Dinas Bina Marga sebut lift JPO Lenteng Agung sudah kembali beroperasi
Dinas Bina Marga DKI Jakarta Perbaiki Kerusakan Lift JPO Lenteng Agung
Dinas Bina Marga sebut lift JPO Lenteng – Jakarta, Kamis – Setelah sejumlah waktu yang diperlukan untuk mengatasi masalah teknis, dua unit lift yang terdapat di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kini telah kembali berfungsi dengan baik. Perbaikan tersebut dilakukan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta bersama Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, setelah sebelumnya mengalami gangguan akibat tindakan vandalisme yang merusak jaringan listriknya.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan proses perbaikan berjalan cepat karena komponen yang dibutuhkan sudah tersedia. “Kami memperbaiki kerusakan dalam satu hari, agar layanan bisa segera kembali normal,” jelas Wenny, saat diwawancara di Jakarta. Menurutnya, aksi vandalisme yang terjadi beberapa hari lalu menyebabkan aliran listrik terganggu, sehingga memperlambat operasional dua lift tersebut.
“Kami sangat menyayangkan aksi vandalisme yang menghambat fungsi fasilitas umum. Tindakan ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu mobilitas masyarakat,” ujar Wenny.
Perbaikan tersebut mencakup penggantian komponen elektronik yang rusak dan pemeriksaan sistem kelistrikan secara menyeluruh. Setelah semua proses selesai, aliran listrik kembali stabil, sehingga kedua lift dapat digunakan kembali secara optimal. “Lift ini sangat penting untuk memudahkan akses bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil,” tambah Wenny.
Menurut Wenny, fasilitas umum seperti lift JPO Lenteng Agung menjadi bagian vital dari kehidupan masyarakat kota. “Lift tidak hanya berfungsi untuk mempermudah pergerakan pejalan kaki, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan yang nyaman dan aman,” tuturnya. Ia menekankan bahwa keberadaan lift menjadi penghubung bagi banyak orang yang membutuhkan bantuan khusus dalam beraktivitas sehari-hari.
Peristiwa kerusakan lift ini menimbulkan kesulitan bagi masyarakat sekitar, terutama pengguna yang tergolong rentan. Selama masa perbaikan, pengguna harus mengandalkan tangga atau jalan kaki untuk melintasi jembatan tersebut. Namun, dengan segera selesai perbaikan, aksesibilitas kembali terpenuhi, dan kegiatan masyarakat dapat berjalan lancar.
“Respons cepat Dinas Bina Marga menunjukkan komitmen untuk menjaga kualitas layanan publik. Semoga aksi vandalisme seperti ini tidak terulang lagi,” kata Wenny.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum. “Partisipasi aktif warga sangat penting agar infrastruktur bisa berkelanjutan dan terus memberikan manfaat,” lanjut Wenny. Ia berharap masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya fasilitas umum dalam kehidupan sehari-hari, serta menghindari tindakan merugikan seperti vandalisme.
Menanggapi hal ini, Syahbandi (46), seorang warga sekitar JPO Lenteng Agung, menyampaikan apresiasi terhadap upaya Dinas Bina Marga. Ia mengatakan kehadiran lift kembali membantu mobilitas masyarakat. “Alhamdulillah, lift sudah aktif kembali. Saya senang karena kemacetan di sekitar JPO bisa diatasi dengan lebih mudah,” ujarnya.
Syahbandi juga menyoroti dampak positif dari fasilitas tersebut. “Lift memberikan akses yang lebih baik bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Ini membantu kelancaran aktivitas sehari-hari, terutama di area yang cukup ramai,” tambahnya. Ia menyarankan bahwa masyarakat perlu terus memantau dan menjaga fasilitas umum agar tidak mengalami kerusakan serupa.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta terus berupaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kota. Selain memperbaiki lift JPO Lenteng Agung, pihaknya juga sedang mengerjakan beberapa proyek lain untuk memperkuat sistem transportasi dan aksesibilitas. “Kami akan terus berinovasi agar fasilitas umum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin beragam,” kata Wenny.
Kerusakan pada lift JPO Lenteng Agung bukanlah kejadian pertama yang terjadi di area tersebut. Beberapa waktu lalu, fasilitas ini pernah mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem dan kelelahan komponen. Namun, kali ini penyebabnya adalah tindakan vandalisme yang dilakukan oleh sejumlah orang tak dikenal. “Kami berharap aksi tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi pelaku dan masyarakat umum,” tutur Wenny.
Penggunaan lift JPO Lenteng Agung sebelumnya menjadi alternatif yang praktis bagi masyarakat yang ingin melintasi jembatan tersebut. Fasilitas ini terutama digunakan oleh warga yang berada di sekitar area Depok dan Pasar Minggu, serta pengendara sepeda dan pejalan kaki yang lelah atau membawa beban. Dengan kembali aktif, lift kini bisa melayani kebutuhan mereka tanpa hambatan.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta menegaskan bahwa perbaikan fasilitas umum akan terus dilakukan secara berkala. “Kami melakukan evaluasi rutin untuk memastikan semua komponen berfungsi optimal, termasuk dalam hal keamanan dan keselamatan pengguna,” kata Wenny. Ia berharap, melalui langkah-langkah ini, kepercayaan masyarakat terhadap infrastruktur kota bisa terjaga.
Dalam pernyataannya, Wenny juga menekankan bahwa perbaikan yang dilakukan bukan hanya untuk memperbaiki kerusakan, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi fasilitas umum dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Setiap perbaikan yang kami lakukan di JPO Lenteng Agung adalah bagian dari upaya memastikan aksesibilitas yang inklusif dan layanan yang profesional,” tutupnya.