Topics Covered: Dokter sebut pap smear rutin penting meski wanita sudah divaksin HPV

Dokter sebut Pap Smear Rutin Penting Meski Wanita Sudah Divaksin HPV

Jakarta – Deteksi dini kanker leher rahim (serviks) melalui Pap Smear tetap diperlukan oleh perempuan, termasuk yang telah menerima vaksinasi HPV. Hal ini dijelaskan oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Darrell Fernando, Sp.OG, SubspFER, MRCOG, MM, MARS, dalam diskusi Ivaxcon 2026 di Jakarta, Sabtu. Menurutnya, gabungan antara skrining Pap Smear dan vaksinasi HPV merupakan langkah penting untuk mencegah penyakit tersebut, terutama pada wanita usia produktif yang aktif berhubungan seksual.

“Apakah kalau udah vaksin tetap harus Pap Smear? Jawabannya tetap, dua-duanya harus dilakukan secara bersamaan,” ujar dr. Darrell.

Menurut dr. Darrell, Pap Smear rutin membantu mengidentifikasi kondisi prakanker sebelum virus HPV menyebabkan perubahan yang lebih serius. “Justru jika ada masalah prakanker, angka kesembuhan hampir mencapai 100 persen. Bila menunggu gejala muncul, biasanya kanker sudah mencapai stadium 2,” tambahnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan Pap Smear dilakukan setiap tiga tahun hingga usia 65 tahun. Hal ini karena infeksi HPV, terutama yang berkembang menjadi kanker serviks, sering tidak menunjukkan gejala jelas. Tanpa skrining rutin, banyak kasus infeksi sudah memasuki tahap berbahaya hingga kanker stadium akhir.

Data Kementerian Kesehatan: Tantangan Deteksi Dini di Indonesia

Dari catatan Kementerian Kesehatan, kasus baru kanker serviks di Indonesia mencapai sekitar 36.633 per tahun, dengan angka kematian mencapai 21.003. Dalam hal ini, hampir setengah hingga dua pertiga pasien kehilangan nyawa karena penundaan pengobatan.

Untuk mencapai target eliminasi kanker leher rahim pada 2030, Kemenkes memperkuat sistem deteksi dini melalui beberapa strategi. Salah satunya adalah integrasi skrining kanker serviks ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Integrasi ini bertujuan mempercepat identifikasi dini serta mengurangi penundaan penanganan penyakit, dengan tindak lanjut yang jelas untuk hasil positif skrining.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *