarian ini juga diharapkan bisa meningkatkan minat masyarakat lokal dan wisatawan untuk mengenal sejarah Trenggalek. Toni Widianto menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawasi progres penelitian dan siap memberikan dukungan penuh untuk pengembangan potensi budaya yang ada. “Kita ingin menjadikan Kamulan sebagai bagian dari kebanggaan nasional,” tutupnya.