Key Strategy: Pemerintah siapkan SDM kompeten untuk dukung investasi KEK Mandalika

Pemerintah Siapkan SDM Kompeten untuk Dukung Investasi KEK Mandalika

Key Strategy – Jakarta, 3 Juli – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesiapan tenaga kerja melalui pelatihan dan program magang yang diharapkan dapat memperkuat daya saing sektor pariwisata dan ekonomi khusus. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendorong pertumbuhan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, yang merupakan salah satu tujuan utama pembangunan ekonomi di daerah tersebut. Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Kebutuhan Tenaga Kerja dan Pelatihan di KEK Mandalika, yang berlangsung di Lombok pada Jumat (3/7), dihadiri oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan bersama Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK. Diskusi ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan perkembangan industri di kawasan tersebut.

Komitmen untuk Pertumbuhan Ekonomi

Kehadiran KEK Mandalika dianggap sebagai salah satu alat utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pernyataannya, Yassierli, perwakilan Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, mengatakan bahwa kebijakan ini dibuat pemerintah untuk mempercepat kegiatan ekonomi, termasuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja. “KEK adalah jawaban penting dalam membangun pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah yang memiliki potensi pengembangan sektor khusus,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin. FGD ini menjadi wadah untuk menggali kebutuhan kompetensi tenaga kerja, mengevaluasi kesiapan lembaga pelatihan vokasi, serta merancang program pelatihan yang sesuai dengan perkembangan industri di KEK Mandalika.

“Ketika ekonomi menghadapi berbagai tantangan, program magang menjadi salah satu solusi untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja memasuki dunia kerja,” tambah Yassierli.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Produktivitas

Peran pemerintah dalam mengelola SDM tidak hanya terbatas pada pelatihan, tetapi juga melibatkan kolaborasi antarinstansi untuk memastikan program yang dijalankan selaras dengan kebutuhan industri. Dalam kerangka ini, Ditjen Binalavotas bermitra dengan Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK untuk membangun sistem yang mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 5,4 persen pada tahun 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat produktivitas tenaga kerja melalui peningkatan kemampuan teknis dan keterampilan spesifik. Selain itu, penguatan link and match antara pelatihan vokasi dan kebutuhan dunia usaha menjadi prioritas agar pelatihan tidak hanya berjalan secara efisien, tetapi juga efektif dalam memenuhi permintaan pasar kerja.

Paket Stimulus untuk Penyerapan Tenaga Kerja

Dalam Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026, pelatihan vokasi dan pemagangan dianggap sebagai instrumen kunci untuk meningkatkan kualitas SDM. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp6,26 triliun untuk program pemagangan yang diharapkan mulai berjalan sejak Juli 2026. Program ini bertujuan menyeimbangkan percepatan investasi di KEK Mandalika dengan persediaan tenaga kerja yang siap bekerja. Capaian investasi kumulatif hingga triwulan I 2026 mencapai Rp6,06 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 20.862 orang, menunjukkan bahwa keterlibatan SDM yang kompeten menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan kawasan ekonomi tersebut.

Kesiapan Tenaga Kerja di KEK Mandalika

Ketua FGD, Yassierli, menekankan bahwa pengembangan KEK Mandalika membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga siap menghadapi dinamika bisnis di sektor pariwisata dan ekonomi khusus. “Kami yakin SDM yang kompeten akan memperkuat keterlibatan industri di KEK Mandalika, terutama di bidang hospitality yang menjadi penggerak utama kawasan,” jelasnya. Pada masa saat ini, di tengah tantangan ekonomi yang terus berlangsung, program magang dinilai efektif untuk mempercepat persiapan tenaga kerja masuk ke dunia kerja.

Kemajuan Program Magang Nasional

Dalam Program Magang Nasional sebelumnya, sekitar 100.000 peserta mengikuti kegiatan tersebut, dan 30 persen dari jumlah itu berhasil mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan yang menjadi tempat magang. Angka ini menjadi bukti bahwa program magang tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membangun hubungan antara pelatihan dan kebutuhan industri. Menaker mengapresiasi hasil tersebut sebagai indikator keberhasilan program dalam menjembatani kebutuhan pasar kerja dengan kesiapan SDM.

Perluasan Pelatihan yang Dirancang Terukur

Menaker menyoroti bahwa di Indonesia masih ada tingkat mismatch tenaga kerja yang tinggi, baik secara vertikal maupun horizontal. Vertikal mismatch mengacu pada ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dan tuntutan pekerjaan, sementara horizontal mismatch berhubungan dengan kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki dan yang dibutuhkan industri. Untuk mengatasi masalah ini, pelatihan vokasi yang dirancang secara tailor-made, yaitu disesuaikan dengan kebutuhan riil sektor industri, dinilai sebagai langkah strategis. Dengan pendekatan ini, SDM diharapkan tidak hanya memenuhi permintaan pasar, tetapi juga menjadi faktor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Implementasi dan Harapan ke Depan

Program pemagangan di KEK Mandalika diharapkan mampu mendorong pengembangan sumber daya manusia yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar. Selain itu, keberhasilan program ini juga bergantung pada keterlibatan industri dalam menentukan standar pelatihan yang relevan. Kementerian Ketenagakerjaan dan Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK akan terus berkoordinasi untuk memastikan keberlanjutan program, termasuk memperluas akses pelatihan ke berbagai lapisan masyarakat. Peningkatan produktivitas SDM, kata Yassierli, adalah kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *