Meeting Results: Cathay FHC Gelar Forum “Climate Finance” Terbesar di Asia, Cetak Rekor Jumlah Peserta, Perkuat Momentum Menuju Transisi Berkelanjutan

Forum Keuangan Iklim Cathay FHC Raih Pencapaian Bersejarah di Asia

Meeting Results – Taipei mencatatkan momen bersejarah ketika lebih dari 850 perusahaan yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Taiwan mengikuti acara puncak 10th Cathay Sustainability Finance & Climate Change Summit yang diselenggarakan pada tanggal 1 Juli. Kehadiran mereka menandai pencapaian tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan forum tersebut, dengan total representasi mencapai lebih dari delapan puluh persen dari seluruh kapitalisasi pasar di Taiwan. Selain para pelaku korporasi, ajang ini juga dihadiri oleh berbagai pembuat kebijakan, investor internasional, pemimpin industri, serta para ahli dari berbagai negara untuk membahas tantangan dan peluang dalam perjalanan menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Pencapaian luar biasa dalam hal jumlah peserta ini semakin menegaskan posisi Cathay Financial Holdings sebagai salah satu kekuatan utama yang mendorong dialog mengenai pendanaan untuk perubahan iklim dan transisi berkelanjutan di kawasan Asia. Di tengah ketidakpastian geopolitik global yang semakin kompleks, percepatan transisi energi, serta meningkatnya kebutuhan pendanaan untuk mendukung transformasi menuju ekonomi rendah karbon, Asia telah membuktikan perannya sebagai penggerak investasi, inovasi, dan pengembangan teknologi. Dalam konteks inilah, ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Cathay FHC telah berkembang menjadi salah satu wadah diskusi terkemuka di kawasan yang mempertemukan regulator, investor, dunia usaha, dan akademisi guna membahas arah pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif.

Kehadiran Tokoh-Tokoh Internasional dan Nasional

Acara pembuka ditandai dengan penyampaian pesan video dari mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Al Gore, yang merupakan salah satu tokoh inspirator penyelenggaraan forum perdana pada tahun 2017. Selain itu, Ketua Taiwan Financial Supervisory Commission, Jin-lung Peng, juga memberikan sambutan dalam acara tersebut. Sejumlah pembicara internasional lainnya juga hadir, antara lain Wakil Menteri Perekonomian Taiwan Chin-Tsang Ho, Chairman Taiwan Stock Exchange Sherman Lin, Vice Chairperson FSC Taiwan Sherri Chuang, CEO Asia Investor Group on Climate Change Rebecca Mikula-Wright, Profesor Ryo Kohsaka dari University of Tokyo, Energy Director Climate Group Sam Kimmins, serta Chairman Taiwan Power Company Vincent Tseng. Profil para pembicara ini mencerminkan peran ajang ini sebagai forum yang menyatukan perspektif internasional dengan agenda transisi iklim di Asia.

Perubahan Iklim sebagai Risiko Sistemik

Dalam sambutannya, President Cathay FHC, Chang-Ken (CK) Lee, menyampaikan pandangan bahwa perubahan iklim kini bukan hanya menjadi isu lingkungan hidup semata. Menurutnya, dampak perubahan iklim telah meluas dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi, daya saing industri, stabilitas pasar keuangan, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari. Lee menyinggung pengalamannya saat menghadiri London Climate Action Week beberapa hari sebelumnya. Saat itu, suhu udara di London mencapai 37–38 derajat Celsius, sebuah kondisi yang menurutnya menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim telah dirasakan secara nyata. Ia juga menyoroti kelompok masyarakat rentan yang sering kali memiliki keterbatasan sumber daya untuk menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

“Lembaga keuangan memiliki peran penting dalam mengarahkan aliran modal menuju penciptaan nilai tambah jangka panjang,” ujar Lee. “Inovasi dalam bidang energi bersih, teknologi rendah karbon, modal alam, dan ekonomi sirkular tengah membentuk industri masa depan. Keberlanjutan kini menjadi bagian penting dari daya saing jangka panjang. Di saat yang sama, kolaborasi lintas-sektor dan lintas-negara menjadi kunci untuk mempercepat penerapan solusi nyata sekaligus mendukung transisi global.”

Menurut Lee, pembahasan dalam forum ini juga terus berkembang dari tahun ke tahun. Jika pada awal penyelenggaraan fokus utamanya adalah peningkatan kesadaran publik terhadap perubahan iklim dan tata kelola iklim, kini cakupannya meluas ke isu pengelolaan sumber daya air, modal alam, blended finance, inovasi keuangan, hingga investasi berdampak positif yang berpihak pada masyarakat. “Semakin banyak contoh keberhasilan investasi berkelanjutan yang muncul di berbagai negara. Tantangan berikutnya, kita harus memperluas penerapan solusi yang telah terbukti sukses dan mengubah komitmen bersama menjadi hasil yang nyata,” katanya.

Komitmen dan Apresiasi dari Para Pemimpin

Lee menegaskan kembali komitmen Cathay FHC terhadap tiga prinsip utama, yakni menciptakan nilai tambah jangka panjang, mendorong inovasi, dan memperkuat kolaborasi. Dalam sambutannya, Chairman FSC Taiwan Jin-lung Peng, mengapresiasi kontribusi Cathay FHC selama satu dekade terakhir dalam mendorong perkembangan keuangan berkelanjutan dan aksi iklim di Taiwan. Mengutip pepatah Tiongkok yang berarti “kebajikan tidak pernah berjalan sendiri”, Peng menekankan bahwa upaya kolektif akan menghasilkan dampak yang lebih besar dibandingkan upaya individual. Forum ini tidak hanya menjadi tempat diskusi, tetapi juga platform untuk membangun kemitraan strategis antara sektor publik dan swasta dalam menghadapi tantangan iklim global.

Dengan pencapaian yang telah diraih, forum ini diharapkan dapat terus menjadi katalisator bagi transformasi ekonomi Asia menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *