Visit Agenda: Pemkab Kolaka sewa 6 pesawat bawa 431 calon haji ke Embarkasi Makassar
Pemkab Kolaka Sewa 6 Pesawat untuk Jamaah Haji 2026
Visit Agenda – Di tengah persiapan menuju embarkasi Makassar, Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mengambil langkah konkret dengan menyewa enam unit pesawat dari Wings Air. Tujuan utama dari tindakan ini adalah memudahkan perjalanan 431 calon jamaah haji asal daerah tersebut ke lokasi pemberangkatan di Sulawesi Selatan. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Sekretariat Daerah Kolaka, Syaifuddin Mustaming, menjelaskan bahwa pembelian pesawat merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan fasilitas optimal kepada jamaah selama proses keberangkatan dan kepulangan.
Komitmen Pemda Kolaka dalam Mendukung Jamaah Haji
Syaifuddin Mustaming menyampaikan bahwa anggaran sebesar Rp2,7 miliar dialokasikan untuk mendanai penyewaan enam pesawat tersebut. “Pemda bertanggung jawab dalam memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan jamaah, baik saat berangkat maupun kembali,” ujarnya. Menurutnya, biaya tersebut juga mencakup layanan fast track yang mempercepat proses mobilisasi jamaah di bandara. “Dengan fasilitas ini, jamaah akan dijemput langsung oleh bus Damri di apron bandara, tanpa perlu melalui terminal,” lanjut Syaifuddin.
“Ibadah haji memerlukan stamina fisik yang baik. Kami berharap jamaah menjaga kesehatan dan tidak terlalu berlebihan dalam aktivitas di luar agenda ibadah,” tambah Syaifuddin. Ia juga menyampaikan doa agar masyarakat Kolaka tetap dilindungi oleh Allah SWT.
Penyebaran Jamaah Haji ke Berbagai Kloter
Dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, jumlah jamaah asal Kolaka terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter). Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kolaka, Muhammad Ilyas, mengungkapkan bahwa kloter-kloter ini terdiri dari Kloter 34, 35, 36, 38, dan 43. “Setiap kloter akan diberangkatkan sesuai jadwal yang telah ditentukan,” kata Ilyas. Ia menambahkan, keberangkatan dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 14 Mei hingga 19 Mei 2026.
Jadwal Kloter Calon Haji Kolaka 2026
Menurut jadwal yang telah disusun, Kloter 34 akan berangkat terlebih dahulu pada 14 Mei 2026. Kloter 35 dan 36 mengikuti di hari berikutnya, yaitu 15 Mei. Selanjutnya, Kloter 38 diberangkatkan pada 17 Mei, sementara Kloter 43 akan berangkat pada 19 Mei. Pengaturan ini bertujuan agar semua jamaah dapat berangkat secara teratur dan tidak terjadi penumpukan di embarkasi Makassar.
Penyewaan enam pesawat Wings Air diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan kapasitas transportasi umum. Syaifuddin Mustaming menjelaskan bahwa setiap pesawat akan diisi sesuai dengan jumlah jamaah per kloter. “Dengan sistem ini, jamaah tidak perlu mengantre lama di bandara, sehingga dapat memaksimalkan waktu untuk persiapan ibadah haji,” ujarnya. Selain itu, layanan fast track juga memastikan jamaah tidak mengalami keterlambatan karena sistem ini mengurangi proses administrasi di area terminal.
Persiapan Maksimal untuk Proses Ibadah Haji
Menurut Syaifuddin, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada transportasi, tetapi juga mengupayakan keamanan dan kenyamanan jamaah. “Kita ingin semua jamaah dapat berangkat dengan rasa nyaman, karena perjalanan ini sangat berat dan memakan waktu cukup lama,” imbuhnya. Ia menekankan bahwa biaya sewa pesawat dan fasilitas fast track merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang bertanggung jawab sesuai mandat Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji.
Proses pemberangkatan jamaah haji di Kolaka dimulai dari pengumpulan dokumen dan pemeriksaan kesehatan. Syaifuddin menyatakan bahwa Pemkab Kolaka telah berkoordinasi dengan Kemenhaj dan pihak penyewa pesawat untuk memastikan semua persiapan berjalan lancar. “Kita juga memperhatikan kebutuhan jamaah dalam hal akomodasi dan layanan di bandara,” ujarnya. Layanan fast track, misalnya, memastikan jamaah tidak terganggu oleh kepadatan lalu lintas di area terminal bandara.
“Kita berharap dengan fasilitas ini, jamaah haji Kolaka dapat menikmati pengalaman yang baik sejak tiba di embarkasi Makassar hingga akhirnya berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya. Ia juga menyampaikan pesan agar jamaah tetap fokus pada ibadah dan menjaga kondisi fisik selama perjalanan.
Kelancaran dan Kepastian Transportasi
Kepala Kantor Kemenhaj Kolaka, Muhammad Ilyas, menambahkan bahwa keberangkatan jamaah haji tahun ini dipastikan terorganisir dengan baik. “Kami telah melakukan evaluasi terhadap sistem transportasi yang digunakan untuk tahun sebelumnya, dan ini merupakan perbaikan dari proses tersebut,” katanya. Ilyas menjelaskan bahwa pembagian kloter dilakukan berdasarkan jumlah jamaah dan kapasitas pesawat, sehingga tidak ada kelebihan muatan.
Menurut Ilyas, layanan fast track yang diberikan Pemkab Kolaka akan meningkatkan efisiensi waktu dan mengurangi risiko keterlambatan. “Dengan sistem ini, jamaah dapat langsung diarahkan ke Asrama Haji setelah tiba di bandara, tanpa harus menunggu lama di area terminal,” katanya. Pemkab Kolaka juga melakukan pengawasan terhadap keberangkatan jamaah untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.
Kehadiran pesawat yang disewa oleh pemerintah daerah diharapkan dapat mengatasi tantangan transportasi, terutama di tengah kondisi cuaca yang sering tidak menentu. “Jika cuaca buruk, pesawat menjadi opsi terbaik untuk menghindari risiko tertunda,” kata Syaifuddin. Ia juga mengatakan bahwa biaya transportasi lokal telah menjadi prioritas dalam menjalankan tugas pelayanan haji.
Perspektif Keberangkatan dan Kepulangan Jamaah
Syaifuddin memastikan bahwa seluruh jamaah akan diberangkatkan dari Bandara Sangia Ni Bandera, Kecamatan Tanggetada, Kolaka. “Fasilitas ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah agar jamaah tidak merasa kesulitan dalam mengakses transportasi,” ujarnya. Selain itu, layanan fast track juga diterapkan saat kepulangan jamaah haji, sehingga mereka dapat kembali ke Kolaka dengan cepat.
Di sisi lain, Ilyas mengingatkan jamaah haji untuk tetap memperhatikan kesehatan fisik. “Aktivitas berlebihan di luar jadwal ibadah bisa memengaruhi kondisi tubuh selama perjalanan,” katanya. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji bergantung pada kolaborasi antara pihak pemerintah, Kemenhaj, dan masyarakat. “Kita semua saling mendukung agar jamaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan tenang dan penuh semangat,” tutupnya.
Langkah-langkah yang diambil Pemkab Kolaka mencerminkan komitmen untuk memenuhi hak jamaah haji. Dengan fasilitas transportasi yang lebih baik dan layanan fast track, diharapkan proses pemberangkatan dan kepulangan menjadi lebih