Persebaya Menghormati Andi Peci dalam Perayaan 99 Tahun Berdiri
Pemandanganindah.com – Surabaya kembali diselimuti suasana haru saat Persebaya menggelar acara persembahan khusus untuk almarhum Andi Krostianto, yang lebih dikenal dengan panggilan Andi Peci. Upacara penghormatan ini berlangsung pada pertandingan “Persebaya 99 Anniversary Game” yang mempertemukan skuad biru putih dengan PSIS Semarang. Laga bersejarah tersebut digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada hari Minggu, menghadirkan ribuan suporter yang hadir untuk merayakan sekaligus mengenang jasa sang legenda.
Perasaan Para Pemain dan Pelatih
Rachmat Irianto, salah satu gelandang Persebaya, mengungkapkan perasaannya mengenai sosok Andi Peci. Meskipun ia tidak secara langsung menyaksikan perjuangan sang tokoh dalam menghidupkan kembali klub, Rachmat merasa sangat berterima kasih atas kontribusi Andi Peci. Ia menyampaikan rasa syukur melalui konferensi pers setelah pertandingan di Stadion GBT.
“Saya berterima kasih kepada Mas Andi Peci yang sudah memperjuangkan Persebaya kembali bergulir di Liga Indonesia,” kata Rachmat Irianto dengan penuh hormat.
Menurut informasi yang disampaikan, Rachmat atau yang biasa dipanggil Rian ini baru resmi bergabung dengan Persebaya pada tahun 2017. Saat itu, klub telah kembali mendapatkan pengakuan resmi dan memulai perjalanan baru di kompetisi nasional. Rian merasa sangat beruntung dapat menjadi bagian dari sejarah kebangkitan Persebaya dan tidak lupa mendoakan sang pahlawan klub agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Sementara itu, Widodo Cahyono Putro, pelatih PSIS Semarang, juga tidak ketinggalan menyampaikan penghormatan. Meskipun dirinya tidak pernah menjadi bagian dari keluarga besar Persebaya, Widodo mengakui bahwa ia sangat mengetahui besarnya peran Andi Peci. Menurut pelatih tersebut, Andi Peci merupakan salah satu penggerak utama yang berkontribusi signifikan terhadap perjalanan klub serta para suporter setianya.
“Persebaya ini luar biasa, terutama dari suporternya dan penggerak-penggeraknya, terutama almarhum Andi Peci. Semoga almarhum juga bisa diterima di sisi-Nya,” ujar Widodo dengan penuh rasa hormat.
Rangkaian Upacara Penghormatan
Upacara penghormatan kepada Andi Peci dimulai dengan momen hening cipta yang berlangsung sebelum pertandingan dimulai. Seluruh pemain Persebaya mengenakan pita hitam sebagai simbol duka dan penghormatan mendalam kepada almarhum. Kehadiran pita hitam tersebut menjadi visual yang kuat, menunjukkan betapa besarnya rasa kehilangan yang dirasakan oleh seluruh keluarga Persebaya.
Setelah pertandingan usai, manajemen Persebaya menayangkan video tribute yang menampilkan perjalanan panjang dan perjuangan Andi Peci. Video tersebut menceritakan bagaimana sang tokoh berhasil mengawal kebangkitan Persebaya dari masa-masa sulit hingga kembali berdiri tegak di kancah sepak bola Indonesia. Setiap momen dalam video tersebut berhasil menyentuh hati para penonton yang hadir.
Salah satu elemen paling menyentuh adalah kehadiran satu kursi khusus di area VIP. Kursi tersebut dipasangi foto Andi Peci dan dihiasi dengan rangkaian bunga segar sebagai simbol penghormatan. Kehadiran kursi kosong ini menjadi representasi visual bahwa Andi Peci selalu hadir dalam setiap momen penting Persebaya, bahkan setelah beliau tiada.
Apresiasi dari Suporter
Tribute kepada Andi Peci ditutup dengan tepuk tangan meriah dari ribuan Bonek dan Bonita yang memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo. Kehadiran para suporter ini menunjukkan betapa besarnya jasa Andi Peci bagi perjalanan Persebaya. Mereka hadir bukan hanya untuk menonton pertandingan, tetapi juga untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada sang legenda.
Perayaan 99 tahun Persebaya ini menjadi momen yang sangat bermakna. Di tengah kegembiraan merayakan usia klub, para suporter dan pemain juga diberikan kesempatan untuk mengenang dan menghormati sosok yang telah berjasa besar dalam menghidupkan kembali semangat Persebaya. Kehadiran Andi Peci dalam setiap perayaan menjadi pengingat bahwa warisan beliau akan terus hidup di hati setiap suporter biru putih.
Acara persembahan ini bukan sekadar ritual, tetapi juga bentuk apresiasi nyata terhadap kontribusi Andi Peci yang tidak akan pernah terlupakan. Melalui berbagai elemen upacara, dari pita hitam hingga kursi khusus, Persebaya berhasil menyampaikan pesan bahwa sang pahlawan akan selalu dikenang dan dihormati oleh seluruh keluarga besar klub.

