Facing Challenges: Gub DKI: JAKIM motor penggerak baru sektor pariwisata Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Melihat JAKIM 2026 sebagai Penggerak Baru untuk Pariwisata dan Perekonomian

Facing Challenges – Jakarta, sebuah kota yang terus berinovasi di bidang pariwisata dan ekonomi, kembali menunjukkan komitmennya melalui penyelenggaraan maraton internasional BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa ajang olahraga ini berperan sebagai penggerak baru bagi sektor pariwisata dan perekonomian kota. Dalam wawancara usai melepas sekaligus berpartisipasi dalam kategori 10K JAKIM 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Pramono menyatakan bahwa kegiatan skala besar seperti maraton ini tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga meningkatkan perekonomian melalui efek pengganda yang signifikan.

Pengaruh Ekonomi dan Pariwisata

Pramono menekankan bahwa event olahraga internasional ini memiliki dampak luas terhadap berbagai sektor di Jakarta. “Kegiatan seperti JAKIM mampu memicu pertumbuhan pada transportasi, perhotelan, kuliner, kreativitas ekonomi, serta usaha kecil dan mikro sekitar lokasi acara,” imbuhnya. Dengan menarik ribuan peserta dari berbagai belahan dunia, JAKIM 2026 berpotensi mengubah persepsi Jakarta sebagai destinasi yang menarik untuk wisata olahraga. Dalam konteks ini, Pramono berharap Jakarta bisa memperkuat daya saingnya di tingkat global melalui konsistensi penyelenggaraan acara olahraga skala besar yang matang dan aman.

“Konsistensi Jakarta dalam menyelenggarakan acara olahraga internasional secara serius akan menjadi fondasi untuk meningkatkan citra kota sebagai destinasi pariwisata yang kompetitif dan inklusif,” tegas Pramono.

Dalam kegiatan ini, pihak pemerintah mengambil peran penting dalam memastikan keberhasilan penyelenggaraan. Pramono mengapresiasi upaya sterilisasi jalur dan pengamanan yang berjalan lancar, menunjukkan bahwa infrastruktur Jakarta mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk memperkuat acara serupa di masa depan, dengan tujuan menarik lebih banyak wisatawan internasional dan nasional. “Dengan meningkatkan frekuensi event seperti ini, Jakarta akan semakin dikenal sebagai kota yang memiliki daya tarik global dan mampu menggerakkan ekonomi melalui wisata olahraga,” ujarnya.

Jumlah Peserta dan Kontribusi Global

Telah tercatat, JAKIM 2026 menghadirkan total 45.500 pelari, termasuk 1.012 peserta internasional yang berasal dari 52 negara. Partisipasi terbesar dari luar negeri didominasi oleh atlet dari Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan. Menurut data resmi, sekitar 5.500 peserta mengikuti kategori 5K, sementara 15.000 pelari mengambil bagian dalam kategori 10K. Dengan keberhasilan ini, JAKIM 2026 tidak hanya memperkuat keberadaan Jakarta sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga meningkatkan kerja sama antar sektor dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Penghargaan untuk Juara

Dalam kategori 5K Putra Nasional, podium pertama diraih oleh Pandu Sukarya, disusul Yad Hapizudin dan Marselino Varelian Fallo. Di sektor 5K Putri, ketiga peraih medali adalah Marhaendrassiwi, Azizah Khusnul Qotimah, dan Alicia Chantiqa. Sementara pada kategori 10K Putra, Rikki Marthin, Immanuel, dan Arif Hidayatullah meraih posisi teratas. Untuk kategori 10K Putri, Agustina Mardika menjadi juara pertama, diikuti Irma Handayani dan Farah Aurellia. Hasil ini mencerminkan tingkat kompetisi yang seru dan memperkuat kebanggaan masyarakat Jakarta terhadap event yang digelar.

Dalam rangkaian kegiatan, JAKIM 2026 juga memberikan kesempatan bagi pelari internasional untuk mengenal lebih dekat budaya, keindahan, dan kota Jakarta. Pramono menilai bahwa keberadaan event ini tidak hanya mengundang wisatawan, tetapi juga mendorong masyarakat lokal untuk lebih memahami potensi kota mereka dalam bidang pariwisata dan ekonomi. “Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Jakarta tidak hanya memiliki infrastruktur yang modern, tetapi juga komunitas yang dinamis dan siap menerima kunjungan dari berbagai belahan dunia,” tambahnya.

Proyeksi di Hari Kedua

Masuk hari kedua, JAKIM 2026 akan melanjutkan gelaran dengan kategori utama, yakni Half Marathon dan Marathon. Total peserta yang terlibat mencapai 25.000 orang, dengan 16.400 pelari untuk Half Marathon dan 8.600 pelari untuk Marathon. Rute yang dipilih mengalir melalui sejumlah ikon kota Jakarta, mulai dari Monumen Nasional (Monas) hingga kawasan GBK. Ini memastikan peserta dan pengunjung bisa menyaksikan panorama serta landmark kota yang terkenal.

Penyelenggaraan JAKIM 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam menarik minat wisatawan mancanegara. Dengan integrasi antara olahraga, budaya, dan infrastruktur, acara ini berpotensi meningkatkan penjualan tiket wisata, menggerakkan usaha kecil, dan menstimulasi sektor kuliner serta perhotelan. Pramono juga menyebut bahwa acara seperti ini menjadi bentuk promosi yang efektif, mengubah Jakarta menjadi destinasi yang menarik secara global. “Dengan konsistensi, Jakarta bisa menempatkan diri sebagai kota paling diminati untuk pariwisata olahraga,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata, JAKIM 2026 berkontribusi pada penciptaan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri kreatif dan olahraga. Pramono mengungkapkan bahwa acara ini juga menjadi sarana memperkenalkan Jakarta sebagai kota yang inklusif, dengan kemampuan memenuhi kebutuhan wisatawan dari segala latar belakang. “Kita ingin menunjukkan bahwa Jakarta bisa menjadi kota yang bisa diakses oleh semua kalangan, tetapi tetap menjaga kualitas dan standar,” jelasnya.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 45.500, JAKIM 2026 menegaskan bahwa Jakarta memiliki daya tarik untuk menarik perhatian dunia. Selain itu, event ini menjadi percontoh bagus dalam menunjukkan bahwa kota besar seperti Jakarta bisa menggabungkan elemen keolahragaan dengan aspek wisata. Pramono berharap, keberhasilan JAKIM 2026 menjadi dasar untuk penyelenggaraan event serupa yang lebih besar dan lebih menarik di masa mendatang. “Pariwisata olahraga adalah sektor yang memiliki potensi besar, dan Jakarta siap menjadi salah satu pusatnya,” pungkasnya.

Dalam konteks global, JAKIM 2026 juga menjadi bukti bahwa Jakarta mampu menjadi penyaing yang kompetitif. Pemerintah DKI Jakarta terus berupaya untuk memperbaiki dan memperkaya pengalaman wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. “Dengan berbagai inisiatif yang dilakukan, Jakarta sem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *