Pengusulan gelar pahlawan KH Sholeh Darat masuk verifikasi lapangan
Pengusulan gelar pahlawan KH Sholeh Darat – “`html
Verifikasi Lapangan Dimulai untuk Gelar Pahlawan Nasional KH Sholeh Darat
Kota Semarang kini menjadi pusat perhatian dalam proses pengusulan penghormatan tertinggi bagi salah satu tokoh agama terkemuka di Indonesia. KH Sholeh Darat as-Samarani, ulama besar yang lahir dan berkembang di wilayah ini, saat ini sedang melalui tahap verifikasi lapangan yang dilakukan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di bawah naungan Kementerian Sosial. Proses ini merupakan langkah krusial dalam rangkaian upaya memberikan pengakuan resmi atas kontribusi luar biasa sang ulama terhadap peradaban bangsa.
Komitmen Pemerintah Kota Semarang
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, secara tegas menyampaikan bahwa sosok KH Sholeh Darat memiliki makna yang jauh melampaui sekadar nama dalam lembaran sejarah. Bagi warga Semarang, tokoh ini bukan hanya figur yang pernah tinggal di kota ini, melainkan representasi nilai-nilai yang terus hidup dan relevan hingga saat ini.
“Pengusulan beliau sebagai pahlawan nasional bukan hanya semata-mata untuk memberikan penghormatan kepada tokoh, tapi lebih dari itu, adalah sebuah ikhtiar untuk menghadirkan keteladanan yang memberi arah pada perjalanan perjuangan bangsa ini,” ujar Agustina.
Menurut walikota tersebut, jasa KH Sholeh Darat sangat signifikan dalam bidang pendidikan agama. Beliau berhasil menerjemahkan berbagai kitab keagamaan, termasuk Al Quran, ke dalam bahasa yang lebih mudah dicerna oleh masyarakat awam. Terjemahan-terjemahan ini memungkinkan ajaran Islam untuk menyebar secara luas ke seluruh wilayah Jawa Tengah, sehingga generasi penerus dapat memahami agama dengan lebih mendalam.
Jejak Murid-Murid yang Menjadi Tokoh Nasional
Salah satu bukti nyata kebesaran KH Sholeh Darat adalah banyaknya murid-muridnya yang kemudian menjadi tokoh-tokoh penting dalam sejarah Indonesia. KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, serta RA Kartini, pejuang emansipasi wanita, tercatat sebagai beberapa dari sekian banyak murid yang belajar langsung di bawah bimbingan sang guru.
Jejak pemikiran ketiga tokoh tersebut tidak dapat dipisahkan dari pengaruh KH Sholeh Darat. Karya-karya dan pemikiran mereka sering kali mengutip nama serta gagasan-gagasan yang diajarkan oleh sang guru. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya fondasi intelektual yang dibangun oleh KH Sholeh Darat melalui lembaga pendidikan pesantrennya.
Proses Verifikasi dan Tim yang Terlibat
Abdul Muis, yang mewakili TP2GP dalam proses ini, menjelaskan bahwa hasil sidang tim telah menyatakan bahwa usulan KH Sholeh Darat memenuhi syarat-syarat yang diperlukan. Namun, terdapat sejumlah catatan penyempurnaan yang masih perlu ditindaklanjuti bersama tim akademik yang menyusun naskah pengusulan. Abdul Muis menekankan pentingnya penguatan sumber data primer serta narasi yang lebih komprehensif mengenai kontribusi KH Sholeh Darat dalam membangun kesadaran kebangsaan pada masa hidupnya.
Tim TP2GP yang menangani kasus ini terdiri dari berbagai pihak berkompeten. Abdul Muis sendiri menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial. Bersama beliau terdapat Prof Yety Rochwulaningsih, seorang sejarawan dari Universitas Diponegoro, Adoniati Meyria Widaningtyas dari Dinas Sosial Jawa Tengah, serta Muhamad Agus Taufiq yang merupakan ahli waris KH Sholeh Darat.
Tim ini telah diterima secara langsung oleh jajaran TP2GD Kota Semarang. Anggota TP2GD terdiri dari unsur pemerintah daerah, perwakilan TNI-Polri, akademisi, dan sejarawan dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Semarang. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kolaborasi multipihak dalam memastikan proses verifikasi berjalan dengan baik.
Jadwal Verifikasi Lapangan
Verifikasi lapangan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal 14 hingga 16 Juli 2026. Selama periode tersebut, tim akan melakukan pertemuan formal dengan TP2GD Kota Semarang serta mengunjungi sejumlah tempat bersejarah dan sarana monumental yang berkaitan dengan KH Sholeh Darat. Kunjungan-kunjungan ini bertujuan untuk mengumpulkan data lapangan yang dapat memperkuat argumen dalam pengusulan gelar pahlawan nasional.
Mantan anggota DPR RI yang juga terlibat dalam proses ini menyatakan komitmennya untuk mengawal seluruh tahapan pengusulan. Mulai dari penyusunan dokumen-dokumen administratif, penguatan kajian akademik, hingga pembentukan TP2GD yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, semuanya telah disiapkan dengan matang. Proses ini mencerminkan betapa pentingnya KH Sholeh Darat bagi identitas dan sejarah Semarang serta Indonesia secara keseluruhan.
“`