Prabowo tinjau hilirisasi tebu menjadi bioetanol di Malang

2 days ago  ·  3 min read
By Karen Martinez
khrisna-edit-1784279883-06640e0ee9

Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Pusat Hilirisasi Tebu di Malang

Pengembangan Ekosistem Terintegrasi di Lanud Abdulrachman Saleh

Prabowo tinjau hilirisasi tebu menjadi bioetanol – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang untuk meninjau langsung program hilirisasi tebu menjadi bioetanol. Acara panen raya yang diselenggarakan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh ini menjadi momen penting bagi pemerintah dalam mengevaluasi kemajuan pengolahan tebu dari hulu hingga hilir. Kunjungan ini mencakup pengamatan terhadap proses konversi tebu menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk bioetanol sebagai bahan bakar ramah lingkungan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Lanud Abdulrachman Saleh telah ditetapkan sebagai percontohan pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi secara menyeluruh. Tebu yang digunakan untuk produksi bioetanol berasal dari lahan perkebunan yang dikelola langsung oleh TNI Angkatan Udara, termasuk wilayah sekitar pangkalan udara tersebut. Kehadiran Presiden Prabowo dalam kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pengembangan industri berbasis sumber daya lokal.

Proses pengolahan tebu dilakukan melalui kerja sama strategis antara PT Sinergi Gula Nusantara dan Pertamina NRE. Kedua perusahaan ini memastikan efisiensi produksi serta kualitas produk akhir yang memenuhi standar nasional. Kolaborasi ini menjadi model bagi pengembangan industri hilir lainnya di berbagai wilayah Indonesia.

Lanud Abdulrachman Saleh Malang menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain menghasilkan gula, tebu juga diolah menjadi bioetanol, bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik, dan berbagai produk industri bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi serta memperkuat industri nasional,

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Prasetyo dalam keterangannya kepada media setelah kunjungan selesai. Program ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada penguatan rantai nilai yang melibatkan petani, industri, dan pemerintah daerah.

Capaian Program Pendampingan TNI untuk Komoditas Pertanian

Selama kunjungan kerja tersebut, Presiden Prabowo meninjau hasil pengelolaan lahan pangan yang didampingi oleh masing-masing cabang TNI. TNI Angkatan Darat bertanggung jawab atas komoditas padi, TNI Angkatan Laut menangani kedelai, sedangkan TNI Angkatan Udara mengurusi tebu. Setiap angkatan memiliki target dan capaian yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik komoditas yang dikelola.

Presiden turut melihat produk-produk hasil hilirisasi tebu yang dipamerkan di lokasi kegiatan. Produk-produk tersebut meliputi gula dan bioetanol yang merupakan hasil olahan utama dari tebu. Kehadiran Presiden Prabowo dalam kunjungan ini menegaskan pentingnya pengembangan industri hilir untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Mengenai capaian program pendampingan, Prasetyo menyampaikan data bahwa sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, pendampingan TNI Angkatan Darat mencakup lahan padi seluas 6,26 juta hektare. Dari lahan tersebut, dihasilkan sekitar 19,2 juta ton beras, yang setara dengan 55,24 persen dari target produksi beras nasional tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sektor kedelai, TNI Angkatan Laut mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi mencapai 3.676 ton. Sementara itu, untuk komoditas tebu, TNI Angkatan Udara mendampingi 236.048 hektare lahan dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu. Jumlah ini setara dengan sekitar 1,36 juta ton gula, yang merupakan 45,05 persen dari target produksi gula nasional tahun 2026.

Visi Swasembada Pangan Melalui Kolaborasi Multipihak

Menurut Prasetyo, pemerintah meyakini bahwa swasembada pangan dapat tercapai melalui sinergi yang kuat antara TNI, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, badan usaha milik negara, dunia usaha, akademisi, dan petani. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mencapai target produksi yang ditetapkan untuk setiap komoditas strategis.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,

lanjut Prasetyo. Dalam kunjungan kerja ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan militer. Di antara mereka adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta para kepala staf angkatan bersenjata.

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengembangkan industri hilir berbasis sumber daya alam lokal, khususnya tebu, yang tidak hanya berkontribusi pada ketahanan energi nasional tetapi juga memperkuat sektor pertanian dan industri dalam negeri secara keseluruhan. Program hilirisasi tebu menjadi bioetanol ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan komoditas pertanian lainnya di masa depan.

MORE FROM THIS CATEGORY