Special Plan: Pemprov Lampung pastikan kesiapan fasilitas pendukung Sekolah Rakyat
Pemprov Lampung Pastikan Kesiapan Fasilitas Pendukung Sekolah Rakyat
Special Plan – Kota Bandar Lampung, Sabtu — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam memastikan fasilitas pendukung Sekolah Rakyat permanen di Kotabaru, Kabupaten Lampung Selatan, telah siap untuk dimanfaatkan. Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, persiapan tersebut dilakukan agar operasional sekolah dapat berjalan lancar sesuai target. “Seluruh fasilitas seperti infrastruktur jalan, sistem penerangan, dan lainnya telah diantisipasi agar tidak ada kendala saat Sekolah Rakyat mulai beroperasi,” jelas Marindo dalam wawancara di Bandarlampung. Ia menegaskan, upaya ini adalah bagian dari langkah strategis pemerintah provinsi untuk mendorong pembangunan pendidikan di daerah tersebut.
Kesiapan Fasilitas Dalam Rangka Operasional Sekolah
Marindo menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat permanen di Kotabaru diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. “Kami berkomitmen untuk menjadikan fasilitas pendukung sebagai bagian integral dari program pembangunan,” tambahnya. Pemprov Lampung memandang bahwa sekolah ini tidak hanya akan memenuhi kebutuhan kurikulum tetapi juga memberikan ruang untuk pembelajaran non-formal yang lebih terstruktur. Dengan menyelesaikan fasilitas di sebelum waktu penyelesaian konstruksi, pihaknya berharap tidak ada hambatan dalam proses pengoperasian.
“Sekolah Rakyat ini akan menjadi pusat kegiatan belajar-mengajar yang mandiri, baik secara fisik maupun administratif. Kami siapkan semua aspek agar siswa dapat belajar secara optimal,” ujar Marindo.
Menurut Marindo, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kotabaru saat ini mencapai sekitar 38 persen. Dengan kemajuan yang terus berlanjut, target penyelesaian secara keseluruhan dijadwalkan pada 20 Juni 2026. “Kami optimis pada waktu tersebut, sekolah ini sudah bisa beroperasi secara penuh,” tegasnya. Pemprov Lampung menyatakan, langkah ini merupakan implementasi dari program nasional yang bertujuan mengembangkan 104 Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah. Dengan pendanaan yang berasal dari APBN, Kementerian Pekerjaan Umum menjadi penyedia konstruksi utama, sementara Pemprov bertugas menyiapkan lahan dan menjaga kualitas fasilitas.
Strategi Pemprov Lampung dalam Pemenuhan Sarana
Marindo menyoroti pentingnya lokasi Sekolah Rakyat yang dipilih di kawasan Kotabaru, yang menjadi pusat pendidikan strategis. “Lokasi ini dirancang agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menjadi percontohan bagi daerah lain,” katanya. Dalam konteks ini, Pemprov Lampung tidak hanya fokus pada fisik bangunan tetapi juga pada efisiensi penggunaan anggaran. “Kami memastikan semua fasilitas dijajaki secara matang agar bisa memenuhi kebutuhan selama masa operasional,” tambahnya.
Sekolah Rakyat permanen yang berdiri di atas lahan seluas 9,5 hektare dirancang untuk melayani 1.080 siswa. Jumlah ini dibagi ke dalam 36 ruang kelas, masing-masing memiliki kapasitas 30 siswa. Jenjang pendidikan yang disediakan mencakup Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). “Selain ruang belajar, fasilitas seperti asrama, gedung serbaguna, dan sarana olahraga juga menjadi prioritas,” jelas Marindo. Ia menjelaskan bahwa asrama akan mendukung pembelajaran di luar jam sekolah, sementara gedung serbaguna digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi siswa.
“Sekolah Rakyat harus menjadi tempat yang tidak hanya mengajar tetapi juga melatih keterampilan kehidupan sehari-hari. Fasilitas yang kami siapkan selaras dengan tujuan tersebut,” kata Marindo.
Menurut Marindo, pembangunan Sekolah Rakyat ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah provinsi dan kementerian terkait. “Kementerian Pekerjaan Umum menangani konstruksi, sedangkan kami bertanggung jawab atas pengadaan lahan dan pengawasan kualitas,” ucapnya. Dengan metode kerja kolaboratif, efisiensi progres pembangunan dapat dipastikan. “Kami berharap keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi Sekolah Rakyat di daerah lain, sehingga kebutuhan pendidikan non-formal dapat terpenuhi secara lebih merata,” tambahnya.
Peran Sekolah Rakyat dalam Pendidikan Daerah
Sekolah Rakyat permanen di Kotabaru akan menjadi bagian dari sistem pendidikan lokal yang lebih inklusif. “Kami berupaya agar semua lapisan masyarakat dapat mengakses pendidikan tanpa hambatan,” kata Marindo. Hal ini terutama penting mengingat sebagian besar masyarakat di daerah tersebut memiliki akses terbatas ke sekolah formal. Selain itu, fasilitas seperti gedung serbaguna dan sarana olahraga diharapkan mendorong kesehatan dan kesejahteraan siswa.
Marindo juga menyoroti bahwa Sekolah Rakyat ini memiliki peran khusus dalam pembangunan sumber daya manusia. “Siswa akan dibina secara menyeluruh, mulai dari akademik hingga kemampuan sosial,” katanya. Pemprov Lampung berupaya memastikan sekolah tersebut tidak hanya menjadi tempat belajar tetapi juga menjadi wadah pengembangan keterampilan vokasional dan ekonomi. “Program ini juga dirancang agar siswa dapat mandiri di masa depan, baik secara pendidikan maupun pekerjaan,” ujarnya.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Meski telah mencapai progres yang signifikan, Marindo mengakui masih ada tantangan dalam penyelesaian proyek. “Kami terus memantau kemajuan dan memperbaiki segala aspek yang perlu diperhatikan,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak hanya bergantung pada pihak pemerintah tetapi juga pada kerja sama masyarakat sekitar. “Masyarakat diwajibkan aktif dalam pengawasan agar hasilnya sesuai ekspektasi,” ujarnya.
Dengan target operasional pada Juni 2026, Sekolah Rakyat ini diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan yang mewakili keberagaman dan kebutuhan masyarakat. “Kami yakin proyek ini akan memberikan dampak positif pada pendidikan daerah, khususnya bagi siswa yang berada di luar jangkauan sekolah formal,” jelas Marindo. Pemprov Lampung juga berharap program ini bisa menjadi pemicu bagi pengembangan sekolah-sekolah serupa di wilayah lain, sehingga pendidikan non-formal dapat tumbuh secara signifikan.
Komitmen Pemprov Lampung terhadap Sekolah Rakyat permanen di Kotabaru tidak hanya terbatas pada fasilitas fisik tetapi juga pada kebijakan pendidikan yang lebih inklusif. “Kami percaya pendidikan yang merata adalah kunci keberhasilan pembangunan,” katanya. Dengan segala fasilitas yang telah disiapkan, Pemprov berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari proyek ini. “Ini bukan hanya proyek konstruksi, tetapi juga investasi dalam masa depan generasi muda Lampung,” pungkas Marindo.