Key Issue: Era populasi menua, lansia diajak paham literasi keuangan
Era Populasi Menua, Lansia Diajak Paham Literasi Keuangan
Key Issue – Kamis (2/7), sebanyak 120 lansia di Depok, Jawa Barat, mengikuti rangkaian kegiatan yang bertujuan memperkaya pengalaman hidup mereka di tengah tantangan era demografi menua. Acara bertajuk “People of Purpose: Together for the Golden Age” diselenggarakan oleh DBS Foundation bekerja sama dengan Langit Bumi Pertiwi, menggabungkan berbagai elemen seperti kreativitas, kebugaran fisik, dan edukasi literasi keuangan. Kehadiran relawan menjadi faktor kunci dalam memfasilitasi interaksi yang bermakna, menjadikan acara ini lebih dari sekadar kegiatan rutin. Mereka tidak hanya diberikan kesempatan untuk berkreasi, tetapi juga diajarkan cara mengelola keuangan secara mandiri. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan lansia menghadapi perubahan hidup yang terus berlangsung.
Program yang Memperkuat Kemandirian Lansia
Kegiatan yang berlangsung di sebuah pusat komunitas di Depok ini dirancang untuk melatih keterampilan keuangan sehari-hari, mulai dari pengaturan anggaran hingga pengenalan instrumen investasi sederhana. Peserta diimbau untuk menggali potensi diri, baik melalui seni maupun olahraga, sebagai cara untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Aktivitas fisik, seperti senam dan olahraga ringan, diselingi dengan sesi kreatif yang melibatkan penggunaan media digital. Tujuan utamanya adalah memberdayakan lansia agar tetap aktif dan mampu beradaptasi dengan dunia yang semakin modern.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk lansia di Indonesia terus meningkat, mencapai 15 persen dari total populasi pada 2023. Fakta ini mendorong kebutuhan akan program yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Literasi keuangan, khususnya, dianggap penting karena lansia sering menghadapi perubahan keuangan seperti pensiun, inflasi, dan peningkatan biaya layanan kesehatan. Dengan memahami dasar-dasar manajemen keuangan, mereka dapat merencanakan masa depan secara lebih efektif dan mengurangi risiko ketergantungan pada keluarga.
Manfaat Kombinasi Kreativitas dan Edukasi
Sejumlah peserta menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif pada pola pikir mereka. “Saya selama ini tidak pernah memikirkan cara mengatur uang, tapi sekarang mulai paham bahwa tabungan harus dikelola dengan baik,” ujar seorang peserta yang tidak ingin disebutkan nama. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pendekatan holistik—yang menggabungkan aspek kreatif, fisik, dan pendidikan—lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Selain itu, interaksi dengan relawan membantu mengurangi rasa kesepian, menjadikan acara ini sebagai ruang untuk pembelajaran bersama.
Koordinator acara, Nanien Yuniar, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang santai namun bermakna. “Kami ingin menggali minat lansia untuk belajar, karena mereka juga memiliki hak untuk merancang kehidupan yang lebih baik,” katanya. Pihak DBS Foundation, sebagai penanggung jawab utama, menggandeng Langit Bumi Pertiwi untuk memastikan kegiatan ini mencakup berbagai aspek kehidupan lansia. Dukungan dari komunitas lokal juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.
Edukasi Keuangan Sebagai Kunci Kemandirian
Salah satu sesi utama acara adalah pengenalan literasi keuangan, yang dibagi menjadi beberapa modul. Modul pertama fokus pada pengelolaan dana pensiun, sementara modul berikutnya mengajarkan cara menghitung kebutuhan sehari-hari dan mengatur anggaran bulanan. Materi disampaikan melalui metode diskusi, simulasi, dan video edukasi agar lebih mudah dipahami. Para peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan konsep tersebut melalui latihan mandiri. Kombinasi antara teori dan praktek diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam dan aplikatif.
Menurut ekspertis keuangan, lansia yang memiliki pengetahuan tentang produk keuangan cenderung lebih percaya diri dalam mengambil keputusan finansial. “Lansia sering menghadapi tekanan keuangan, seperti kenaikan harga bahan pokok atau biaya medis. Dengan literasi yang memadai, mereka bisa mengurangi risiko kehabisan dana,” tutur Rizky Bagus Dhermawan, salah satu relawan yang turut hadir. Selain itu, program ini juga membantu lansia memahami konsep bunga, tabungan, dan investasi yang relevan untuk usia mereka. Dukungan dari perusahaan-perusahaan seperti DBS Foundation, yang aktif di bidang pendidikan keuangan, menjadi faktor kunci dalam mendorong inisiatif serupa.
Di sisi lain, kegiatan fisik dan kreatif tidak hanya memperkuat kesehatan tubuh, tetapi juga membangun komunitas yang solid. “Senam dan kegiatan seni membuat kita merasa lebih sehat secara fisik dan mental,” tambah Ludmila Yusufin Diah Nastiti, relawan lainnya. Dengan berbagai aktivitas ini, lansia diharapkan tidak hanya memperpanjang usia tetapi juga memperkaya masa pensiun mereka. Program yang diadakan ini juga menjadi contoh bagaimana inisiatif lokal bisa memberikan dampak luas dalam menghadapi perubahan demografi.
“Lansia adalah bagian penting dari masyarakat, dan kita harus menjamin bahwa mereka tidak hanya mendapatkan perawatan fisik, tetapi juga perhatian terhadap keuangan,” kata Gunawan Wibisono, salah satu penulis laporan. Kemitraan antara DBS Foundation dan Langit Bumi Pertiwi mencerminkan komitmen untuk memberdayakan lansia melalui pendekatan berkelanjutan dan terpadu.
Acara ini menjadi salah satu dari banyak upaya untuk menjawab tantangan era populasi menua. Dengan meningkatkan literasi keuangan, lansia diharapkan dapat menjadi bagian aktif dari ekonomi sekaligus merancang masa depan yang lebih stabil. Selain itu, program ini juga menjadi wadah untuk membangun koneksi antar generasi, memberdayakan lansia, dan memperkaya wawasan masyarakat umum tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. DBS Foundation dan Langit Bumi Pertiwi akan terus mengembangkan inisiatif serupa di berbagai kota, termasuk dalam menyediakan sumber daya dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat usia lanjut.
Langkah-langkah seperti ini menunjukkan bahwa perubahan demografi tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga peluang untuk menciptakan program yang berkelanjutan. Dengan memadukan kreativitas, kebugaran, dan pendidikan keuangan, lansia bisa tetap merasa berdaya dan dihargai. Hasil yang diperoleh dari acara di Depok menunjukkan bahwa partisipasi aktif dan pengembangan keterampilan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup di masa tua. Dengan harapan, inisiatif ini