Special Plan: Bupati Donggala: Bantuan 1,2 ton ikan untuk atasi stunting

Bupati Donggala: Bantuan 1,2 Ton Ikan untuk Atasi Stunting

Special Plan – Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, kembali menjadi perhatian publik terkait upaya pengurangan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui bantuan bahan pangan berupa ikan segar dan olahan perikanan. Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, di Desa Malino dan Lumbulama, Kecamatan Banawa Selatan. “Bantuan ini memberikan dampak signifikan terhadap pemberdayaan keluarga yang rentan stunting serta miskin ekstrem,” ujarnya saat diwawancara di Banawa, Sabtu.

Kebutuhan Protein dan Intervensi Strategis

Menurut Vera, ikan segar serta produk olahan perikanan seperti abon dan stik diberikan kepada 159 kepala keluarga di Desa Malino dan 195 KK di Desa Lumbulama. Ia menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan dipilih berdasarkan kriteria yang ketat, yakni data kemiskinan desil 1 dan 2 dari Bappeda Kabupaten Donggala. “Program ini berupa intervensi langsung untuk menjamin asupan protein hewani, yang menjadi faktor kunci dalam pertumbuhan anak,” imbuhnya.

“Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga berisiko stunting dan miskin ekstrem di wilayah terpencil,”

Pemkab Donggala menggambarkan bahwa bantuan ikan segar bukan hanya bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak, tetapi juga sarana untuk menggerakkan ekonomi lokal. Melalui Dinas Perikanan, 708 paket olahan perikanan disalurkan sebagai bagian dari strategi pengentasan masalah yang kompleks. “Dengan program ini, kita mengupayakan peningkatan gizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah terpencil,” tambahnya.

Kondisi Kemiskinan dan Stunting di Donggala

Angka kemiskinan ekstrem di Donggala pada 2024 mencapai 47.680 jiwa, atau setara 15,30 persen dari populasi total. Angka ini menunjukkan bahwa wilayah yang dikenal sebagai daerah paling terpencil di Sulawesi Tengah masih menghadapi tantangan berat. Sementara itu, tingkat stunting di tahun 2025 mencapai 29,6 persen, dengan target penurunan hingga 24,3 persen pada 2026. “Kita perlu bergerak cepat agar angka stunting bisa terus berkurang,” ujarnya.

Program bantuan ikan segar dan olahan ini merupakan langkah konkret untuk menangani masalah gizi yang terkait dengan stunting. Stunting, yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun, menjadi perhatian utama pemerintah. “Keluarga yang menerima bantuan secara langsung mengalami peningkatan akses terhadap makanan bergizi,” jelas Vera. Dengan memprioritaskan desa-desa terpencil, ia berharap bantuan ini dapat memperkuat kapasitas masyarakat untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari.

Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, sebagai mitra utama dalam program ini, telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait. Selain itu, program ini juga melibatkan beberapa lembaga lain, termasuk klinik kesehatan dan pusat pengembangan masyarakat. “Kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini,” kata Vera. Ia menambahkan bahwa bantuan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kebiasaan konsumsi ikan kepada masyarakat, yang sebelumnya kurang mendominasi diet harian.

Kebutuhan Bahan Pangan dan Peningkatan Produksi

Vera Elena Laruni menjelaskan bahwa daerah terpencil seperti Malino dan Lumbulama masih mengalami keterbatasan akses ke bahan pangan berkualitas. “Selain memenuhi kebutuhan gizi, bantuan ini juga menginspirasi masyarakat untuk meningkatkan produksi ikan lokal,” katanya. Dengan pemberian olahan perikanan, diharapkan masyarakat dapat belajar cara memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal.

“Dengan memberikan abon dan stik ikan, kita tidak hanya memberi makanan bergizi, tetapi juga mengajarkan cara memanfaatkan hasil tangkapan nelayan secara lebih efisien,”

Program ini juga memperhatikan keterjangkauan masyarakat. Vera menyebutkan bahwa bantuan tersebut disalurkan secara bertahap, dengan konsultasi terlebih dahulu kepada kepala desa dan masyarakat setempat. “Kita ingin memastikan bahwa setiap KK benar-benar membutuhkan dan bisa memanfaatkan bantuan ini secara maksimal,” ujarnya. Proses pemilihan penerima bantuan dilakukan melalui survey lapangan dan analisis data yang telah diakumulasi selama beberapa bulan.

Menurut Vera, bantuan ikan segar menjadi salah satu strategi utama dalam upaya penurunan stunting. “Kita mengobservasi bahwa anak-anak di desa-desa terpencil sering mengalami kurang gizi akibat rendahnya konsumsi protein hewani,” katanya. Ia menegaskan bahwa bantuan ini disusun secara terpadu dengan program lain, seperti pendidikan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. “Tidak hanya memberi makanan, kita juga memberikan pengetahuan tentang cara mengolah dan menyimpan ikan secara benar,” imbuh Vera.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, dalam wawancara terpisah, menambahkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan masyarakat. “Dengan membangun kebiasaan konsumsi ikan, kita bisa memperkuat sistem ketahanan pangan di wilayah ini,” katanya. Selain itu, pihatnya berharap bantuan ini bisa menjadi contoh terbaik dalam pembangunan berkelanjutan.

Keterlibatan Lembaga dan Evaluasi Berkala

Kemitraan antara Pemerintah Daerah dan lembaga seperti Bappeda serta Dinas Perikanan menjadi penopang utama dalam penyelenggaraan program ini. Vera mengungkapkan bahwa setiap tahap penyaluran bantuan diawasi secara ketat, termasuk evaluasi berkala untuk menilai dampak sosial dan ekonomi. “Kita ingin memastikan bahwa bantuan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menciptakan perubahan jangka panjang,” katanya.

Menurut data yang diungkapkan Bappeda, des

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *