Wabup Nabire: Tayang di TVRI buat siaran Piala Dunia lebih merakyat
Wabup Nabire Apresiasi TVRI sebagai Penyiar Piala Dunia 2026
Wabup Nabire – Kabupaten Nabire, Jawa Barat — Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, menyampaikan apresiasinya terhadap keputusan pemerintah menunjuk TVRI sebagai penyiar resmi Piala Dunia 2026. Menurutnya, langkah ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, karena TVRI dikenal sebagai saluran televisi nasional yang memiliki aksesibilitas tinggi. “Dengan TVRI menayangkan siaran Piala Dunia, masyarakat Indonesia, termasuk warga Nabire, dapat menikmati pertandingan internasional tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya untuk menonton layanan berbayar,” ujar Burhanuddin pada Rabu, 12 April 2023. Ia menilai keputusan ini sangat strategis untuk memperkaya pengalaman menonton sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme.
Peran TVRI dalam Menyebarkan Euforia Piala Dunia
Burhanuddin juga menyoroti peningkatan semangat masyarakat yang terlihat sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Menurutnya, ketersediaan siaran melalui TVRI akan memudahkan warga untuk mengikuti jalannya turnamen sepak bola bergengsi tersebut. “Dengan siaran TVRI, rasa antusiasme masyarakat semakin terangsang. Mereka bisa menyaksikan langsung pertandingan dari rumah, sambil menikmati suasana yang lebih hangat dan akrab,” tambahnya. Ia menambahkan, peran TVRI tidak hanya sekadar menyebarkan informasi tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman.
“TVRI sebagai televisi nasional tentu memiliki jangkauan luas dan merakyat sehingga masyarakat dapat menyaksikan Piala Dunia tanpa harus berlangganan layanan televisi berbayar,” ujar Burhanuddin di Nabire, Kamis.
Menurut Burhanuddin, keputusan pemerintah untuk menyerahkan hak siar ke TVRI telah berdampak nyata. Terlihat dari banyaknya warga Nabire yang memasang bendera negara-negara peserta turnamen ini di berbagai tempat, seperti kantor pemerintahan, sekolah, dan pusat perbelanjaan. “Kita melihat sekarang masyarakat menunjukkan antusiasme luar biasa menyambut Piala Dunia. Di beberapa daerah di Nabire, bendera-bendera negara peserta sudah mulai berkibar sebagai bentuk dukungan kepada tim favorit mereka,” jelasnya. Ia menilai ini mencerminkan kebanggaan warga terhadap olahraga sepak bola dan keinginan mereka untuk ikut serta dalam momentum nasional.
Kesiapan Masyarakat dan Keamanan Selama Piala Dunia
Di sisi lain, Burhanuddin mengingatkan agar euforia yang timbul selama Piala Dunia tidak mengganggu ketertiban. Ia menekankan pentingnya masyarakat tetap menjaga semangat persatuan dan nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Meskipun kita bersemangat menyaksikan pertandingan, tetaplah berhati-hati agar tidak terjadi kerumunan yang berlebihan,” katanya. Menurutnya, kegiatan nonton bareng (nobar) atau konvoi bisa dilakukan, asalkan diatur dengan baik dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari warga.
“Silakan masyarakat mengadakan kegiatan nobar atau dukungan terhadap jagoannya di Piala Dunia, termasuk pawai, tetapi tidak dilakukan secara berlebihan,” tutur dia.
Burhanuddin menegaskan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire tetap terjaga. Ia meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemuda hingga para orang tua, untuk bekerja sama dalam mempertahankan situasi yang kondusif selama Piala Dunia berlangsung. “Sampai saat ini Nabire masih kondusif. Kita siap menghadapi gelaran Piala Dunia 2026 dengan rasa persatuan yang utuh,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan beberapa persiapan, seperti mengoptimalkan jaringan internet dan memastikan fasilitas umum tetap layak digunakan.
Dalam rangka memaksimalkan partisipasi masyarakat, Burhanuddin mengatakan bahwa TVRI bisa menjadi pemicu kegiatan budaya dan olahraga. “TVRI bukan hanya media penyiar, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk mengekspresikan identitas nasional,” katanya. Menurutnya, pertandingan sepak bola memiliki daya tarik yang luar biasa, terutama bagi generasi muda. Ia berharap siaran TVRI bisa menjadi sarana untuk memupuk rasa cinta terhadap olahraga dan sekaligus memperkuat kebangsaan.
Piala Dunia 2026 diharapkan menjadi momen penting bagi Indonesia, khususnya untuk daerah-daerah yang belum banyak mendapat perhatian. Kabupaten Nabire, yang terletak di Papua, menjadi salah satu daerah yang antusias menyambut ajang tersebut. Burhanuddin menyatakan bahwa siaran TVRI akan membantu mengurangi kesenjangan akses informasi antara wilayah urban dan pedesaan. “Ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat desa untuk turut merasakan kehangatan suporter sepak bola secara merata,” tambahnya.
Menyikapi hal ini, Burhanuddin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif. Ia menekankan bahwa dukungan terhadap tim nasional atau negara lainnya bisa dilakukan dengan cara yang elegan dan bermakna. “Kita bisa memakai bendera sebagai simbol dukungan, tetapi tetap menjaga sikap hormat terhadap NKRI,” jelasnya. Ia juga meminta warga untuk tidak lupa menghormati aturan-aturan yang berlaku, seperti memakai masker atau menjaga jarak di tempat umum.
Sebagai wujud peningkatan partisipasi, TVRI akan menayangkan pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis dan komprehensif. Burhanuddin memastikan bahwa siaran ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pertandingan utama hingga berita latar belakang para pemain dan negara-negara peserta. “TVRI akan memberikan informasi yang lengkap dan menarik, sehingga masyarakat bisa memahami keberagaman yang ada di dalam ajang ini,” kata dia. Ia juga menyebutkan bahwa keberadaan TVRI bisa menginspirasi daerah-daerah lain untuk memperkuat kebangsaan melalui olahraga.
Burhanuddin menambahkan bahwa keberhasilan Piala Dunia 2026 tidak hanya bergantung pada siaran yang menarik, tetapi juga pada keterlibatan aktif warga. “Kita harus menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mampu menikmati ajang internasional ini sambil tetap menjaga sikap yang baik,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan nobar atau konvoi bisa menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar suku dan agama di Nabire. Ia menilai ini adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan bersemangat.
Dalam kesimpulannya, Burhanuddin menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 adalah momentum yang harus dimanfaatkan secara maksimal. “TVRI telah membuka jalan bagi siaran yang lebih merakyat, dan kita harus menjaga keberhasilannya dengan dukungan yang kontinu,” katanya. Ia berharap kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Piala Dunia bisa menjadi sarana untuk memperkuat kebanggaan sebagai bangsa dan menjaga persatuan dalam keberagaman.