Main Agenda: Gelar RUPST TB 2025, WIKA Fokus Perkuat Fundamental dan Likuiditas
Gelar RUPST TB 2025, WIKA Fokus Perkuat Fundamental dan Likuiditas
Main Agenda — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 pada hari Senin, 11 Mei 2026, di WIKA Tower 2, Jakarta Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh para pemegang saham, Dewan Komisaris, Direksi, serta pihak-pihak terkait yang berperan dalam memastikan stabilitas operasional perusahaan. Dalam RUPST kali ini, WIKA mengungkapkan strategi utama untuk memperkuat fondasi keuangan dan likuiditas, yang menjadi main agenda kegiatan tersebut.
Sekilas RUPST TB 2025
RUPST 2025 menjadi titik penting bagi WIKA dalam mengevaluasi pencapaian usaha selama periode tahunan dan menentukan langkah-langkah untuk meningkatkan kinerja bisnis. Perusahaan mengakui kesulitan yang dihadapi, terutama dalam sektor konstruksi nasional yang sedang mengalami penurunan kondisi. Meski demikian, WIKA tetap fokus pada perbaikan operasional melalui pendekatan
cash focused, lean, dan fit for future
, yang dirancang untuk memperkuat kesehatan keuangan dan menjaga keberlanjutan usaha.
Capaian Finansial WIKA Tahun 2025
Dalam laporan keuangan 2025, WIKA mencatat beberapa indikator positif yang menunjukkan peningkatan kinerja. Salah satunya adalah peningkatan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 0,6% dibandingkan tahun sebelumnya, dari 7,9% menjadi 8,5%. Capaian ini mencerminkan efisiensi operasional yang lebih baik, serta kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan keuntungan. Selain itu, WIKA berhasil mengurangi utang usaha sebesar Rp1,79 triliun dan utang berbunga Rp2,08 triliun. Piutang juga turun Rp1,89 triliun, sehingga total aset mencapai Rp50,15 triliun.
Kontrak baru yang berhasil direalisasikan mencapai Rp17,46 triliun, sementara kontrak yang sedang dijalankan mencapai Rp50,55 triliun. Penjualan tahunan perusahaan sebesar Rp20,44 triliun menjadi bukti bahwa WIKA tetap mampu mempertahankan pertumbuhan meski menghadapi tantangan pasar yang terus berubah. Capaian ini membuktikan bahwa strategi main agenda dalam memperkuat fundamental dan likuiditas mulai terlihat hasilnya.
Agenda Utama RUPST TB 2025
RUPST 2025 menghasilkan beberapa keputusan penting yang mencakup perubahan Anggaran Dasar, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026–2030, serta revisi Peraturan Dana Pensiun Wijaya Karya Program Pensiun Manfaat Pasti. Keputusan tersebut dirancang untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan memperkuat kestabilan operasional. Dalam main agenda ini, WIKA juga menyetujui penggunaan dana dari Penawaran Umum melalui Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) dan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) hingga akhir tahun buku 2025.
WIKA telah merealisasikan sebagian besar dana PMHMETD II, yaitu Rp5,7 triliun dari total Rp6,08 triliun. Penggunaan dana ini diarahkan untuk memperkuat struktur modal, memperbaiki efisiensi, dan memastikan likuiditas yang lebih baik. Perubahan susunan pengurus juga menjadi bagian dari keputusan yang diambil dalam main agenda ini, sebagai upaya memperkuat kepemimpinan perusahaan dalam jangka panjang.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Hasil RUPST TB 2025 meliputi penyetujuan susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang baru. Berikut daftar nama dan posisi yang disahkan:
Dewan Komisaris: 1. Komisaris Utama: Apri Artoto 2. Komisaris Independen: Suryo Hapsoro Tri Utomo 3. Komisaris Independen: Adityawarman 4. Komisaris Independen: Harris Arthur Hedar 5. Komisaris: Suwarta
Direksi: 1. Direktur Utama: I Ketut Pasek Senjaya Putra 2. Direktur Manajemen SDM dan Transformasi: Hadjar Seti Adji 3. Direktur Operasi I: Hananto Aji 4. Direktur Operasi II: Sonny Setyadhy 5. Direktur Manajemen Risiko dan Legal: Vera Kirana 6. Direktur Keuangan: Mulyadi
Strategi Penyehatan Keuangan
main agenda RUPST 2025 tidak hanya terfokus pada evaluasi keuangan tahunan, tetapi juga menyusun strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi keuangan. WIKA melanjutkan upaya penyehatan keuangan melalui tiga pilar utama: restrukturisasi komprehensif untuk mengoptimalkan pengelolaan kewajiban, divestasi aset yang tidak produktif, serta pengendalian belanja untuk memastikan efisiensi.
Dengan pendekatan ini, WIKA berkomitmen memperbaiki kondisi keuangan dan menjaga arus kas yang stabil. Upaya penyehatan keuangan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan dalam memperkuat fundamental dan likuiditas sebagai prinsip utama dalam main agenda tahun ini.