Semeru erupsi lima kali dengan tinggi letusan hingga 1.200 meter
Semeru Erupsi Lima Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1.200 Meter
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) – Lima letusan Gunung Semeru, yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang dan Malang, tercatat pada Kamis pagi dengan kolom abu mencapai ketinggian hingga 1.200 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik ini menimbulkan perhatian petugas setempat, yang mengungkapkan kejadian tersebut dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 05.11 WIB. Kolom abu yang teramati mencapai 800 meter di atas puncak dengan warna putih hingga kelabu. Abu mengarah ke utara dan barat laut dengan intensitas tebal. Selanjutnya, pada pukul 06.21 WIB, erupsi kedua menghasilkan kolom letusan yang mencapai 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl), seperti dijelaskan oleh Liswanto, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Erupsi keempat terjadi pada pukul 07.08 WIB, dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl). Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke timur laut. Saat laporan tersebut dibuat, aktivitas gunung masih berlangsung.
Selama laporan diterbitkan, Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl terus memancarkan erupsi. Pukul 06.57 WIB, terjadi letusan ketiga dengan kolom abu mencapai 1.100 meter di atas puncak (4.776 mdpl). Erupsi keempat di sekitar pukul 07.08 WIB, sementara letusan kelima pada pukul 07.32 WIB menghasilkan kolom abu sepanjang 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl), berwarna putih hingga kelabu dan mengarah ke utara.
Liswanto menjelaskan bahwa Gunung Semeru berada dalam status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dengan jarak hingga 13 kilometer dari puncak.
Di luar radius tersebut, penduduk tetap harus berhati-hati pada daerah 500 meter dari tepi sungai di Besuk Kobokan, karena risiko awan panas dan aliran lahar bisa mencapai 17 km dari puncak. “Masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengawasi potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang bermula dari puncak Gunung Semeru. Area yang perlu diwaspadai mencakup Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, lahar juga bisa mengancam sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.