Latest Program: Platform digital terintegrasi mudahkan UMKM kelola usaha dan keuangan

Platform Digital Terintegrasi Mudahkan UMKM Kelola Usaha dan Keuangan

Latest Program – Jakarta – Era digital semakin mengubah cara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengelola aktivitas bisnis. Dengan adanya platform digital yang terpadu, para pengusaha bisa mengakses berbagai fungsi operasional, seperti penjualan, pembayaran, logistik, serta manajemen keuangan, dalam satu sistem yang lebih sederhana. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang bergantung pada keberlanjutan digital, RUN System dan Exabytes Indonesia menandatangani kerja sama strategis untuk menggabungkan layanan manajemen keuangan Accounting+ dengan fitur website toko online Exabytes. Kolaborasi ini bertujuan membentuk ekosistem digital yang komprehensif, membantu UMKM dalam meningkatkan efisiensi operasional dan keuangan.

Kemitraan Strategis untuk Digitalisasi Bisnis

Kerja sama antara RUN System dan Exabytes Indonesia dilakukan guna menghadirkan solusi terpadu yang memudahkan pengelolaan bisnis UMKM. Sistem Accounting+ yang merupakan layanan SaaS (Software as a Service) berperan sebagai alat untuk mengatur laporan keuangan, pembayaran, serta kegiatan operasional sehari-hari. Sementara itu, layanan website toko online Exabytes memberikan akses ke platform penjualan online yang bisa diintegrasikan langsung dengan sistem keuangan.

“Kini, UMKM tidak hanya membutuhkan kehadiran digital, tetapi juga sistem yang terhubung secara menyeluruh agar bisnis bisa berjalan rapi dan terarah,” jelas Urip Indra Hartawan, Country Manager Exabytes Indonesia, dalam rilis pers. Ia menambahkan bahwa penggabungan dua layanan ini merupakan langkah krusial untuk memperkuat kemampuan UMKM dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin dinamis.

Ekosistem Digital yang Lengkap

Integrasi tersebut memberikan kemudahan bagi pengusaha dengan menggabungkan fitur-fitur kunci dalam satu platform. Layanan payment gateway yang telah dimiliki Exabytes, serta manajemen logistik bekerja sama dengan berbagai merek di Indonesia, kini bisa berinteraksi langsung dengan Accounting+. Dengan sistem ini, UMKM tidak perlu menggunakan aplikasi terpisah untuk menangani penjualan, pembayaran, dan keuangan, yang sebelumnya memakan waktu dan energi.

Menurut Urip, solusi ini sangat relevan dengan visi Asta Cita yang menekankan pentingnya digitalisasi UMKM. “Digitalisasi bukan sekadar alat promosi, tetapi menjadi fondasi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” ujarnya. Dalam konteks ini, kerja sama antara kedua perusahaan dianggap sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem yang mendorong penguasaan teknologi di kalangan pengusaha kecil.

Fitur Utama dan Manfaat

Accounting+ menawarkan berbagai fitur, seperti pembukuan otomatis, laporan keuangan yang real-time, serta insight bisnis berbasis data. Fitur-fitur ini dinilai sangat penting dalam memperkuat keputusan manajemen, namun masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh banyak pengusaha. Dengan memadukan Accounting+ ke dalam platform Exabytes, para pelaku UMKM bisa mengakses seluruh fungsi tersebut tanpa perlu mengatur beberapa aplikasi terpisah.

“Kemitraan ini menghadirkan solusi yang menyatukan manajemen keuangan langsung ke dalam aktivitas operasional UMKM, sehingga mereka dapat menjalankan bisnis dengan lebih efisien,” tambah Aryo Ramandito, Corporate Secretary RUN System. Ia menjelaskan bahwa integrasi ini tidak hanya mengurangi beban pekerjaan manual, tetapi juga meningkatkan akurasi data keuangan serta mempermudah pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang terkini.

Salah satu manfaat utama dari ekosistem terintegrasi adalah penghematan waktu dan biaya. UMKM sering kali mengalami hambatan karena harus mengelola berbagai alat yang berbeda, yang mengakibatkan kesulitan dalam mengotomatisasi proses bisnis. Dengan sistem yang terpadu, pengusaha bisa fokus pada pengembangan strategi bisnis, bukan pada administrasi yang melelahkan.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Digital

Dalam konteks ekonomi Indonesia, UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian. Saat ini, ada lebih dari 65 juta usaha mikro, kecil, dan menengah yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Selain itu, UMKM juga menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja di Indonesia, menunjukkan peran kritisnya dalam perekonomian lokal.

Di sisi konsumen, data menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen masyarakat Indonesia cenderung mencari informasi tentang produk dan layanan sebelum membeli. Hal ini mengubah dinamika pasar, sehingga UMKM harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan digitalisasi. Namun, banyak pengusaha masih menghadapi kendala dalam mengelola berbagai alat digital yang berbeda, seperti sistem penjualan, pembayaran, dan manajemen keuangan.

Dengan integrasi platform, UMKM bisa mengakses semua fungsi penting dalam satu aplikasi. Misalnya, transaksi penjualan secara online bisa langsung terintegrasi dengan sistem pembukuan, sehingga mengurangi risiko kesalahan manual. Sementara itu, fitur insight bisnis juga memberikan data analitis yang membantu pengusaha memahami tren pasar dan meningkatkan strategi pemasaran.

Perspektif Ekonomi dan Kompetitivitas

Persaingan di era digital semakin ketat, dan UMKM perlu memiliki alat yang memadai untuk tetap relevan. Integrasi platform antara RUN System dan Exabytes Indonesia diharapkan bisa menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kompetitivitas bisnis kecil. Aryo Ramandito menegaskan bahwa solusi ini dirancang agar pengusaha bisa tetap mengelola bisnis secara efektif, meskipun memiliki sumber daya terbatas.

“Dengan solusi terintegrasi, UMKM bisa mengoptimalkan penggunaan sumber daya, termasuk tenaga kerja, untuk fokus pada inovasi dan ekspansi bisnis,” kata Aryo. Ia menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memberikan keuntungan kompetitif terhadap perusahaan besar yang sudah terbiasa dengan sistem digital.

Seiring perkembangan teknologi, kemampuan adaptasi UMKM menjadi kunci untuk bertahan. Integrasi platform digital bisa menjadi jembatan antara kebutuhan pasar yang digital dan kemampuan pengusaha dalam mengelola bisnis. Selain itu, solusi ini juga memudahkan akses ke data yang relevan, yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi peluang pertumbuhan.

Dalam jangka panjang, ekosistem terintegrasi ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan meningkatkan kemampuan UMKM dalam digitalisasi, lebih banyak pengusaha bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan memperluas pangsa pasar mereka. “Ini adalah langkah awal menuju ekosistem digital yang lebih inklusif,” pungkas Urip Indra Hartawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *