Sidak TPS3R – Wali Kota Banjarmasin soroti pengelolaan sampah

Sidak TPS3R, Wali Kota Banjarmasin Soroti Pengelolaan Sampah

Sidak TPS3R – Di tengah upaya meningkatkan manajemen limbah, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin melakukan pemeriksaan tak terduga ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPS3R) Sujing Sejahtera, Sabtu (2 Mei). Inspeksi ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengolahan sampah di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Yamin menyampaikan kekhawatiran terhadap proses pengelolaan sampah yang belum mencapai standar ideal, terutama di fasilitas yang menjadi pusat pengolahan limbah daerah itu.

Pengelolaan Sampah Perlu Diperbaiki

Dalam sidaknya, Yamin menyoroti beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Ia menyatakan bahwa TPS3R masih menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan kapasitas pengolahan. “TPS3R saat ini belum sepenuhnya berjalan secara maksimal. Ada beberapa indikator yang menunjukkan kurangnya keterlibatan masyarakat dan efisiensi dalam pengumpulan sampah,” ujar mantan tokoh politik tersebut dalam wawancara terpisah. Ia juga menekankan pentingnya perubahan struktur kerja di dalam sistem TPS3R, agar bisa lebih efektif dalam menekan volume sampah yang tidak terkelola.

“Sampah yang masuk ke TPS3R masih banyak yang belum dipilah secara tepat. Ini menyebabkan peningkatan beban pengolahan dan pembuangan,” kata Yamin.

Menurut pengamatan Yamin, masalah utama terletak pada keterlibatan warga dalam kegiatan pengelompokan sampah. Ia mencontohkan bahwa di beberapa titik, sampah organik dan anorganik masih dicampurkan, sehingga mengurangi efisiensi proses daur ulang. “Jika sampah tidak dipilah dengan baik, kita akan kesulitan menghasilkan energi atau bahan baku lain dari limbah tersebut,” tambahnya.

Program Daur Ulang Terkendala

TPS3R Sujing Sejahtera merupakan bagian dari program pengelolaan sampah terpadu yang dicanangkan pemerintah kota beberapa tahun lalu. Sebagai wujud komitmen mengurangi sampah plastik dan meningkatkan daur ulang, TPS3R diharapkan bisa menjadi model yang diadopsi di berbagai wilayah. Namun, Yamin menilai bahwa masih ada jarak antara rencana dan implementasi. “Kita perlu memastikan bahwa sistem ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam kunjungan ke TPS3R, Yamin memperhatikan proses pengumpulan sampah oleh petugas. Ia mengkritik kurangnya koordinasi antara tim pengelola TPS3R dengan warga sekitar. “Petugas tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga harus menjadi pengajar tentang cara memilah limbah secara tepat,” ujarnya. Hal ini terkait dengan upaya menekan sampah yang bisa dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), yang saat ini menjadi masalah lingkungan besar.

“Dengan mengoptimalkan TPS3R, kita bisa mengurangi beban TPA hingga 30 persen. Tapi sampai saat ini, angka ini masih jauh dari target,” tambah Yamin.

Banjarmasin memiliki target pengurangan sampah yang masuk ke TPA sebesar 25 persen dalam lima tahun. Namun, hingga saat ini, capaian masih tergolong rendah. Yamin menyebutkan bahwa TPS3R berperan krusial dalam mewujudkan target tersebut. “TPS3R harus menjadi garda terdepan dalam mengubah pola pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin,” tegasnya. Ia juga menyarankan penggunaan teknologi digital untuk memantau kegiatan pengelolaan sampah secara real-time, sehingga bisa dilakukan perbaikan segera.

Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, total sampah yang dihasilkan per hari mencapai 500 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen masuk ke TPA, sementara sisanya diproses di TPS3R. Meski begitu, Yamin menilai bahwa angka ini bisa ditingkatkan jika sistem kerja lebih terstruktur. “Kita harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari petugas hingga warga, dalam menjalankan sistem ini secara konsisten,” imbuhnya.

Langkah Strategis untuk Perbaikan

Dalam upaya meningkatkan efisiensi TPS3R, Yamin mengusulkan beberapa langkah strategis. Pertama, pengelola TPS3R perlu diberi pelatihan teknis agar bisa lebih profesional dalam mengelola sampah. Kedua, pemerintah kota harus menyediakan insentif bagi warga yang aktif dalam memilah sampah. “Insentif ini bisa berupa penghargaan atau hadiah kecil, yang bisa memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi,” katanya.

Yamin juga menyoroti peran TPS3R dalam mengurangi polusi dan menjaga kebersihan lingkungan. “Sampah yang dipilah dengan baik tidak hanya membantu ekonomi daerah, tetapi juga melindungi lingkungan dari dampak negatif,” ujarnya. Ia berharap, dengan perbaikan sistem, TPS3R bisa menjadi contoh terbaik bagi kota-kota lain di Indonesia.

Menurut Yamin, pengelolaan sampah yang optimal akan membawa dampak signifikan terhadap kualitas hidup warga. “Sampah yang dikelola dengan baik bisa mengurangi risiko penyakit, meningkatkan nilai ekonomi dari limbah, dan memberikan manfaat lingkungan yang jelas,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota harus terus berupaya dalam menekan volume sampah yang tidak terkelola, sekaligus memperbaiki sistem TPS3R secara berkelanjutan.

TPS3R Sujing Sejahtera terletak di daerah yang cukup strategis, yaitu di dekat pusat kota. Fasilitas ini dilengkapi dengan teknologi pengolahan sampah yang modern

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *