Warga keluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung Lama di Kelapa Gading

1 hour ago  ·  4 min read
By Daniel Anderson - pemandanganindah.com
khrisna-edit-1786054267-ed8c864b5e

Warga Kelapa Gading Menghadapi Dampak Pembangunan Turap Kali Cakung Lama

Pemandanganindah.com – Kelompok masyarakat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, kini menghadapi berbagai tantangan akibat proyek revitalisasi Kali Cakung Lama yang sedang berlangsung. Warga Kampung Rawa Indah, khususnya di RT 04/03 Kelurahan Pegangsaan Dua, melaporkan kerusakan struktural pada bangunan mereka. Tembok rumah-rumah di beberapa RT serta area sekitar Masjid Jami Al-Husna menunjukkan tanda-tanda retak yang signifikan. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan hunian mereka selama masa konstruksi berlangsung.

Rusak Bangunan dan Akses Jalan Akibat Aktivitas Konstruksi

Muhammad Ridho, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Jami Al-Husna, menjelaskan bahwa keretakan tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh aktivitas pengerjaan revitalisasi yang telah dimulai sejak November 2025. Selain kerusakan pada dinding bangunan, proyek pembangunan turap juga memberikan dampak pada infrastruktur jalan di sekitar masjid. Jalan akses yang sebelumnya rata kini mengalami penurunan dan retakan akibat beban kendaraan berat yang melintas terus-menerus.

“Keretakan tembok dan bangunan terjadi diduga akibat adanya aktivitas pengerjaan revitalisasi Kali Cakung Lama, Kecamatan Kelapa Gading yang sudah berjalan sejak November 2025,” ujar Muhammad Ridho saat ditemui di Jakarta pada hari Kamis.

Permasalahan lain yang muncul adalah debu yang dihasilkan dari aktivitas konstruksi. Debu tersebut meresahkan warga karena memenuhi udara sekitar dan mengotori lingkungan. Kondisi tanah di sekitar masjid juga mengalami perubahan kontur, menjadi miring akibat pergerakan alat-alat berat yang digunakan dalam proyek normalisasi kali. Truk-truk pengangkut sedimen lumpur melintas setiap hari, menyebabkan permukaan jalan ambles secara bertahap. Mobil-mobil yang membawa tanah dalam jumlah besar berkontribusi pada kerusakan infrastruktur jalan yang ada.

Harapan Warga dan Sisi Positif Proyek Revitalisasi

Masyarakat setempat berharap agar pekerjaan revitalisasi dapat diselesaikan secepatnya. Dampak negatif yang mereka rasakan sangat beragam, mulai dari kerusakan bangunan hingga gangguan kenyamanan hidup. Namun, warga juga mengakui adanya manfaat dari proyek ini. Kali yang selama ini terabaikan kini mendapatkan perhatian untuk pengerukan dan perbaikan.

“Kami warga ingin secepatnya rampung pengerjaan ini dan ingin seperti sedia kala, artinya diperbaiki seperti sedia kala,” kata Muhammad Ridho.

Menurutnya, proyek ini memiliki sisi positif yang signifikan, namun dampak negatifnya juga tidak bisa diabaikan. Ia menyarankan agar pihak kontraktor lebih peka dalam proses pembangunan. Pemantauan terhadap bangunan-bangunan di sekitar lokasi proyek perlu dilakukan secara berkala untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Sejarah Usulan dan Dampak pada Tiga RT

Proyek revitalisasi kali ini merupakan inisiatif dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Roni, Ketua RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, menyampaikan bahwa masyarakat telah mengusulkan perbaikan kali sejak tahun 2010. Namun, realisasi proyek baru terjadi saat ini. Alasan utama usulan tersebut adalah kawasan yang sering dilanda banjir setiap musim hujan tiba.

“Di sini tiap tahun banjir. Kalau usulan dari 2010 sudah, baru sekarang ini terlaksana,” jelas Roni.

Saat ini, tiga RT telah terdampak oleh proyek tersebut, yaitu RT 04, RT 05, dan RT 06. Lokasi proyek memiliki akses jalan yang sempit, sehingga alat berat yang melintas sering menyenggol rumah warga. Beberapa rumah bahkan mengalami kerusakan pada atap asbesnya akibat benturan alat konstruksi.

Keluhan Sebelumnya tentang Turap dan Isolasi Akses

Warga juga pernah mengeluhkan pembangunan turap di Kali Cakung Lama yang mencakup wilayah Kelapa Gading dan Cilincing. Pembangunan tersebut menyebabkan akses jalan warga menjadi terisolir. Selain mengganggu mobilitas sehari-hari, terputusnya jalan juga berdampak pada ekonomi warga. Pipa PAM milik warga yang mengalirkan air bersih mengalami kerusakan akibat konstruksi turap.

Proyek pembangunan turap Kali Cakung Drain dikerjakan di kedua sisi sungai. Sisi kanan berada di wilayah RW 10, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing. Sementara sisi kiri masuk ke wilayah RW 03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading. Pengerjaan turap mencakup wilayah RT 01 hingga RT 07 di RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua.

“Pengerjaan turap mulai dari wilayah RT 01-07/RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading. Cuma persoalannya sudah 5 bulan lebih dan sampai hari ini masih mangkrak seperti ini,” kata Ketua RT 04/03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Farid.

Warga berharap agar kontraktor dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Mereka menginginkan keseimbangan antara kemajuan infrastruktur dan kenyamanan hidup masyarakat. Dengan perbaikan yang tepat, proyek revitalisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh warga kawasan Kelapa Gading.

Frequently Asked Questions

What is Warga keluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung?

Warga keluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Warga keluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung matter?

Warga keluhkan dampak revitalisasi Kali Cakung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY