Kapolres bantah unit terdampak api kebakaran Apartemen Mediterania

Kapolres Metro Jakarta Barat Bantah Unit Hunian Terdampak Api Kebakaran Apartemen Mediterania

Pembantahan Terhadap Dampak Langsung Kebakaran

Kapolres bantah unit terdampak api kebakaran – Jakarta – Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, Kapolres Metro Jakarta Barat, membantah bahwa unit hunian warga terkena dampak langsung dari kebakaran yang terjadi di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren Selatan, pada Kamis pagi. Menurut pernyataannya, api hanya mengenai bagian bawah bangunan, yaitu lantai dasar atau basement, dan tidak menyebar ke unit-unit hunian yang sebelumnya dianggap terkena oleh unggahan di media sosial. “Tidak ada api yang menyentuh unit hunian secara langsung. Kami juga memohon maaf karena ada foto di media sosial yang menunjukkan seolah-olah unit terbakar dan jendela rusak,” ujar Twedi kepada wartawan di lokasi, Kamis sore. Ia menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi tidak merusak struktur hunian warga. “Kami tegaskan, tidak ada unit yang terdampak langsung oleh api,” tambahnya. Meski demikian, Twedi mengakui bahwa asap dari kobaran api mengalir ke lantai 33, menyebabkan beberapa penghuni terpapar kondisi udara yang berubah. Namun, ia menegaskan bahwa situasi kini telah membaik, dan asap tidak lagi terlihat di bagian dalam bangunan.

Sebaran Asap dan Proses Evakuasi

Twedi menjelaskan bahwa sebaran asap dari kebakaran di Apartemen Mediterania memang mencapai lantai tertinggi, tetapi belum sampai menyentuh seluruh area hunian. “Asap sempat menyebar hingga sekitar lantai 33, tetapi saat ini udara di setiap lantai sudah lebih sehat,” kata perwira polisi tersebut. Ia menambahkan bahwa evakuasi terus berjalan, dengan jumlah warga yang berhasil dievakuasi terus bertambah. Sementara itu, proses evakuasi di tempat kejadian masih berlangsung. Twedi mengungkapkan bahwa data sementara menunjukkan sebanyak 89 orang telah dievakuasi dari apartemen 35 lantai itu. “Namun, kami masih membutuhkan informasi tambahan dari paguyuban penghuni, terutama bagi warga yang keluar lebih dulu sejak pagi hari,” ujar Twedi.

Kondisi Penghuni dan Dampak Kesehatan

Pembantahan Twedi tidak menghilangkan kekhawatiran atas dampak kesehatan yang dialami sejumlah penghuni. Ia menyebut bahwa ada beberapa warga yang mengalami sesak napas akibat paparan asap yang menyebar. “Kondisi kesehatan mereka telah diatensi oleh PMI dan petugas kesehatan. Sekitar 20 orang telah dirujuk ke rumah sakit,” imbuhnya. Meski api tidak langsung merusak unit hunian, asap yang menyebar menyebabkan sebagian penghuni tertahan di dalam apartemen. Hal ini memaksa petugas pemadam mengambil langkah evakuasi ekstra, terutama untuk warga yang kesulitan mengakses lantai atas. Twedi menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan secara berjenjang, dengan tangga dipasang dari lantai dasar hingga lantai keenam. “Petugas terpaksa menurunkan warga yang terjebak dari luar gedung karena asap memengaruhi akses dari dalam,” tuturnya.

Langkah-Langkah Evakuasi yang Dilakukan

Menurut pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 09.25 WIB, evakuasi berjalan terstruktur. Para penghuni yang terjebak dievakuasi melalui sisi seberang gedung yang terbakar. Petugas pemadam menggunakan tali untuk mengamankan warga yang turun dari lantai atas, memastikan mereka tidak terjatuh saat proses evakuasi. “Tali dipasang untuk menghindari risiko cedera selama pindah ke lantai bawah,” jelas Twedi. Kebakaran yang memulai pada Kamis pagi berdampak pada mobilitas penghuni. Meski tidak semua unit terbakar, asap yang mengalir ke bagian luar membuat beberapa warga kesulitan berpindah. “Terkadang, warga terjebak di unit masing-masing dan harus diangkat ke luar melalui tangga,” kata Twedi. Proses evakuasi ini juga melibatkan koordinasi ketat dengan petugas kesehatan untuk menangani kondisi yang mungkin terjadi.

Pantauan di Lokasi dan Perkembangan Kebakaran

Selama kejadian, para petugas pemadam bekerja intensif untuk mengendalikan kobaran api. Mereka memastikan bahwa api tidak menyebar ke area hunian, meskipun asap tetap menyebabkan penurunan visibilitas dan ketidaknyamanan bagi warga. “Kami mengambil langkah-langkah ekstra agar tidak ada risiko tambahan bagi penghuni,” ujar Twedi. Di posko informasi, petugas memantau dan mencatat jumlah warga yang berhasil dievakuasi serta mereka yang masih terjebak. “Data yang diperoleh dari posko menunjukkan bahwa sebagian besar warga telah berpindah ke lantai bawah, tetapi kami masih menunggu laporan lengkap dari penghuni yang belum selesai dievakuasi,” tambahnya.

Respons Masyarakat dan Media Sosial

Meski Kapolres membantah adanya dampak langsung pada unit hunian, beberapa warga masih mengeluhkan kekhawatiran mereka terhadap kondisi kebakaran. “Kami memahami kecemasan warga, tetapi fakta menunjukkan bahwa api hanya terbatas di basement,” jelas Twedi. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap media sosial yang menyebar informasi, meskipun beberapa konten dianggap kurang akurat.

Kondisi Saat Ini dan Harapan untuk Tertutupnya Evakuasi

Saat ini, kondisi di Apartemen Mediterania sedang membaik. Kebakaran yang terjadi pada Kamis pagi sudah berhasil dikendalikan, dan api tidak lagi menyala. “Asap yang sebelumnya mengalir ke lantai 33 kini sudah tidak terlihat di bagian dalam apartemen,” kata Twedi. Namun, ia mengakui bahwa proses evakuasi masih berlangsung. “Kami belum bisa memastikan apakah semua warga telah keluar, karena masih ada yang menunggu di lantai atas,” imbuhnya. Twedi juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan bekerja sama dalam proses evakuasi. “Setiap langkah yang diambil petugas berupaya meminimalkan risiko bagi penghuni, termasuk menjaga kebersihan udara di dalam bangunan,” katanya. Dengan koordinasi yang terus berjalan, ia berharap proses evakuasi segera selesai dan seluruh penghuni bisa kembali ke rumah mereka dalam waktu dekat.

Proses evakuasi ini menjadi sorotan publik karena kebakaran terjadi di salah satu apartemen paling tinggi di Jakarta Barat. Meski tidak semua unit terdampak, dampak dari asap dan kepanikan warga tetap menjadi perhatian. Sejumlah warga yang sudah dievakuasi menyatakan bahwa kondisi di lantai atas memang sempat memburuk, tetapi evakuasi yang dipimpin petugas berhasil mencegah kejadian yang lebih parah. Kapolres Metro Jakarta Barat mengungkapkan bahwa petugas pemadam segera tiba di lokasi setelah menerima laporan. “Kami mengutamakan keselamatan penghuni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *